UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Rabu, 09 November 2022 09:30
Kasus Pembangunan BP2TD, Polisi Dalami Peran Tersangka, Pengacara Heran Kerugian Negara Capai Rp32,4 M
MEGAH: Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah terlihat dari lokasi Taman Kota Mempawah. Pembangunan proyek BP2TD Mempawah itu diduga terjadi tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara mencapai Rp.32,4 miliar. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar terus mendalami peran masing-masing tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan BP2TD (Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat) di Kabupaten Mempawah, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp32,4 miliar, yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2016.

“Saat ini penyidik masih mendalami, apakah ada kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah atau tidak,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Raden Petit Wijaya, Jumat (4/11).

Menurut Petit, sejauh ini pihaknya telah menetapkan sebanyak enam orang tersangka, di antaranya Joni Isnaini, Razali Bustam, Nurlela, Prayitno, Gazhali dan Erry Iriansyah, anggota DPRD Kalimantan Barat. 

Keenam orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan perannya masing-masing. Pertama, tersangka Razali Bustam, direktur PT. Malabar Mandiri sebagai pelaksana paket pekerjaan 1.

Kemudian, Joni Isnaini yang sebelumnya terjerat kasus korupsi pembangunan jalan di Kecamatan Paloh, ia kembali ditetapkan sebagai tersangka proyek pembangunan BP2TD. Ia selaku Direktur PT. Batu Alam Berkah mengerjakan Paket 3. 

Selanjutnya, Nurlela direktur PT. Tehnik Jaya Mandaya mengerjakan proyek paket 4. Lalu, Erry Iriansyah, anggota DPRD Kalbar yang saat itu menjadi direktur PT. Rajawali Sakti Kalbar mengerjakan paket landscape.

Sedangkan Prayitno selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Gazhali yang berperan membantu penyediaan dokumen penawaran dan perusahaan pelaksanaan.

Atas perbuatannya itu, keenam tersangka disangkakan pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Selain itu, juga dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 ayat 1 Undang–Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pencucian Uang (TPPU).

Terpisah, penasehat hukum Erry Iriansyah, Ridho Fathant SH mengaku kaget dengan jumlah total kerugian negara yang mencapai 32,4 miliar. Menurut Ridho pembangunan BP2TD tersebut telah berjalan dan sudah dimanfaatkan sebagai mana mestinya sampai sekarang.

“Penyidik menyebut berdasarkan Perhitungan Kerugian Negara (KPN) mencapai Rp 32,4 miliar. Dari total kerugian negara, sekitar Rp22 miliar dibebankan dan ditanggung oleh pak Erry, dkk. padahal bangunan BP2TD telah dimanfaatkan dan tetap berjalan,” kata Ridho saat dihubungi Pontianak Post.

Ridho membenarkan bahwa kliennya sebagai pelaksana BP2TD itu. Selain sebagai pelaksana proyek untuk landscape, kliennya juga bekerjasama dengan perusahaan kontruksi lainnya.

“Pak Erry memang mengakui, jika dalam pengerjaan proyek itu dia bekerjasama dengan perusahaan lain. Mungkin karena ada persyaratan yang harus dipenuhi,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya akan melakukan berbagai upaya hukum, termasuk pembuktian, dalam arti apa-apa yang diatur dalam KUHAPidana, seperti menghadirkan bukti, saksi yang meringankan, menghadirkan ahli dan juga menghadirkan bukti-bukti lain yang mungkin belum terungkap dalam penyidikan.

“Semuanya harus dibuktikan di Pengadilan nanti,” terangnya.

Kunjungi BP2TD Mempawah

BP2TD Mempawah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDMP pertama dan satu-satunya di pulau Kalimantan. Kampus ini mulai dibangun sejak 2012 di atas lahan seluas 20 hektare, dan pada 2017 ini telah dapat beroperasi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 47 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Mempawah.

Tampak dari luar, Gedung BP2TD ini begitu megah dan mewah. Kampus penyelenggara diklat transpotasi darat itu terdiri dari beberapa bangunan bertingkat.

Belum lama ini, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Suryanbodo Asmoro, turut meninjau lokasi yang menjadi objek pembangunan yang menyebabkan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan BP2TD tersebut.

“Saya hanya sepintas melihat objek kerugian dan lokasinya di mana” ungkapnya saat mengunjungi Mempawah, Selasa (1/11).

“Kita ikuti hasil temuan kerugian negaranya kemudian cocokkan dan di mana saja letaknya. Karena pekerjaan seluas itu kan ada paket-paketnya, paket 1 dan seterusnya,” timpalnya.

Kapolda memastikan kasus tersebut sampai saat ini masih dalam pengembangan, termasuk dengan adanya penambahan tersangka, tergantung pengembangan kasusnya. “Untuk tersangka baru kita lihat perkembangannya,” pungkasnya. (arf)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 11:02

Lift Kerja Jatuh dari Lantai Enam, Buruh Bangunan Tewas

<p><strong>PONTIANAK</strong> &ndash; Sanuar, seorang buruh bangunan di Pontianak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers