UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 06 Desember 2016 08:56
Getaran Mirip Gempa Hebohkan Sekadau

PGN: Tidak Terdeteksi Gempa di Kalimantan

RETAK. Dinding rumah Blasius Moloi, warga Desa Batu Pahat, Kecamatan Nanga Mahap, yang mengalami kerusakan akibat getaran mirip gempa, Senin (5/12). WARGA BATU PAHAT for RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, SEKADAU-  Warga Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, dikejutkan dengan getaran mirip gempa, Senin (5/12) sekitar pukul 11.20. Beberapa bangunan dikabarkan rusak ringan. Getaran tidak dirasakan menyeluruh di kecamatan itu. “Seluruh warga dan undangan yang ada tidak merasakan adanya getaran. Tapi ada beberapa warga di tempat lain yang merasakannya,” ucap Kapolsek Nanga Mahap Ipda PSC Kusuma Wibowo.

Meski demikian, ia mengaku ada warga yang merasakan getaran. Diantaranya di Dusun Engkayak dan Dusun Tanjung yang merupakan bagian Desa Nanga Mahap. “Tapi di tempat kami acara Safari Natal tadi tidak merasakan adanya getaran. Padahal, jarak tempat acara safari dengan Dusun Enkayak hanya sekitar 1 Km,” paparnya.  “Tapi anggota Bhayangkari yang tinggal di asrama Polsek Nanga Mahap ada yang merasakannya,” lanjut dia.

Gita, salah seorang anggota Bhayangkari yang tinggal di asrama Nanga Mahap mengaku merasakan getaran itu. “Tapi tidak lama. Hanya sekitar dua sampai tiga detik,” ucapnya. Sambung dia, getarannya seperti ada yang membunyikan meriam karbit.

Selain Engkayak dan Dusun Tanjung, getaran juga dirasakan warga di dekat SMAN 1 Nanga Mahap, pasar di sana, dan di wilayah Desa Batu Pahat. Bahkan, dinding rumah di Batu Pahat ada yang retak. Beberapa perabotan, seperti piring dan gelas, pun ikut bergetar.

Warga RT 1 Dusun Batu Pahat, Blasius Moloi mengakui merasakan goncangan. “Rumah saya berbunyi seperti ada yang menabrak dengan mobil,” ucap pria 43 tahun itu.

Kata dia, saat goncangan terjadi, dirinya tengah berada di teras rumah mengobrol dengan tamu. “Semen dinding rumah saya dekat pintu depan, retak. Dua sisi rumah bagian dapur juga ikut retak,” ulas Moloi.

Ia pun spontan keluar rumah untuk mencari apa yang terjadi. “Tetangga saya di belakang rumah, Romi, juga keluar dan menanyakan ada apa,” tuturnya.

Camat Nanga Mahap, Hermanto, membenarkan kehebohan warga terkait getaran itu. “Saya sudah laporkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sekadau,” ujarnya.

Sejauh ini, pihak kecamatan masih belum mengetahui secara persis apakah hal tersebut betul-betul gempa. “Kita masih tunggu dari BPBD. Yang jelas, sekarang sudah kita data dan sementara ini hanya ada satu bangunan yang rusak ringan,” tukas Hermanto.

---------- SPLIT TEXT ----------

Sementara itu, pihak BPBD Sekadau sendiri mengaku belum bisa menentukan apakah getaran itu memang diakibatkan gempa. Yang pasti, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pontianak. “Untuk sementara, pihak BMKG belum memberikan kejelasan apakah memang ada gempa di Mahap,” ucap Akhmad Suryadi, Kepala BPBD Sekadau.

Dikatakannya, kemungkinan gempa terjadi di Sekadau sangat kecil. Pasalnya, Sekadau dan Kalimantan bukanlah daerah yang dilintasi lempengan kerak bumi yang bisa menimbulkan gempa seperti daerah lainnya.  “Makanya kita belum bisa pastikan. Lagian, informasi dari BMKG Pontianak juga belum bisa memastikan penyebab getarannya,” terangnya.

Menurut Prakirawan Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Septikasari, laporan dari Akhmad telah diterima pihaknya. Dan sudah dilaporkan ke BMKG pusat. “Namun katanya tidak terdeteksi gempa," ujar dia.

Senada, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pontianak, Sri Ningsih. Ia mengaku sudah mendapatkan laporan getaran di Mahap dari Akhmad. “Informasi ini sudah kita teruskan ke PGN (Pusat Gempa Nasional) BMKG di Jakarta,” ucapnya.

Budi, prakirawan PGN di BMKG Jakarta juga mengakui jika sudah mendapatkan permintaan informasi getaran di Nanga Mahap dari BMKG Supadio Pontianak. “Tapi dari hasil pengecekan kita, di waktu dimaksud tidak terdeteksi adanya gempa di Kalimantan,” terangnya via telpon kepada Rakyat Kalbar.

Menurut informasi yang dia dapat, getaran di Mahap terjadi sekitar pukul 11.20 Wib. Di waktu yang hampir bersamaan, atau 12.40 Wit, memang terjadi gempa di dekat Manado, Sulawesi Utara. “Kekuatan gempa di Manado itu 4,3 skala richter (SR). Sementara di Kalimantan, nihil,” tegas Budi. (Abdu Syukri dan Syamsul Arifin)

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers