UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 08 Januari 2017 08:50
Pemkot Bakal Sita Barang Tak Miliki SNI

PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Pontianak, Haryadi mengancam akan menyita barang-barang yang tak memiliki SNI jika ditemukan beredar di Pontianak. Salah satu yang jadi perhatian dia adalah produk listrik seperti kabel dan bola lampu.

“Kami akan melakukan pengawasan barang beredar tak ber SNI di Pontianak waktu dekat ini. Yang jadi perhatian saya adalah produk listrik seperti kabel dan bola lampu,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Jumat (6/1).

Dalam penindakan sebelumnnya kata dia, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Pontianak telah menemukan barang tak miliki SNI beredar di beberapa toko Pontianak. Upaya pemberitahuan dan sosialisasi telah dilakukan pada pedagang.

Apabila upaya yang dilakukan pihaknya sebelum ini tak diikuti para distributor, agen hingga tingkat pedagang, maka mereka akan dikenakan sanksi tegas. “Selain barangnya disita, kita akan cabut izinnya,” tegasnya.

Nanti pemantauan akan dilakukan dari tingkat pengecer, sub agen sampai distributor. Mengenai asal barang kata Haryadi ada dari buatan luar dan Indonesia. Untuk penyitaan memang belum sampai dilakukan, tapi dalam penindakan selanjutnya akan ada penyitaan.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin minta agar dinas terkait lakukan pengecekan produk listrik yang di jual di Pontianak. “Beberapa bulan terakhir kejadian kebakaran kerap terjadi di Pontianak. Salah satu penyebab kebakaran korsleting listrik,” ungkapnya.

Ia menduga produk listrik tanpa SNI bisa jadi penyebab kebakaran. Oleh karena itu, ada baiknya pengecakan barang tak ber SNI harus dilakukan. Ia tak ingin barang-barang tak ber SNI justru dijual belikan di Pontianak.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli barang-barang tak ber SNI. Belilah produk yang telah melalui uji standarisasi. Bagi pedagang sebaiknya tidak menerima barang-barang tak ber SNI dari distributor.  “Jangan karena untung. Barang yang dibeli oleh masyarakat juga harus dijaga kualitasnya. Kasihan masyarakat yang terkena dampaknya,” ungkapnya.(iza/rk)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 11:35

Harus Dilindungi, Ada 202 Jenis Burung Berkicau Diperdagangkan Secara Online

 Yayasan Planet Indonesia (YPI) mencatat sebanyak 202 jenis burung berkicau,…

Jumat, 17 Juni 2022 11:40

Kalbar Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kalimantan Barat (Kalbar) belum diimbangi…

Senin, 13 Juni 2022 10:56

Ketika Para Bocah Meraup Cuan di Kota Layak Anak, Mereka Ngaku Tak Terpaksa

Beberapa tahun ini, jamak dilihat anak-anak menenteng keranjang berisi dagangan.…

Rabu, 08 Juni 2022 23:55

Wali Kota Pontianak: Pelaku Usaha Masih Banyak yang Tidak Jujur

 Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, masih terdapat pelaku…

Rabu, 08 Juni 2022 23:53

Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Bikin Ketar Ketir 4 Ribuan Honorer di Pemkot Pontianak

Kebijakan penghapusan tenaga honorer di lingkup institusi pemerintah yang dikeluarkan…

Senin, 06 Juni 2022 10:56

Wali Kota Pontianak Kaji Pemutusan Tenaga Honorer

Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono belum bisa menanggapi soal…

Jumat, 03 Juni 2022 10:07

Solar Subsidi Dijual ke Industri, Polisi Ringkus 24 Tersangka

 Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalbar meringkus komplotan penampung dan penjual…

Jumat, 03 Juni 2022 10:04

Jangan Main-Main..!! Jika Tak Bayar PBB, TPP ASN Bisa Ditangguhkan

 Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pembayaran PBB menjadi…

Jumat, 03 Juni 2022 10:03

Lima Bandit yang Resahkan Warga Pontianak Berhasil Diringkus Polisi

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di beberapa wilayah Pontianak berhasil…

Senin, 30 Mei 2022 23:17

Dokter di Jongkong Tertangkap Saat Transaksi Sabu

Seorang oknum dokter berinisial F, yang bertugas di Kecamatan Jongkong,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers