UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 23 Januari 2023 10:01
Karhutla Diprediksi Meningkat Tahun Ini, Termasuk di Kalbar
Karhutla terjadi di Jalan Aloevera, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis (3/3) sore. Api akibat kebakaran lahan tersebut telah mendekati pemukiman penduduk. (Arief Nugroho/Pontianak Post)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan, sejak tiga tahun terakhir (2020, 2021, dan 2022) curah hujan di Indonesia cukup tinggi. Di mana, hal tersebut berdampak terhadap berkurangnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bahkan, pada 2022, luas lahan yang terbakar pun menurun hingga 43 persen bila dibandingkan 2021.

“Operasional heli juga menurun jauh, hanya 24 unit yang water booming sepanjang 2022. Kemudian, untuk jumlah heli patroli turun 64 persen,” jelasnya saat menggelar RDP dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (18/1).

Namun, meskipun begitu, dikatakan Suharyanto, capaian tersebut lantas tidak membuatnya berbesar hati. Sebab, menurutnya, berdasar informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk musim panas pada 2023 ini akan berlangsung lebih lama. Sehingga, pihaknya pun memprediksi, di 2023 ini operasi penanganan karhutla akan lebih besar dari pada 2021 dan 2022.

“Sebagai persiapan terkait penanganan karhutla, BNPB ditugaskan melakukan TMC. Sementara, operasi darat dikoordinator KLHK dan unsur TNI Polri,” terangnya.

Terkait operasi udara, lanjut Suharyanto, pihaknya sejak awal Januari ini pun sudah kontingensi menyiapkan lebih banyak helikopter dibandingkan dengan 2021 dan 2022. Termasuk juga sudah menggelar rapat untuk teknologi modifikasi cuaca. Di mana, pada 2023 ini, pihaknya diperbolehkan menggandeng unsur swasta. Karena itu, saat ini, pihaknya pun tengah berusaha mencarinya.

“Selama ini, TMC hanya melalui pemerintah, dalam hal ini BRIN sebagai unsur ilmuwannya. Kemudian, untuk sarana prasarananya dari Angkatan Udara. Tapi, pesawat-pesawat Angkatan Udara itu terbatas. Sehingga pada saat dibutuhkan di beberapa titik bersamaan tidak mencukupi,” bebernya.

Dikatakan Suharyanto, sejak akhir dan awal tahun kemarin, pihaknya telah melaksanakan TMC di seluruh Jawa. Kemudian, saat ini berlangsung di Bali. Menurutnya, hasil TMC sangat bermanfaat. Bahkan juga strategis. Yakni dapat dilaksanakan pada saat musim hujan maupun kemarau. Terkait keberhasilan TMC, juga mendapat apresiasi dari Kemenhub dan BMKG.

“Provinsi prioritas karhutla itu ada enam provinsi (Rio, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan). Kalau semuanya dalam kondisi kekeringan dan terjadi karhutla, tentu dengan jumlah pesawat yang ada di TNI AU untuk melaksanakan operasi TMC itu kami rasa masih kurang,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Deputi Klimatologi BMKG Dodo Gunawan mengungkapkan, berdasar prediksi, untuk musim kemarau pada 2023 ini akan berlangsung normal. Sedangkan di tiga tahun ke belakang, musim kemarau tidak normal. Yakni kebanyakan hujan karena ada La Nina. Namun, hal tersebut membawa berkah tidak banyak karhutla dan produksi pertanian terbantu hujan. Walaupun ada bencana hidrometeorolgi, musim kemarau ada banjir.

“Pada 2023 ini tetap normal sesuai musim kemarau setiap daerahnya. Lebih kering iya dari tiga tahun tersebut, tapi keringnya kering normal sebagaimana musim kemarau umumnya, bukan seperti kemarau tiga tahun terakhir,” ujarnya. (gih)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 31 Januari 2023 12:02

Bekantan Jadi Target Perburuan dan Dijual ke Vietnam, Keberadaannya Kian Terancam

Kalimantan menyimpan banyak kekayaan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah Bekantan…

Selasa, 31 Januari 2023 11:59

Wacana Kenaikan ONH Tak Populer, Jemaah Haji Kalbar Terancam Tak Berangkat

Wacana kenaikan Ongkos Naik Haji(ONH) menjadi perbincangan hangat belakangan ini.…

Senin, 23 Januari 2023 10:01

Karhutla Diprediksi Meningkat Tahun Ini, Termasuk di Kalbar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan, sejak tiga…

Senin, 23 Januari 2023 09:58

Pemerintah Diminta Bantu Jaga Hutan Lindung Kio Kantang dari Aktivitas Ilegal

Masyarakat disekitar pusat Kota Bengkayang tengah menjaga ketat kawasan hutan…

Senin, 23 Januari 2023 09:56

Sungai Kapuas Kering, Warga Bantaran Kapuas Dulang Emas

 Musim kemarau menjadi berkah sendiri bagi warga bantaran Sungai Kapuas,…

Kamis, 12 Januari 2023 10:10

Perajin Mei Hua Kebanjiran Orderan Jelang Tahun Baru Imlek

Pohon mei hua merupakan simbol ketahanan dan ketekunan dalam menghadapi…

Kamis, 12 Januari 2023 10:09

Mulai Makan Korban...!! Gara-gara Lato-Lato Mata Bocah di Kalbar Dioperasi

 Lato-lato makan korban. Di Sungai Raya, bola mata seorang anak…

Kamis, 12 Januari 2023 10:00
Kaltim Pendapatan Nomor 1, Belanjanya Zona Merah

Kalbar Raih Pendapatan Peringkat Empat, Belanja Peringkat Tiga Nasional

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) sukses menduduki peringkat lima…

Kamis, 12 Januari 2023 09:56

Pelarangan Ekspor Bauksit Mentah Bisa Tingkatkan PAD Kalbar

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji optimis kebijakan pemerintah melakukan pelarangan ekspor…

Kamis, 05 Januari 2023 12:59

Gubernur Kalbar Minta OPD Kebut Pekerjaan, Dorong Proyek Dikerjakan Sejak Awal Tahun

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji seluruh kepala perangkat daerah di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers