UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 28 Juni 2022 11:42
GIMANA INI..? Pemprov dan DPRD Kalbar Cari Solusi 400 Tenaga Honorer S1 dan S2

DPRD Kalimantan Barat mendukung langkah Pemprov (Gubernur Kalbar, Sutarmidji) mencari solusi terbaik terkait rencana pemerintah melakukan penghapusan tenaga honorer tahun 2023.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat edaran penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023. Surat edaran bernomor B/165/M.SM.02.03/2022 itu telah diundangkan pada 31 Mei 2022.

Ketua Komisi V DPRD Kalbar Edy R Yacoeb menyebutkan bahwa penghapusan tenaga honorer memang memunculkan keresahan di kalangan mereka. Harusnya pemerintah pusat membuat semacam kearifan lokal lantaran tenaga honorer yang bekerja sudah sangat lama, belum diangkat-angkat.

“Harusnya memang pempus ada kebijakan baru, terutama tenaga honorer pendidikan, tenaga guru dan bidang kesehatan. Jumlah mereka justru paling banyak,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, katanya, memang pernah dibuka peluang test untuk tenaga honorer. Ternyata ketika dilakukan ujian, kasarnya tidak lulus atau belum masuk penilaian. Penyebabnya rating penilaian dari pempus terlampau tinggi. Harusnya test-test semacam itu diperhitungkan pempus, sebagai pemberi NIP kepada mereka yang sudah mengabdi lama.

“Ini kan tidak. Semuanya dipukul rata. Kebijakan emosional seperti begini bakalan berdampak daerah,” kata dia. 

Komisi V dan Komisi I DPRD Kalbar sendiri sudah melakukan rapat kerja mencari penyelesaian tenaga honorer. Solusinya tadi pempus harus berani membuat kebijakan berbau kearifan lokal.

“Ini yang sampai sekarang belum ketemu titik temu. Kami sudah ketemu pempus (Kementriaan Pendidikan dan BKN), namun hasilnya memang belum ada. Tapi kami akan terus cari jalan keluar bagi 400-an tenaga honorer dengan status S1 dan S2,” ucapnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan mencari solusi terkait rencana pemerintah melakukan penghapusan tenaga honorer per 28 oktober 2023. Midji sapaan karibnya menyebutkan bahwa seluruh tenaga honorer dan kontrak di lingkungan Pemprov Kalbar semula berjumlah 1353. Namun, 983 orang sudah berhasil dialihkan.

“Kita tinggal mencari solusi untuk 400 an orang tenaga honor yang rata-rata S1 dan S2,” tulis Gubernur Sutarmidji di akun Instagram @bang. midji, kemarin.

Oleh karena itu, Gubernur Sutarmidji berharap, gonjang-ganjing penghapusan tenaga honorer dan kontrak tak mengganggu kerja honorer. Ia menjamin, Pemprov Kalbar akan mencari solusi terbaik untuk mereka.

“Kita sedang cari solusinya,” ucapnya. 

Pemprov Kalbar akan berupaya agar semua tenaga honorer dan kontrak tetap dapat bekerja dengan gaji yang sama.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan, penghapusan tenaga honorer merupakan mandat Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Dalam aturan itu, masa kerja honorer diatur hingga 28 Oktober 2023. Aturan tersebut mengamanatkan status kepegawaian di lingkungan instansi pemerintah wajib terdiri hanya dua jenis yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan PPPK.

“Sebetulnya, amanat PP ini justru akan memberikan kepastian status kepada pegawai,” kata Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulis, Jumat (3/6).

Tjahjo Kumolo mengatakan, ketika tenaga honorer menjadi PNS, mereka sudah memiliki standar penghasilan dan kompensasi sendiri. Begitupun saat mereka diangkat sebagai outsourcing di suatu perusahaan, di mana sistem pengupahannya tunduk pada aturan. Tjahjo Kumolo telah meminta pejabat pembina kepegawaian melakukan pemetaan pegawai non-ASN di lingkungan instansi masing-masing.

“Dan bagi (pegawai non-ASN) yang memenuhi syarat dapat diikutsertakan atau diberikan kesempatan mengikuti seleksi calon PNS maupun PPPK,” ucapnya. (den)

 

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:35

Pemotor Tertabrak Saat Hindari Lubang, Korban Tewas ASN Pemkab Landak

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:33

Perlu Perhatian..!! Angka Stunting Sintang Tertinggi Kedua se-Kalbar

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Kalimantan…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:32

Pemotor Tewas Tabrak Truk Tangki

 Kecelakaan maut terjadi di KM 49,7 Jalan Raya Sungai Pinyuh…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:29

Otak Pembunuhan Bendahara KONI KKU Ternyata Oknum TNI, Pelaku Dibayar Rp 2 Juta

 Pelaku pembunuhan mayat dalam karung, yang ditemukan di Kampung Arca,…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:52

Masalah Keluarga, Ibu Rumah Tangga Akhiri Hidupnya

Seorang ibu rumah tangga, TS (40), ditemukan tewas gantung diri…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:50

Di Ketapang, Polisi Amankan Ribuan Liter Solar Subsidi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang menangkap pelaku penimbun bahan…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:50

Menkes : Sudah 50 Jutaan Warga yang Vaksin Booster

 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (9/8) menyempatkan diri menyambagi…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:46

Modal Rp20 Ribu, Pria 56 Tahun Cabuli Bocil 12 Tahun

PRIA MZ (56) harus berurusan dengan hukum. Pasalnya pria warga beralamat…

Senin, 08 Agustus 2022 09:44

BENCANA DI KALBAR..!! 2.984 Rumah Terendam, 13.335 Penduduk Terdampak

Banjir yang terjadi sejak Jumat (5/8) di lima kecamatan di…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:23

Banjir Landa Lima Kecamatan di Kapuas Hulu, Jembatan Rusak, Anak Tenggelam

Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (5/8). …

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers