UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 28 Juni 2022 11:36
Ternyata Ini Penyebab Langkanya Pupuk Subsidi di Kalbar

Kuota dan Kebutuhan Timpang

ilustrasi

 PT Pupuk Indonesia (Persero) menjawab keluhan petani terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Kalimantan Barat. SVP PSO Wilayah Timur Pupuk Indonesia, Muhammad Yusri mengatakan, tahun ini memang kuota pupuk bersubsidi mengalami pengurangan. Menurut dia kenaikan ini berkaitan dengan alokasi anggaran dari pemerintah. Sehingga yang terjadi sesungguhnya di tingkat petani bukan lah kelangkaan, tetapi memang keterbatasan kuota subsidi oleh pemerintah.

“Usulan untuk pupuk subsidi di Kalbar sekitar 650 ribu ton. Sementara yang disetujui sebesar 140 ribu ton. Hal ini juga berlaku untuk nasional dimana kebutuhan sekitar 25 juta ton, sedangkan alokasi untuk tahun ini 9 juta ton,” ujarnya saat jumpa pers di Pontianak, (22/6).

Menyoal harga pupuk subsidi, dia menjelaskan, belum ada kenaikan harga eceran tertinggi (HET). Yusri menegaskan, bila ada yang kios atau distributor yang menjual harga pupuk subsidi di atas harga HET, maka akan ada sanksi berat bagi mereka. “Apabila kami temukan, tidak segan untuk memberikan sanksi tegas kepada distributor dan kios. Kami berkomitmen pupuk subsidi harus betul-betul bisa tersalurkan sesuai,” tegasnya. 

Lebih lanjut Yusri menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi dengan berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada distributor dan kios resmi untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Yusri juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerja sama kepada distributor dan kios resmi yang kedapatan terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi. Pupuk Indonesia juga siap mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyelewengan pupuk bersubsidi yang terjadi di Kalbar. 

Dia akui dia, memang terjadi ketimpangan harga yang jauh antara pupuk subsidi dengan pupuk komersial. Pupuk urea bersubsidi misalnya, harganya sekira Rp2.000 per kilogram. Sementara di pasaran, harga pupuk jenis ini tembus Rp12 ribu untuk ukuran berat yang sama. Hal ini membuat sebagian pihak bermain untuk mengambil keuntungan dengan membeli pupuk subsidi dari petani dan dijual ke pasaran dengan harga normal. Namun hal tersebut bukan menjadi alasan untuk menyelewengkan pupuk bersubsidi, lantaran pupuk ini diberikan kepada para petani kecil yang membutuhkan. “Makanya penyaluran pupuk subsidi tidak bisa sembarangan,” tegas dia.

Sejauh ini, PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi di Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 55.022 ton hingga 21 Juni 2022. Jumlah ini sudah mencapai 39% dari total alokasi pupuk bersubsidi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 140.273 ton. Penyaluran tersebut terdiri dari lima jenis pupuk bersubsidi, yaitu pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK, dan Organik Granul. Rinciannya, pupuk Urea sebesar 17.815 ton, NPK 28.352 ton, SP-36 2.506 ton, ZA 1.978 ton, dan organik 4.372 ton. “Selain itu, kami juga telah menyalurkan pupuk organik cair sebanyak 684 liter kepada petani di Kalimantan Barat,” jelas Yusri.

Adapun stok pupuk bersubsidi produsen di Kalbar total mencapai 5.335 ton. Jumlah ini jauh lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah. Secara teknis, Pupuk bersubsidi di Provinsi Kalimantan Barat disalurkan oleh dua anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Petrokimia Gresik. 

Dalam penyalurannya, Pupuk Indonesia memiliki jaringan pemasaran dan distribusi yang memadai di Provinsi Kalimantan Barat. Adapun jaringan distribusi ini terdiri dari 21 distributor, 256 kios pengecer resmi, 14 unit gudang dengan total kapasitas sekitar 45.300 ton, serta memiliki 12 personil petugas lapangan untuk melayani sejumlah 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Adapun stok pupuk bersubsidi secara nasional hingga Juni 2022 mencapai sebesar 1.394.766 ton. Rinciannya, pupuk Urea 939.252 ton, NPK 329.508 ton, SP-36 42.058 ton, ZA 51.273 ton, dan Organik 32.675 ton. Jumlah ini jauh lebih banyak dari stok ketentuan minimum, dan Pupuk Indonesia senantiasa menyalurkannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Yusri juga mengungkapkan bahwa kelancaran proses produksi pupuk juga berkat adanya ketersediaan bahan baku pupuk. Terutama phosphate (DAP dan Rock Phosphate) dan kalium (KCl), di mana Pupuk Indonesia secara umum berhasil menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk hingga akhir tahun ini.

Yusri mengatakan bahwa jaminan pasokan phosphate dan kalium untuk Pupuk Indonesia hingga akhir tahun ini adalah berkat dukungan pemerintah, terutama Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian. Karena ketersediaan bahan baku dan kestabilan pasokan pupuk nasional menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global, terutama dampak dari perang Rusia dan Ukraina.

“Perlu kita pastikan ketersediannya, karena phosphate dan Kalium ini merupakan bahan baku dari hasil tambang yang tidak tersedia dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri,” ungkap Yusri. (ars)

 

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:33

Seleksi Pejabat Pemprov, Sekda Kalbar Bilang Jangan Coba-Coba Nyogok!

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah memulai seleksi terbuka…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:48

Jokowi Sedih Dengar Warga Berobat ke Luar Negeri

Rumah Sakit (RS) terbesar di Kalimantan Barat (Kalbar) RSUD Soedarso…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:28

Cerita Masyarakat yang Hidup Berdampingan dengan Sungai Kapuas

Pandai berenang dinilai banyak orang menjadi salah satu keharusan bagi…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:24

Nasib Masyarakat di Tengah Himpitan Status Kawasan Hutan

Sejatinya, hutan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di…

Sabtu, 30 Juli 2022 12:13

Malu Ditagih Hutang 200 Ribu, Pemuda 24 Tahun Gantung Diri

Peristiwa Gantung diri Seorang Pemuda di Monterado membuat geger. Kejadian…

Jumat, 29 Juli 2022 12:47

Warga Pilih Berobat ke Malaysia, Gubernur Soroti Kualitas Layanan Rumah Sakit di Kalbar

 Sejak pintu perbatasan Indonesia-Malaysia dibuka kembali 1 Mei lalu, ramai…

Selasa, 26 Juli 2022 10:10

Kalbar Masuk Kelas Tinggi Kerentanan Bencana Banjir

HARI ini, 25 Juli, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan…

Senin, 25 Juli 2022 13:03

Desa Sungkung Tak Lagi Gelap Gulita, Warga Swadaya Bangun Pembangkit Listrik

Bertahun-tahun masyarakat Desa Sungkung hidup terisolasi, tetapi bukan berarti mereka…

Senin, 25 Juli 2022 13:01

Warga Sakit Harus Digotong, Sungkung Butuh Fasilitas Kesehatan

“Menderita kami, Pak. Sedih kami sebenarnya menjadi orang Sungkung,” ungkapan…

Senin, 25 Juli 2022 13:00

Desa Sungkung Kabupaten Bengkayang, Bertahan dalam Keterisoliran

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata Sungkung?…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers