UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 17 Desember 2016 08:11
Gugat Menggugat di Pilkades, dari Politik Uang, Pendaftaran Pemilih Hingga Salah Tulis di Ijazah
Bupati Melawai, Panji S.sos

PROKAL.CO,  

NANGA PINOH- Jabatan kepala desa jadi primadona. Apalagi pemerintah mengucurkan dana Rp 1 miliar lebih untuk pembangunan desa. Intrik, kampanye hitam dan berbagai dugaan kecurangan mencuat dalam pemiihan kepala desa. Gugat menggugat pun tak terelakkan.

Karena gugatan itulah, pelantikan kades serentak tertunda di Kabupaten Melawi. Bupati Melawi, Panji, S.Sos mengungkapkan, pembahasan soal waktu pelantikan Kades secara serentak masih dirapatkan bersama pihak terkait. “Kita berusaha menyelesaikan tepat waktu. Walau memang permasalahan yang berlebihan tidak ada. Hanya perlu diluruskan dan disesuaikan dengan aturan. Jadi akan ada satu kali lagi pertemuan, khususnya pada kecamatan yang ada persoalan Pilkades,” kata Bupati Melawi, Panji.

Sementara gugatan dari calon Kades yang kalah dan masuk ke BPMPD, terdiri dari berbagai laporan. Mulai dari dugaan ijazah palsu, politik uang hingga daftar pemilih. Kepala BPMPD-Kesbangpol Melawi, Junaidi mengungkapkan, gugatan seperti ijazah palsu ditujukan kepada Kades pemenang di Desa Tembawang Panjang, Kecamatan Nanga Pinoh. Dugaan politik uang di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu.

“Ada juga soal laporan pemilih yang eksodus dari desa lain ke TPS di Desa Penyengkuang,” katanya.

Namun, lanjut Junaidi, BPMPD sudah menegaskan, persoalan gugatan Pilkades semestinya diselesaikan terlebih dahulu di tingkat desa bersama panitia pilkades, panwas dan dibantu oleh unsur pimpinan kecamatan, seperti Camat dan Kapolsek.

Diselesaikan dalam waktu 20 hari di desa. Bila tak mampu baru diselesaikan di tingkat kabupaten. “Itu juga harus dengan surat tertulis dari panitia, terkait penyelesaian masalah gugatan Pilkades ini,” jelas Junaidi.

Berbagai gugatan ini, rata-rata baru disampaikan setelah pelaksanaan pungut hitung Pilkades serentak. Di mana Cakades yang kalah menjadi tak terima, kemudian menggugat hasil Pilkades yang dimenangkan calon lain. Namun BPMPD tidak bisa menahan tidak melantik Kades terpilih tanpa adanya laporan resmi dari panitia. “Yang bisa ditindaklanjuti hanya laporan Panwas dan panitia Pilkades,” ucapnya.

Camat Tanah Pinoh, Armansyah mengatakan, kasus gugatan Pilkades juga terjadi di Desa Pelita Kenaya di wilayahnya. Di kecamatan ini dari 10 desa yang menyelenggarakan Pilkades, ada tiga desa yang bermasalah dan menggugat Kades terpilih.

“Bahkan ada yang digugat hanya karena beda satu huruf di ijazah. Seperti di Pelita Kenaya, dimana Kades terpilih atas nama Suel digugat karena pada ijazah SD-nya tertulis Suil. Ini sempat dilaporkan dugaan ijazah palsu,” kata Armansyah.

Ia pun mengungkapkan, setelah dilakukan penelusuran oleh aparat terkait ke sekolah, ternyata kades terpilih tersebut memang benar pernah bersekolah hingga tamat. Soal nama, hal ini terjadi karena ia mengubah sendiri namanya di ijazah. Sehingga pada ijazah paket B dan C tertulis Suel.

“Persoalan ini pun selesai dan tinggal meminta surat keterangan dari dinas saja, bahwa memang ia lulus dari sekolah tersebut,” papar Armansyah.

Sementara di dua desa lainnya, Sukamaju dan Bata Luar terdapat gugatan terkait banyaknya pemilih yang tak menerima surat undangan Pilkades. Namun menurut Armansyah, gugatan tersebut disampaikan terlambat, maka tidak bisa diproses.

“Sudah melewati 1x24 jam gugatannya, artinya sudah kedaluarsa. Dari hasil rapat kita, tiga desa ini sudah tak ada lagi masalah,” katanya. (Dedi Irawan/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:32

Satu Warga Tanam Pohon Ganja

SANGGAU – Satu batang pohon ganja hidup disita Satuan Reserse…

Kamis, 27 Februari 2020 00:29

Hujan Melulu, Beberapa Sungai di Landak Meluap

NGABANG – Curah hujan yang meningkat sepanjang minggu ini mengakibatkan…

Minggu, 09 Februari 2020 21:56

11 Tahun Penantian, Masjid Ini Akhirnya Diresmikan

SAMBAS-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meresmikan Masjid Besar At-Taqwa Pemangkat,…

Minggu, 09 Februari 2020 21:47

Atraksi Tatung, Hadirkan Tamu Ke Pemangkat

PEMANGKAT – Barisan peserta tatung, tak putus-putus. Bahkan barisan para…

Selasa, 04 Februari 2020 23:56

Suami Ngamuk, Istri dan Tetangga Ditimpas

PUTUSSIBAU- Peristiwa berdarah terjadi di barak pemukiman perkebunan sawit di…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:21

Bupati Landak Kesal, Acara Belum Selesai Pejabat Sudah Ribut

NGABANG – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa meluapkan kekesalannya…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:17

Perusahaan Ini Dideadline 10 Hari untuk Bayar Pesangon

PONTIANAK–Alot, lelah dan sarat emosi mewarnai proses mediasi antara Serikat…

Kamis, 30 Januari 2020 22:43

Begini Akibatnya Kalau Main Korek dekat Bensin

SENGAH TEMILA – Yuliana Sumiati Perempuan (50), warga Dusun Keranji…

Kamis, 30 Januari 2020 22:41

Suami Istri Minum Racun Rumput, Ya Meninggal...!!

SINTANG – Warga Kecamatan Tempunak dihebohkan dengan meninggalnya pasangan suami-istri yang…

Kamis, 30 Januari 2020 13:33

Warga Sambas Susah Dapatkan Gas 3 Kg

Antrian warga memanjang untuk mendapatkan gas melon di sejumlah pangkalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers