UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 16 Agustus 2022 11:29
Otak Pembunuhan Bendahara KONI KKU Ternyata Oknum TNI, Pelaku Dibayar Rp 2 Juta
PELAKU: Polres Bogor memperlihatkan para pelaku pembunuhan Ketua KONI Kayong Utara di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kemarin. Terungkap bahwa otak pembunuhan adalah oknum TNI AU. (HENDIAN RADAR BOGOR)

 Pelaku pembunuhan mayat dalam karung, yang ditemukan di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, akhirnya dibuka Polres Bogor, Kamis (11/8).

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menjelaskan, ada empat pelaku dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Ahmad Nurcholys (AN) Bendahara KONI Kayong Utara itu. “Iya empat pelaku,” katanya kepada para pewarta media saat ekspos kasus tersebut. 

Tarigan memaparkan, empat pelaku berinisial AK, AA (37), D(37) dan RH (25).  “Pelaku berinisial AK merupakan otak pembunuhan berencana tersebut,” paparnya.

AK membayar tiga pelaku lainnya untuk menghabisi nyawa AN, dan membuangnya dalam karung. “Tiga pelaku ini dibayar Rp2 juta  per orang untuk menghabisi nyawa korban,” tukasnya. AK sendiri merupakan seorang anggota TNI AU. Hal itu dikatakan Kasat Reskrim AKP Siswo Tarigan. “Pelaku AK anggota TNI sehingga Polres Bogor berkordinasi dengan Sat Polisi Militer (POM) TNI  Angkatan Udara (AU) Lanud Atang Sendjaja untuk melakukan penangkapan pelaku tersebut,” katanya kepada Radar Bogor (Jaringan Pontianak Post), Kamis (11/8).

Tarigan memaparkan, pelaku berdinas di Kalimantan Barat. “Sebenarnya berdinas di Kalimantan Barat. Keberadaan pelaku di sini sedang peserta didik, tetapi organik tugasnya di angkatan darat, ditahannya di Lanud. Pelaku tidak melawan dan kooperatif,” tukasnya. 

Adapun motif pelaku pembunuhan berencana terhadap Ahmad Nurcholys adalah utang piutang. Tersangka AK membunuh korban lantaran kepepet ditagih utang oleh korban AN. 

“Pembunuhan berencana itu bermula dari korban yang merupakan  bendahara KONI di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat. Korban ini menggunakan dana KONI sebesar Rp600 juta untuk kepentingan pribadi dan akan dilaksanakan audit,” tuturnya.

Akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk berupaya menagih utang pada temannya AK yang merupakan otak pelaku pembunuhan. AK utang kepada korban Rp300 juta.

“Seingat korban, pelaku ini memiliki utang kepadanya. Jadi, sejak 12 Juli itu, korban sudah berada di Bogor untuk menagih utang,” tuturnya.

Pusing dengan upaya korban yang selalu menagih, AK meminta bantuan tersangka lainnya yakni AA, DD dan RH untuk membunuh AN. Keempat tersangka juga mulai membagi tugas seperti membeli alat-alat untuk membunuh korban.

Pada 30 Juli, pelaku menawarkan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan korban dengan cara menggunakan jasa pencetakan uang palsu di daerah Sukamakmur.

“Karena korban ini adalah orang baru, pelaku mensyaratkan korban harus mau ditutup matanya dan diikat tangannya saat menuju lokasi. Bahkan untuk meyakinkan korban, salah satu pelaku yang ikut dalam rombongan berpura-pura mau diikat tangannya dan ditutup matanya,” tutur Tarigan.

Tidak jauh dari TKP, korban pun dihabisi. Pertama, salah satu pelaku AK yang duduk di baris paling belakang memiting leher korban. Kemudian tersangka D membekap korban dengan jaket sampai si korban mati lemas.  “Untuk lebih memastikan lagi bahwa korban mati, kemudian AK memerintahkan kepada  RH untuk menjerat leher korban dengan tiga tali ripet. 

“Korban dibuang oleh AK, RH dan D di jembatan Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur,” tukasnya.

Terhadap keempat pelaku disangkakan pasal 338 KUHP, 340 KUHP dan 365 KUHP. “Kenapa 365 KUHP? Karena ada barang-barang korban yang diambil dan dimiliki oleh para pelaku. Adapun ancaman pidananya terhadap empat orang tersebut maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban angkat bicara terkait isu tentang anggaran KONI Kayong Utara senilai Rp 600 juta yang diduga digelapkan oleh korban.

Abang kandung korban, Salam Sholihun menjelaskan, beberapa waktu lalu Ketua KONI Kayong Utara Daud Cino Yordan bertandang ke rumah orang tuanya, di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara guna membahas persoalan tersebut.

“Nominal tidak tahu saya. Tetapi memang disampaikan Bang Daud (terkait uang KONI, Red). Kami baru tahu pas meninggal ini,” katanya Kamis (11/8).

Terkait permintaan pihak KONI Kayong Utara yang meminta pihak keluarga almarhum untuk bertanggung jawab mengembalikan uang KONI yang terpakai, ia mengaku keberatan. Apalagi korban semasa hidup tidak pernah bercerita mengenai permasalahan ini.

“Kami sekeluarga keberatanlah mengganti. Kami sekeluarga tidak tahu masalah si korban ini dengan uang KONI. Dengan orang tua tidak pernah cerita, sama istri tidak pernah juga,” katanya. Terkait hal ini, Ketua KONI Kayong Utara Daud Yordan belum dapat  memberikan  keterangan. (all/c/dan/mam)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 27 September 2022 11:46

Tagihan Air Bersih Tak Wajar Bisa Minta Hitung Ulang

 Ketua Komisi II DPRD Sanggau, Hendrykus Bambang menyampaikan bahwa kenaikan…

Selasa, 27 September 2022 11:45

Posisi dan Warna Kurang Pas, Gubernur Kalbar Tak Puas Gedung Baru SMK Unggulan Sambas

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji merasa kurang puas dengan hasil…

Selasa, 27 September 2022 11:43

Gubernur: Sebagai Kota Pariwisata RS di Singkawang Harus Representatif

Melanjutkan kunjungan kerja (kunker) di wilayah pantai utara (pantura) Kalimantan…

Senin, 26 September 2022 10:38

Kalbar Punya 1.182 Tenaga Apoteker 33 Persen Terpusat di Kota Pontianak

Di tataran masyarakat, sebagian masih belum mengetahui peran apoteker dalam…

Senin, 26 September 2022 10:34

Suami di Dalam Rumah Orang, Oknum Polwan Marah-Marah dan Jambak Rambut Korban

Hendri Rivai, penasihat hukum V, mempertanyakan kelanjutan kasus pencurian telfon…

Senin, 26 September 2022 10:31

Saling Ejek Tidak Bisa Mancing, Baku Hantam di Kapal

 Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Hidayat mengungkapkan, untuk pelaku percobaan…

Jumat, 23 September 2022 11:03

Pamit Menjala Ikan, Parto Tenggelam di Sungai Pawan

 Parto (43), warga Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan tenggelam di…

Kamis, 22 September 2022 10:15

Penemuan Mayat Tanpa Kepala Hebohkan Singkawang

 Warga menemukan sesosok mayat dengan kepala dan badan terpisah. Diduga…

Kamis, 22 September 2022 10:14

Raja Muda Mempawah Diperkenalkan, Ini Dia Sosoknya

Pagelaran adat budaya robo-robo Kerajaan Amantubillah tahun 2022 ini dirasakan…

Kamis, 22 September 2022 10:12

MANTAP..!! Landak Produksi Beras dan Jagung Nomor Satu di Kalbar

 Kabupaten Landak menjadi daerah penghasil beras dan jagung tertinggi di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers