UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 01 Agustus 2022 11:12
Wakil Bupati Bengkayang Minta Kerjasama Tangani Tambang Ilegal
PETI : Petugas PDAM Tirta Bengkayang saat memasang baliho dan plang berisikan pesan larangan aktivitas penambangan emas tanpa izin di sekitar aliran hulu intake Madi yang merupakan pusat air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Bengkayang. SIG / BENGKAYANG. ISTIMEWA

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal mengajak semua pihak untuk bersama-sama bersinergi dalam menangani masalah penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bengkayang. Wabup Rizal menyebut, penanganan PETI memerlukan kerja sama semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, serta peran masyarakat dari semua elemen.

“Tentunya kita sangat berharap semua pihak dapat bersama-sama menyelesaikan tambang ilegal atau lebih dikenal PETI di Bengkayang,” ajaknya, Kamis (28/7).

Dia meyakini, dengan adanya kerja sama yang baik antar lini, penertiban dan pembinaan terhadap pelaku PETI sangat mungkin dan bisa dilakukan.

Wabup Rizal menyebut, penindakatan terhadap pelaku PETI, terutama yang menggunakan alat berat juga harus dilakukan. Hal itu perlu dilakukan sebagai efek jera bagi para pelaku PETI. “Apalagi maraknya aktivitas PETI itu berdampak pada kehidupan. Salah satunya menyebabkan lingkungan rusak,” tuturnya. 

Bahkan, lanjutnya, di Bengkayang aktivitas PETI sampai mencemari sumber air bersih di intake Madi, di Kecamatan Lumar. Ini membuktikan, dampak PETI jelas-jelas merugikan banyak pihak.

“Tercatat 35 ribu orang Bengkayang bergantung pada sumber air bersih tersebut terkena dampak PETI. Maka dari itu, saya harap stakeholder lintas sektoral bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan PETI di Kabupaten Bengkayang yang kita cintai ini,” tutupnya.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkayang, Albert Pandur Sae Pudaba meminta komitmen pihak berwenang dalam menangani masalah PETI. Pandur mengingatkan, agar pihak berwajib, tak hanya menangkap pekerja semata, namun juga diminta untuk meringkus pemodal.

“Begitu juga kepala daerah. Harus serius tangani persoalan ini lewat kebijakan yang tepat,” tegas Pandur.

Dia menilai, aksi nyata dalam pemberantasan PETI sampai sekarang belum terlihat. Hal tersebut menurutnya menjadi bukti, belum adanya keseriusan dalam memberantas praktik PETI, khususnya di Bumi Sebalo.

“Padahal dampak negatif dari PETI sangat terlihat di depan mata. Lingkungan rusak. Di sisi lain, tak sedikit pekerja PETI meninggal saat bekerja. Sangat disayangkan apabila kejadian yang sama terus berulang tanpa ada upaya serius untuk menghentikan,” timpalnya.

Padahal, sambung Pandur, kegiatan PETI jelas-jelas berdampak besar pada kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Karena itu, penegakan PETI ini harus dilakukan dengan tegas oleh semua pihak. Khususnya aparat dan pemerintah,” kata Albert Pandur Sae Pudaba.

Maka dari itu, dia meminta agar kedepan terkait penyelesaian PETI harus ada komitmen yang kuat dan konsisten. Harus ada keseriusan. (Sig)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:35

Pemotor Tertabrak Saat Hindari Lubang, Korban Tewas ASN Pemkab Landak

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:33

Perlu Perhatian..!! Angka Stunting Sintang Tertinggi Kedua se-Kalbar

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Kalimantan…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:32

Pemotor Tewas Tabrak Truk Tangki

 Kecelakaan maut terjadi di KM 49,7 Jalan Raya Sungai Pinyuh…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:29

Otak Pembunuhan Bendahara KONI KKU Ternyata Oknum TNI, Pelaku Dibayar Rp 2 Juta

 Pelaku pembunuhan mayat dalam karung, yang ditemukan di Kampung Arca,…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:52

Masalah Keluarga, Ibu Rumah Tangga Akhiri Hidupnya

Seorang ibu rumah tangga, TS (40), ditemukan tewas gantung diri…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:50

Di Ketapang, Polisi Amankan Ribuan Liter Solar Subsidi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang menangkap pelaku penimbun bahan…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:50

Menkes : Sudah 50 Jutaan Warga yang Vaksin Booster

 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (9/8) menyempatkan diri menyambagi…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:46

Modal Rp20 Ribu, Pria 56 Tahun Cabuli Bocil 12 Tahun

PRIA MZ (56) harus berurusan dengan hukum. Pasalnya pria warga beralamat…

Senin, 08 Agustus 2022 09:44

BENCANA DI KALBAR..!! 2.984 Rumah Terendam, 13.335 Penduduk Terdampak

Banjir yang terjadi sejak Jumat (5/8) di lima kecamatan di…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:23

Banjir Landa Lima Kecamatan di Kapuas Hulu, Jembatan Rusak, Anak Tenggelam

Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (5/8). …

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers