UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 23 Mei 2022 11:26
Penularan PMK Meluas, Serang Empat Kecamatan di Pontianak
ANTISIPASI: Seorang peternak sapi di Kecamatan Pontianak Utara melakukan penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus mengalami peningkatan. Di Kota Pontianak,  kasus tersebar di empat kecamatan yakni Pontianak Barat, Timur, Kota dan Selatan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kota Pontianak, Bintoro, kemarin.

Penyebaran paling banyak berada di Kecamatan Pontianak Barat dengan jumlah suspek PMK 34 ekor.  Menurut Bintoro, dari 34 ekor suspek PMK, 13 ekor di antaranya telah diambil sampel darahnya untuk dilakukan uji laboratorium. “Uji lab ini yang nantinya bisa menetukan positif atau tidaknya ternak tersebut,” jelas Bintoro. 

Meski dinyatakan suspek PMK, Bintoro menegaskan, PMK yang menyerang hewan ternak tidak membahayakan manusia dan penyakit tersebut bisa diobati. Akan tetapi, lanjut Bintoro, penyakit ini dapat mengakibatkan kerugian besar bagi peternak, terutama ternak susu perah.

Menurut Bintoro, susu yang dihasilkan mengalami penurunan kualitas. Hal ini disebabkan karena ternak tersebut mengalami kekurangan nutrisi. “Ternak dengan suspect PMK menderita luka pada bagian kuku atau teracak. Lidahnya dan gusinya melepuh, sehingga sapi akan kesulitan mengunyah makanan,” terangnya.

Namun demikian, kondisi itu bisa diobati dengan pemberian vitamin B kompleks, injeksi, atau obat-obatan tradisonal, seperti air kelapa dan air buah kundur.

“Intinya pemerintah mengamankan untuk pengobatan, karena PMK bisa diobati. Hanya saja memang, ternak dengan suspect PMK tidak bisa dilakukan pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH), mengingat RPH harus memiliki sertifikasi ASUH (aman, sehat, utuh dan halal),” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional), yang diterima Pontianak Post per tanggal 18 Mei 2022, jumlah kasus suspect dan konfirmasi posistif PMK mencapai 277 kasus, yang tersebar di lima daerah di Kalimantan Barat. Di antaranya Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Pontianak, Ketapang dan Sanggau.

Dari 277 kasus tersebut, 31 kasus diantaranya dinyatakan sembuh dan 238 kasus lainnya dinyatakan suspect PMK dan terkonfirmasi posisi PMK. Dari 238 kasus tersebut, 8 ekor diantaranya dipotong paksa.

Kasus PMK terbanyak diduduki Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah kasus 148 kasus yang tersebar di Kecamatan Sungai Raya sebanyak 86 kasus, Sungai Kakap sebanyak 8 kasus dan Sungai Ambawang sebanyak 54 kasus.

Disusul Kota Pontianak dengan jumlah kasus 58 kasus yang tersebar di empat kecamatan. Di antaranya Kecamatan Pontianak Selatan dengan jumlah ternak yang sakit sebanyak 9 ekor, Pontianak Barat sebanyak 25 ekor, Pontianak Timur sebanyak 15 ekor dan Pontianak Kota, satu ekor.

Sebelumnya, data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat per 13 Mei 2022, jumlah kasus suspect PMK di kota Pontianak sebanyak 30 ekor. (arf)

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 11:35

Harus Dilindungi, Ada 202 Jenis Burung Berkicau Diperdagangkan Secara Online

 Yayasan Planet Indonesia (YPI) mencatat sebanyak 202 jenis burung berkicau,…

Jumat, 17 Juni 2022 11:40

Kalbar Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kalimantan Barat (Kalbar) belum diimbangi…

Senin, 13 Juni 2022 10:56

Ketika Para Bocah Meraup Cuan di Kota Layak Anak, Mereka Ngaku Tak Terpaksa

Beberapa tahun ini, jamak dilihat anak-anak menenteng keranjang berisi dagangan.…

Rabu, 08 Juni 2022 23:55

Wali Kota Pontianak: Pelaku Usaha Masih Banyak yang Tidak Jujur

 Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, masih terdapat pelaku…

Rabu, 08 Juni 2022 23:53

Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Bikin Ketar Ketir 4 Ribuan Honorer di Pemkot Pontianak

Kebijakan penghapusan tenaga honorer di lingkup institusi pemerintah yang dikeluarkan…

Senin, 06 Juni 2022 10:56

Wali Kota Pontianak Kaji Pemutusan Tenaga Honorer

Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono belum bisa menanggapi soal…

Jumat, 03 Juni 2022 10:07

Solar Subsidi Dijual ke Industri, Polisi Ringkus 24 Tersangka

 Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalbar meringkus komplotan penampung dan penjual…

Jumat, 03 Juni 2022 10:04

Jangan Main-Main..!! Jika Tak Bayar PBB, TPP ASN Bisa Ditangguhkan

 Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pembayaran PBB menjadi…

Jumat, 03 Juni 2022 10:03

Lima Bandit yang Resahkan Warga Pontianak Berhasil Diringkus Polisi

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di beberapa wilayah Pontianak berhasil…

Senin, 30 Mei 2022 23:17

Dokter di Jongkong Tertangkap Saat Transaksi Sabu

Seorang oknum dokter berinisial F, yang bertugas di Kecamatan Jongkong,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers