UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 18 Maret 2017 10:16
Pascaperesmian PLBN Badau, Targetkan Ekspor Sejuta Matrik Ton CPO
ilustrasi

BADAU- Ada banyak harapan yang disematkan usai peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Badau, di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (16/3). Salah satunya adalah peluang peningkatan ekspor crude palm oil (CPO).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Puan Maharani, dalam kunjungannya mendampingi Presiden Jokowi, melepas secara simbolis ekspor 407 MT (Matrik Ton) CPO.Minyak dari kelapa sawit ini diangkut menggunakan 11 truk tangki CPO (Crude Palm Oil) tujuan Malaysia.

Saat pelepasan ekspor CPO 407 MT dengan devisa kurang lebih US$ 255.416.14 tersebut, Puan tidak didampingi Presiden Joko Widodo. Karena pada saat itu, Jokowi dan rombongan lagi berfoto-foto di sekitar PLBN Badau. Saat itu Puan hanya di dampingi Seskab Pramono Anung Wibowo, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi serta Kakanwi bea dan cukai Provinsi Kalbar Syaipullah Nasution.

Saat pelepasan ekspor 11 tangki CPO tersebut, Puan menyempatkan diri berdialog dengan pihak bea cukai dan para sopir yang akan mengakut CPO ke Malaysia. “Mudah-mudahan lancar,” ucap Puan.

Ia juga meminta pengawasan eskspor CPO tersebut dilakukan sebaik mungkin dan dari ekspor tersebut memberikan kontribusi besar bagi negara ini. “Saya berharap ekspor CPO terus meningkat,”tutur dia.

Sebelum pelepasan, Pramono Anung beberapa kali memandu Puan.  “Biar Mbak saja yang melepas,” kata dia.  Setelah berfoto-foto bersama kru bea cukai dan pihak perusahaan pengekspor CPO, Puan dan Pramono Anung dan Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi bergegas menuju Presiden Jokowi dan ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan yang lagi mengabadikan momen saat di PLBN Badau. 

Dikesempatan itu juga ada Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe Pratama Nanga Badau, Indra Mustika Wiratama.

Indra Mustika mengatakan, Bea cukai sangat mendukung agar PLBN Badau dapat menjadi pintu keluar untuk ekspor CPO bagi kawasan Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang.  “Bea cukai sangat mendukung ekspor CPO,” terang Indra, Kamis (16/3).

Dikatakan Indra lagi, untuk mewujudkan hal tersebut pihak bea cukai mendukung agar Bulking PT. Kencana Grup dapat ditetapkan menjadi terminal barang/dry pot dan kawasan pabeanan. Sehingga dapat dilakukan ekspor. Tidak hanya ke Malaysia, tetapi ke negara lain selaiin Malaysia. Sebab, selama ini CPO dari Badau hanya ekspor ke Malaysia, sehingga sangat lemah dalam negosiasi harga.

Pada 2017 ini, terang Indra, diharapkan dapat dilakukan ekspor sampai dengan 120.000 MT dan apabila telah terbentuk terminal barang/ dry port diharapkan dapat ekspor sampai dengan 1 juta  metrik ton dari Badau. CPO-CPO itu berasal dari CPO milik perusahaan-perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang yang sudah memiliki terakses langsung PLBN.

Djelaskan dia, tahun 2015 devisa ekspor CPO ke Malaysia mencapai 36.055.197,98 USD dengan berat 69.859.480 kg dan ditahun 2016 devisa ekspor 34.017.691,66 USD dengan berat 57.676.790 kg. Sedangkan di tahun 2017 ini devisanya baru 255.416,14 USD, beratnya 407 ton yang diangkut 11 mobil tangki. “Kami berharap ekspor CPO meningkat, sehingga devisi juga meningkat,” pungkasnya. (Andreas/ Arman Hairiadi/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers