UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 08 Januari 2017 08:41
Pedagang Pakaian Bekas Tak Pernah Masuk Penjara, Kata Jaksa, Barang Buktinya Tanya Polisi…Nah Lhoo…
GELEDAH GUDANG: Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi SW, memeriksa karung berisikan pakaian bekas di gudang milik Ahmad Tabrani, Jalan M Yamin, Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Jumat (6/1). DESKA IRNANSYAFARA

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pedagang pakaian bekas alias lelong di Kota Pontianak dan sekitarnya bisa jadi segera pensiun dini. Pasalnya, Polda Kalbar bakal menjadikan penjual lelong sebagai tersangka. Alasannya karena telah menjual barang-barang ilegal.

“Kita akan tertibkan semua toko lelong di Pontianak. Semuanya kena,” tegas Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi SW, usai menggeledah gudang pakaian lelong di kawasan Kota Baru, Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Jumat (6/1).

Meski tidak memberikan penjelasan secara detail kapan polisi akan menangkap semua penjual pakaian lelong di Pontianak, Suhadi memastikan hal itu bakal terjadi. “Secepatnya kita tertibkan,” ucapnya.  Kemarin siang, sejumlah pejabat Polda Kalbar mendatangi sebuah gudang lelong di sebelah Gang Murni, Jalan M Yamin, Pontianak Kota. Polisi mengamankan 45 karung berisi pakaian lelong.

“Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) mendapat informasi tentang adanya pemasokan pakaian lelong dari Malaysia. Kemudian tim yang dipimpin AKBP Sardo melakukan pengecekan di lapangan,” jelas Suhadi.

Setelah dicek, polisi menemukan 45 bal (karung) pakaian lelong dari Malaysia. “Yang memasukan barang itu adalah A. Dia nanti akan kita panggil dan dijadikan tersangka,” terangnya. Polisi menjerat A dengan Undang-Undang Kepabeanan dan UU Perdagangan. “Pemilik barang ini juga akan kita panggil. A merupakan orang Pontianak,” tambah Suhadi.

---------- SPLIT TEXT ----------

Yang menarik, ketika disinggung mengapa polisi baru menegaskan akan menangkap penjual lelong padahal diketahui bahwa perdagangan pakaian bekas terbilang mengakar di Kota Khatulistiwa, Suhadi menjawab: “Dulu sudah banyak (yang ditangkap,red)”.

Sambung dia, “Nanti kita akan lakukan penertiban. Karena di dalam UU sudah jelas, tidak boleh memasukan barang-barang ilegal, apalagi barang-barang bekas”. Suhadi menyampaikan, masyarakat tidak dilarang berjualan. “Tapi yang legal. Kalau yang begini, tidak boleh, karena dilarang UU. Mau mencari nafkah, cari yang legal, supaya tidak berurusan dengan kepolisian,” tuturnya.

Anehnya, meski Polda Kalbar menyatakan telah atau pernah menangkap para pedagang lelong yang bisa saja dihitung sebagai penyelundup barang ilegal, kasus-kasus tersebut sepertinya belum pernah sampai ke pengadilan. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Warih Sadono.

 

“Tidak ada, tidak pernah ada SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan),” ungkap Warih yang didampingi Asisten Pidana Umum (Aspidum)-nya, Willy Chaidir, kepada sejumlah wartawan di aula kantor Kejati, Jumat (6/1).

Artinya, jangankan sampai ke meja hijau, tak satupun kasus penyelundupan barang ilegal berupa pakaian bekas yang sampai ke kejaksaan. “Tidak ada perkaranya (yang dilimpahkan ke jaksa,red),” tegas Warih lagi.

Lantas, kemana pakaian-pakaian bekas maupun tersangka pedagang lelong yang pernah ditangkap polisi Kalbar? “Tanyakan kepada pihak kepolisian, kemana barang buktinya. Karena tidak ada perkaranya di kita,” jawabnya.

Di sisi lain, Adi, anak pemilik gudang pakaian lelong di kawasan Kota Baru, Sungai Bangkong, Pontianak Kota, menyebut tempat itu memang milik ayahnya. Dengan raut wajah bingung, ia menyampaikan bahwa karung yang diamankan polisi adalah barang dagangannya yang bakal dijual secara eceran. “Barang ini saya beli untuk dijual di toko depan gudang,” kata Adi kepada wartawan, kemarin.

Ia merasa bingung mengapa polisi mengamankan barang dagangan ayahnya. “Tiba-tiba saja ada polisi datang,” ungkapnya. Pria berkacamata itu menuturkan, ayahnya sudah bertahun-tahun jualan pakaian lelong dan tidak pernah bermasalah. “Kami jualan dari tahun 1993 dan kami ada izin,” beber Adi.

Senada, Ketua RT 03/RW 30, Gang Murni, Kelurahan Sungai Bangkong, Abdul Saleh mengatakan, pemilik toko pakaian lelong bernama Ahmad Tabrani. “Berjualan di sini sudah tiga tahun lebih. Tidak pernah ada masalah,” terangnya. (Deska Irnansyafara, Iman Santosa, Achmad Mundzirin)

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers