UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 10 Juni 2022 13:13
Gubernur Kalbar Minta Izin Pegawai Kontrak Diwadahi di Bawah Koperasi Pegawai
Sutarmidji

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memperkirakan, sebanyak 80 persen pegawai kontrak atau honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) masih akan tertampung setelah kebijakan penghapusan status tenaga kontrak pada 2023 mendatang. Adapun jumlah tenaga kontrak di lingkungan Pemprov sendiri saat ini masih ada sebanyak 1.358 orang.

“Jadi saya rasa untuk tenaga kontrak di provinsi 80 persen sudah bisa tertampung, sisanya lagi diupayakan bisa tertampung,” katanya kepada Pontianak Post, Rabu (8/6). Menurut Sutarmidji, tenaga kontrak di Pemprov Kalbar saat ini ada 1.358. Midji menyatakan, akan mengalihkan semua tenaga kontrak tersebut ke outsorching. 

“Saat ini baru selesai dialokasikan kebutuhan sebesar 980 orang. Insyallah kami upayakan tahun depan tidak ada yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tapi dialihkan jadi outsourching,” ungkapnya. Agar bisa diwadahi, Midji, sapaan karibnya, akan meminta izin ke Kemenpan-RB agar para pegawai tersebut nantinya berada di bawah koperasi pegawai Pemprov. Minimal bisa ditampung selama dua tahun, sambil menunggu pembenahan yang lebih matang.

“Mungkin usia yang akan dibatasi. Seperti yang sudah 56 (tahun) tidak mungkin lagi, yang di sektor penerimaan dialihkan untuk TU (tata usaha) sekolah dan lain-lain,” terangnya.

Midji mengatakan, alasan perusahaan yang mewadahi para pegawai ini harus bawah koperasi pegawai Pemprov agar lebih terjamin. Dengan demikian mereka tidak bisa dengan mudah diputuskan hubungan kerja.

“Kalau kontrak outsorching dengan swasta lain bisa saja di tengah jalan mereka di PHK perusahaan, tapi kalau koperasi masih bisa kita (Pemprov) atur,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar Ani Sofian menambahkan, mengenai jumlah pegawai kontrak di Pemprov ada sebanyak 1.353 orang. Terdiri dari 705 orang berpendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai Diploma-2 (D2) dan sebanyak 648 orang berpendidikan Diploma-3 (D3) sampai Starta-2 (S2). “Kerja mereka beragam ada penjaga makam Mandor, cleaning servis, pramusaji, sopir, binatu, dokter jiwa dan petugas administrasi,” terangnya.

Untuk solusinya dijelaskan Ani, bagi yang memenuhi persyaratan usia dan pendidikan maka didorong untuk mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sedangkan yang tidak memenuhi syarat pendidikan usia dan pengalaman kerja akan ditawarkan pola outsourcing.

“Kalau mereka lulus seleksi CPNS dan PPPK tetap mereka yang mengerjakannya (jabatan yang lama), begitu juga kalau mereka mau bekerja dangan pola outsourcing, mereka yang masih mengerjakan pekerjaannya tersebut,” pungkasnya. (bar)

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:33

Seleksi Pejabat Pemprov, Sekda Kalbar Bilang Jangan Coba-Coba Nyogok!

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah memulai seleksi terbuka…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:48

Jokowi Sedih Dengar Warga Berobat ke Luar Negeri

Rumah Sakit (RS) terbesar di Kalimantan Barat (Kalbar) RSUD Soedarso…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:28

Cerita Masyarakat yang Hidup Berdampingan dengan Sungai Kapuas

Pandai berenang dinilai banyak orang menjadi salah satu keharusan bagi…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:24

Nasib Masyarakat di Tengah Himpitan Status Kawasan Hutan

Sejatinya, hutan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di…

Sabtu, 30 Juli 2022 12:13

Malu Ditagih Hutang 200 Ribu, Pemuda 24 Tahun Gantung Diri

Peristiwa Gantung diri Seorang Pemuda di Monterado membuat geger. Kejadian…

Jumat, 29 Juli 2022 12:47

Warga Pilih Berobat ke Malaysia, Gubernur Soroti Kualitas Layanan Rumah Sakit di Kalbar

 Sejak pintu perbatasan Indonesia-Malaysia dibuka kembali 1 Mei lalu, ramai…

Selasa, 26 Juli 2022 10:10

Kalbar Masuk Kelas Tinggi Kerentanan Bencana Banjir

HARI ini, 25 Juli, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan…

Senin, 25 Juli 2022 13:03

Desa Sungkung Tak Lagi Gelap Gulita, Warga Swadaya Bangun Pembangkit Listrik

Bertahun-tahun masyarakat Desa Sungkung hidup terisolasi, tetapi bukan berarti mereka…

Senin, 25 Juli 2022 13:01

Warga Sakit Harus Digotong, Sungkung Butuh Fasilitas Kesehatan

“Menderita kami, Pak. Sedih kami sebenarnya menjadi orang Sungkung,” ungkapan…

Senin, 25 Juli 2022 13:00

Desa Sungkung Kabupaten Bengkayang, Bertahan dalam Keterisoliran

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata Sungkung?…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers