UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 31 Januari 2017 09:58
Geliat Tato di Pontianak, Semakin Diminati, Menjadi Gaya Hidup
TATO. Gandhi sedang menggambar tato di betis seorang pelanggan di Studio Anywhere Ink, Jalan Sepakat 2, Pontianak Tenggara, Minggu (29/1). I GEDE KHARISMA YUDHA DHARMA

Siapa pun tahu apa itu tato. Apalagi dapat dengan mudah diketahui melalui internet atau bahkan mungkin ada yang telah memiliki tato di salah satu bagian tubuhnya.

 

I Gede Kharisma Yudha Dharma, Pontianak

Kata "tato" berasal dari bahasa Tahiti, "tatu" berarti menandakan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar atau lukisan pada bagian (anggota) tubuh. Tato kini sudah tidak menjadi hal yang tabu di masyarakat, perkembangannya begitu pesat mengikuti zaman. Berbagai kalangan mulai dari pelajar, karyawan, pengusaha, artis dan lainnya kini banyak yang penampilannya terlihat bertato. “Ada yang menganggap itu sebagai sebuah seni, gaya hidup, dan juga sebagai identitas diri,” kata Tian, 29 penggemar tato.

Ecko Chow penggemar tato lainnya, kini mengenyam pendidikan bisnis di IBN, Sydney, Australia. Saat ditemui Rakyat Kalbar dia sedang ditato. Pria 24 tahun itu memilih betis kakinya digambar bertemakan bajak laut. Ia pun menyempatkan diri bercerita.

 “Aku suka sih kalau tato, pertama kali bikin tuh sekitar lima tahun yang lalu, mungkin tato di kaki ini yang terakhir kalilah. Soalnya pasangan kurang begitu suka kalau aku bertato,” ucap Ecko sambil menahan sakit ketika jarum tato menusuk kakinya, Minggu (29/1).

Di Pontianak perkembangan tato mulai pesat, banyak yang kini tertarik untuk merajahi tubuhnya dengan tinta. Hal ini tentu saja menjadi peluang tersendiri bagi para seniman tato untuk membuka usahanya.

Christian adalah salah satu seniman tato asal Kota Pontianak yang kini membuka studio tato Anywhere Ink di Jalan Sepakat 2, Pontianak Tenggara. Ia mendirikan studionya ini sejak 2012 lalu.

 

“Awalnya tak ada kepikiran sih buat usaha di sini, tapi akhirnya jadi profesi juga. Ya dijadikanlah, kebetulan peminatnya juga ada,” ujar pria yang akrab disapa Tian itu.

Kini ia bertiga bersama Gandhi dan Momo bekerja merajah tubuh setiap harinya. Nama Anywhere Ink terinspirasi dari pengalaman ketika merintis awal karir dengan menerima jasa tato panggilan. “Jadi di manapun kita sikat buat bikin tato,” cerita Tian.

Pria kelahiran Kota Pontianak, 19 Januari 1988 ini bercerita, dirinya pertama kali belajar menggambar tato dari teman-temannya ketika berada di Sleman, Jogjakarta. Ia memang mencintai gambar sejak SMA. “Iseng sih, awalnya emang suka gambarkan, terus liat tato kayaknya tuh lebih seru, jadi coba-cobalah,” ungkap Tian.

Pria yang juga memiliki banyak tato di sekujur tubuhnya ini mulai aktif menggambar tato di tahun 2009. Pengalaman pertama menggambar tato di tubuh teman sewaktu SMA. “Korbannya teman sih, cuma sudah lupa gambar apa hahaha,” kenang Tian sambil tertawa. Tato juga memiliki jenis dan karakter gambar. Ada tato tribal, etnik, realis, biomekanik, kultur, religi, oldschool, newschool, dan masih banyak lagi. Menurut Tian, gambar tato tersulit yang pernah ia kerjakan adalah realis berwarna seperti gambar potret wajah. “Gambarnya kurt cobain tuh susah, karena harus detail dan bikin gambarnya kelihatan hidup,” cerita Tian.

Di Studio Anywhere Ink harga yang ditawarkan untuk pengerjaan satu gambar tato berdasarkan ukuran gambar percentimeternya. Setiap satu centimeter ukuran gambar akan dikenakan biaya sebesar Rp6.000 hingga Rp7000. Itu pun juga tergantung gambar, sulit atau mudah.  “Lebih bagus lagi sih sebenarnya kalau pakai perjam kayak studio di Jawa dan Bali. Kalau di sini belum bisa diterapkan seperti itu,” jelas Tian yang hari itu menggunakan topi hitam, kaos serta celana pendek cargo.

Ia juga berbagi pengalaman ketika menggambar tato dengan bayaran yang cukup besar, sekitar Rp15 juta. Saat itu dia diminta untuk menggambar tato sosok dewa menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa dengan ukuran besar berwarna hitam dan abu-abu di punggung seseorang.

 “Lumayanlah, itu pengerjaannya juga gak sebentar. Ada enam kali pertemuan untuk penyelesaiannya dalam waktu sebulan lebih,” ungkap Tian.

Tato sudah menjadi penghasilan utama yang ia nikmati selama ini. Menurutnya, di Kota Pontianak perkembangan tato juga sudah semakin pesat. Bahkan semakin banyak seniman tato (tattoo artist) yang bermunculan. Pelanggan tato pun kini sudah semakin beragam, mulai dari anak muda hingga dewasa.

Prospek keuntungan usaha studio tato ini juga cukup besar. Tian mengaku setiap bulannya ia bisa memperoleh keuntungan bersih hingga puluhan juta rupiah. Tapi itu juga tergantung kondisi.

 

“Pernah sebulan tak ada yang bikin tato. Tapi kalau ramai, sibuknya bisa sebulan penuh. Libur cuma hari Minggu, setiap hari ada saja orang yang bikin tato,” ceritanya.

Di Kota Pontianak sudah cukup banyak seniman tato yang membuka usahanya. Namun kebanyakan dari mereka membuka usahanya di rumah. Menurut Tian, jika persaingan usaha tato itu kembali lagi kepada pelanggan yang akan menilai mana yang bagus.

Pria yang kini tinggal bersama orangtuanya di Jalan Komodor Yos Sudarso, Gang Bayam, Perumnas 1 ini bercerita, awalnya keluarga tidak memberikan dia dukungan untuk membuka usaha studio tato. Namun ketika melihat dia dan teman-temannya mampu bertahan hidup dijalur yang dipilih, mereka pun akhirnya luluh dan mengerti.

Satu hal yang menjadi pesan dari orangtua Tian, yang penting jangan menambah banyak tato di tubuhnya. “Cukup kerja buat tato saja, tato jangan banyak-banyak hahaha,” ungkap Tian yang juga berniat membuka cabang di daerah luar Pontianak.

Tian juga bercerita, jika suatu saat ia berkeluarga dan memiliki anak, ia akan memberikan restunya jika sang anak juga ingin bertato. “Itu tak bisa kita larang, gimana ya? Bapaknya saja macam gitu, kan hahaha. Tapi ada batas umurnya lah, kalau mau bertato di atas umur 18 tahun,” tegas Tian sambil tertawa.

Setiap orang pasti memiliki panutan yang menjadi inspirasi dalam berkarya, tak terkecuali Tian. Dia memfavoritkan Domantas Parvainis seorang seniman tato asal Lithuania, Eropa Timur. Menurutnya, Doman memilik gaya menggambar yang berbeda dari lainnya. “Gambar realis yang dia hasilkan tuh dibikin beda, tapi keren,” katanya.

Untuk seniman tato nasional, ia menjagokan beberapa nama seperti Yohanes Ian dari Jogja, Beri Rock Ink, kemudian Ata Ink dari Bandung. “Mantap-mantap semua, kerenlah pokoknya,” ungkap Tian. Menurutnya, seniman tato Indonesia bisa bersaing jika dibandingkan dengan seniman tato dari luar negeri. Bahkan ia bercerita seniman tato dari Luxury Ink Bali pernah expo di Australia dan berhasil dapat juara tiga pada tahun 2016 kemarin.

Tian sendiri juga pernah mengikuti kontes tato di tingkat nasional seperti di Jogja, Solo, Jakarta dan Malang. Bahkan ia dua kali berturut-turut meraih juara tiga untuk kategori gambar tato black and gray dengan tema budaya Indonesia di Solo pada tahun 2012 dan 2013. “Di tahun 2012 saya gambar wanita dayak lagi gendong keranjang, terus yang di tahun 2013 saya gambar penari Bali,” ceritanya.

Kemudian di Surabaya tahun 2014 ia meraih predikat gambar tato berwarna terfavorit. Pada kontes bertemakan adat budaya Indonesia tersebut, dia menggambar potret wajah seorang wanita dayak dengan ciri khas anting di telinga panjangnya. (*)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Mei 2022 11:27

Lima Maling Motor yang Beraksi di Pontianak Utara Berhasil Ditangkap

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah Kecamatan Pontianak Utara…

Senin, 23 Mei 2022 11:26

Penularan PMK Meluas, Serang Empat Kecamatan di Pontianak

Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus…

Jumat, 20 Mei 2022 13:25

Kasus Korupsi Pajak Daerah, Jaksa Sita Tiga Bidang Tanah

Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan…

Minggu, 15 Mei 2022 11:40

Mess PABSI Dikosongkan, Atlet dan Pelatih Pasrah, Terancam Dibajak Provinsi Lain

 Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji akhirnya angkat bicara terkait kisruh penertiban…

Minggu, 15 Mei 2022 11:11
Pencegatan Ketua Komisi V DPR RI

Katanya Tak Ada Setingan, Kader PDI Perjuangan Kalbar Tersinggung Cuitan Midji

Ketua PDI Perjuangan Kota Pontianak Satarudin menyatakan, kejadian pencegatan rombongan…

Sabtu, 07 Mei 2022 12:50

Penumpang Feri Naik Tajam, Bikin Macet Jembatan Kapuas I

Jumlah penumpang feri penyeberangan Bardanadi – Siantan mengalami lonjakan cukup…

Kamis, 05 Mei 2022 13:19

Volume Sampah di Pontianak Meningkat, DLH Kerahkan 750 Petugas Pembersih Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Saptiko mengatakan, sejak…

Kamis, 05 Mei 2022 13:03

Tradisi Meriam Karbit Harus Dikembangkan

Permainan meriam karbit harus dikembangkan sebagai salah satu destinasi paling…

Senin, 25 April 2022 14:42

Tak Ada Dukungan Dana, Permainan Meriam Karbit Kian Berkurang

Sejauh ini, kelompok meriam karbit di kota Pontianak masih menemukan…

Rabu, 20 April 2022 16:12

Dewan Protes Proyek Trotoar

Proyek prestisius penanganan trotoar Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak dengan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers