UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 24 Oktober 2022 11:28
Kisruh PT PSP HPI dan Petani Plasma Tak Selesai
ilustrasi

 Kisruh nota kesepakatan PT Peniti Sungai Purun (PSP) HPI Agro Kalimantan Barat dengan petani plasma masih berlanjut. Keberadaannya yang harusnya menjadi solusi pengentaskan kemiskinan untuk masyarakat sekitar justru berbanding terbalik dengan kenyataan di Desa Sungai Purun Kecil, Peniraman, Nusapati, Galang dan Sungai Purun Besar. Janji perusahaan, bakalan memberikan bagi hasil 70 perusahaan dan 30 persen petani plasma tidak terwujud.

Hal tersebut diadukan berdasarkan laporan warga lima desa alias pemilik kebun plasma kepada anggota DPR dapil Kalbar, Daniel Johan. PSP HPI Agro yang merupakan bagian grup djarum juga tidak pernah memberikan data produktivitas sawit. Politisi PKB Kalbar ini berharap PT. PSP HPI Agro segera menindaklanjuti keluhan petani plasma memperbaiki tata kelola perkebunan yang dikelola agar tidak merugikan petani dan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

“Saya akan menindaklanjuti aduan para kepala desa yang terdampak dari kebijakan perusahaan yang tidak memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi bagian dari PT PSP HPI. Harusnya menjadi solusi dari permasalahan seperti pengangguran, kemiskinan di desa tetapi berdasarkan aduan masyarakat justru menjadi masalah baru,” ucapnya.

Menurutnya adanya perusahaan justru menjadi pemicu banjir di desa-desa yang berhubungan langsung dengan perusahaan. Sehingga rentan merusak lahan pertanian warga sekitar. Belum lagi sistem bagi hasil tidak fair untuk petani plasma. “Hal ini tidak bisa dibiarkan. Keberadaan PT.PSP sebagai anak perusahaan Djarum, hal ini sudah mencoreng nama besar dari PT. Djarum,” ucapnya Johan.

Dalam  pertemuan dengan perwakilan dan para kepala desa terdampak akan memberi waktu selama satu bulan kepada pihak PT. PSP HPI Agro untuk menindaklanjuti keluhan petani plasma dan kepala desa terdampak. Daniel meminta PT. PSP HPI Agro jangan sampai membuat malu PT. Djarum sebagai perusahaan induk.

“Jika dalam satu bulan keluhan petani plasma dan kepala desa terdampak dalam satu bulan tidak mendapat tanggapan yang baik, maka saya akan usulkan ke Komisi IV DPR RI untuk melakukan kunjungan kerja bersama dengan Kementrian terkait,” ucapnya.

Kunjungan kerja akan dijadwalkan ke perusahaan PT. PSP untuk dilihat secara langsung. Seperti apa manajemen dan kondisi lapangan sehingga aduan masyarakat dapat diatasi, “Jika perusahaan tidak koorperatif maka saya meminta kepada pemerintah untuk melakukan tindakan penutupan sementara sampai perusahaan memperbaiki segala tuntutan yang diminta masyarakat,” pungkas Daniel.

Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie menyebutkan, perusahaan sama sekali tidak ada empati ke petani plasmanya, dengan tidak mau menekan kesepakatan penyelesaian. DPRD Kalbar bahkan sudah menyurati Pemkab Mempawah untuk terus menindaklanjuti hasil pertemuan kemarin. “Kalau perlu dibekukan IUP konsensi lahan sawit tersebut untuk waktu tertentu. Harus berani memberikan penekanan, karena petani plasma yang menjadi korbannya,” ucapnya.

Affandie menambahkan bahwa PT.PSP HPI Agro Kalbar ngotot tak mau merevisi MOU 12 tahun silam yang pernah dibuatnya. Dengan keputusan tersebut, Pemkab Mempawah disarankan berani berbuat  keputusan tegas dan keras.

“Nanti yang akan menindaklanjuti yakni Pemkab Mempawah. Sebab, pemda setempatlah yang sudah memberi izin mereka. Pemkab Mempawah sebenarnya juga berhak mencabut izin, walaupun nantinya bakalan digugat,” ucapnya. (den)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 31 Januari 2023 12:06

Ditabrak Lari, Anggota Polres Mempawah Tewas di Tempat

 Brigpol Rio Wiranda, anggota Polres Mempawah menjadi korban dalam kecelakaan…

Selasa, 31 Januari 2023 12:05

Banjir Terpa Sejumlah Wilayah di Sambas

Hujan yang turun dari Sabtu (28/1) hingga Minggu (29/1) menyebabkan…

Selasa, 31 Januari 2023 11:58

Bupati Sambas Harap Masyarakat Waspada dan Siapkan Antisipasi Banjir

Langkah-langkah yang sifatnya segera sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sambas terkait…

Selasa, 31 Januari 2023 11:55

Tak Ada yang Memenuhi Syarat, Seluruh Pelamar Direktur RSUD Soedarso Gugur

Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk…

Selasa, 31 Januari 2023 11:54

Dibangun Miliaran Rupiah, Pasar Wisata PLBN Badau Sepi Pengunjung

Pasar Wisata Badau yang ada di Pos Lintas Batas Negara…

Senin, 23 Januari 2023 10:08

Beri Sanksi ASN Aktif Sibuk Cakada

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta Kepala Badan Kepegawaian dan…

Senin, 23 Januari 2023 10:04

Bejat, Oknum Guru Taekwondo Raba Dada Murid

Bukannya memberi contoh atau melindungi muridnya, oknum guru taekwondo di…

Senin, 23 Januari 2023 10:00

Sudah Mau Demo..!! Warga Seberuang Minta Polisi Segera Bertindak Atasi PETI

 Polisi di Kapuas Hulu diminta segera bertindak menangani kegiatan Pertambangan…

Senin, 23 Januari 2023 09:54

Warga Senebing Diterkam Buaya

Seorang laki-laki tenggelam dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dengan…

Senin, 16 Januari 2023 12:12

Diparang Anak, Ibu Tiri Tewas, Ayah Bersimbah Darah

Seorang ibu rumah tangga di Kembayan, berinisial UK, tewas bersimbah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers