UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 17 April 2022 21:16
Tambang Emas Makan Korban Lagi, Enam Pekerja di Bengkayang Tewas Tertimbun
Amdan, Kades Goa Boma. (IST)

 Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kabupaten Bengkayang memakan korban jiwa. Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (13/4) sekira pukul 14.00 di Desa Goa Boma, Kecamatan Mentrado, Bengkayang.

Diketahui, setidaknya enam orang pekerja tambang ilegal dari tewas atas kejadian tersebut. Keenam pekerja tersebut diduga tewas tertimbun tanah dan pasir. Saat dikonfirmasi, Kades Goa Boma, Amdan membenarkan kejadian nahas tersebut terjadi di wilayahnya. Dia juga mengatakan, enam orang pekerja tambang tersebug meninggal akibat tertimbun tanah di lubang galian dompeng. 

Kendati demikian, Amdan mengaku sampai saat ini dirinya belum mendapati nama-nama korban yang meninggal akibat aktivitas ilegal tersebut. Namun yang pasti, dia mengatakan keenam korban tersebut bukan merupakan warga Desa Goa Boma. “Keenam orang korban itu juga tidak pernah melaporkan ke saya atas kehadiran mereka di wilayah kami (Goa Boma),” tuturnya.

Dia juga mengaku sampai saat ini pihak desa memang tak berani memberi somasi kepada para pelaku PETI. “Jangankan saya sebegai kepala desa, Polda juga yang turun kelokasi tidak pernah mau di dengar oleh pihak pengelola PETI. Karena mereka merasa ada yang telah membekingi mereka sampai saat ini,” ungkap Amdan.

Dia juga menggambarkan kejadian ini, sangat mirip dengan apa yang terjadi di wilayah kelurahan Sagatani, Kota Singkawang, pada akhir 2021 lalu. Hal tersebut diungkapkannya mengingat banyak pihak yang mengira bahwa kejadian di Sagatani lalu terjadi di wilayah Goa Boma, Kecamatan Monterado, kabupaten Bengkayang.

“Untuk lokasi kejadian kali ini benar terjadi wilayah Bengkayang. Dan lokasi kejadiannya juga tidak jauh dari lokasi kejadian di tahun lalu yang masuk wilayah Sagatani,”terangnya.

Terpisah, Ketua Lingkungan Bengkayang Pesisir (Lingkar) Kabupaten Bengkayang Baharuddin Ahmad  turut berkpmentar terkait tewasnya enam pekerja PETI di wilayab Goa Boma. Dia mengatakan peristiwa mengenaskan seperti ini kerap terjadi, lantaran korban tertimpa longsoran dan ditambah juga dengan pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAA).

“Ini sangat disayangkan dan mesti dapat perhatian. Mengingat di Desa Goa Boma dan Kelurahan Sagatani yang selama ini menjadi keluhan kita bersama terkait PETI dan tak pernah dapat penanganan dan pemberantasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) yang berarti,” jelas dia.

Dia menuturkan, tindakan tak bertanggungjawab pelaku PETI sendiri kerap melanggar nilai yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Undang-Undang yang menurutnya harus menjadi pedoman untuk di patuhi malah terus di langgar.

“Sudah seharusnya aktivitas PETI yang bersifat Ekstratif dan beresiko tinggi bagi keselamatan pekerjanya ini mesti dihentikan. Apalagi kejadian kemarin mengakibatkan enam orang pekerja tertimpa sisa aktivitas tambang terkesan disenyapkan oleh pengusaha PETI,” ucap pria yang karib disapa bang Behe tersebut.

Termasuk, lanjutnya, sejauh ini Pemda Bengkayang khususnya dinas terkait tidak pernah mengambil tindakan dari beberapa kasus kematian di lubang galian tambang. Terlebih, di berbagai tempat sampai saat ini masih terdapat pengrusakan lingkungan hidup yang masif akibat pertambangan PETI.

“Kami juga meminta Pemerintah Daerah, Provinsi Kalbar, Kapolda Kalbar, Pemerintah Pusat untuk segera menangkap pengusaha PETI biar tidak ada lagi korban selanjutnya,”pungkasnya.

Sementara saat dikonfirmasi lewat pesan Whatsapp, Kasat Reskrim Polres Bengkayang, Iptu Ambril turut membenarkan kejadian yang merengguh nyawa akibat PETI tersebut. “Ya,” jawab Iptu Ambril singkat. (sig)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 11:39
Polemik RUU Kesehatan Ibu dan Anak

Bakal Ada Perpanjangan Cuti Hamil dan Bersalin, Apindo Kalbar Khawatir Porsi Pekerja Perempuan Berkurang

DPR RI tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak…

Selasa, 28 Juni 2022 11:36

Ternyata Ini Penyebab Langkanya Pupuk Subsidi di Kalbar

 PT Pupuk Indonesia (Persero) menjawab keluhan petani terkait kelangkaan pupuk…

Rabu, 22 Juni 2022 13:13

GAWAT..!! Ratusan Kantong Darah di Pontianak Terinfeksi Penyakit Menular, PMI Perketat Skrining

 Ratusan kantong darah di PMI Kota Pontianak terinfeksi penyakit menular,…

Senin, 20 Juni 2022 11:57

Perjuangan Para Ayah yang Terhantam Pandemi, Ada yang Menjadi Robot hingga Badut untuk Bertahan Hidup

Minggu ketiga Juni setiap tahunnya diperingati sejumlah negara sebagai Hari…

Senin, 13 Juni 2022 10:57

Ada Indikasi Pekerja Anak di Perkebunan Sawit

International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Perburuhan Internasional meluncurkan Hari…

Senin, 13 Juni 2022 10:44

PPDB 2022 Tidak Dipungut Biaya, Gubernur Kalbar Ingatkan Sekolah Negeri

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengingatkan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru…

Jumat, 10 Juni 2022 13:13

Gubernur Kalbar Minta Izin Pegawai Kontrak Diwadahi di Bawah Koperasi Pegawai

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memperkirakan, sebanyak 80 persen pegawai…

Jumat, 10 Juni 2022 13:12

Semua Daerah di Kalimantan Barat PPKM Level Satu

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Hary Agung Tjahyadi mengatakan 14…

Rabu, 08 Juni 2022 23:50

Panjang Perbatasan Kalbar-Malaysia 1.000 Km, Ada Lebih dari 52 Jalur Tikus

Kalimantan Barat merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.…

Rabu, 08 Juni 2022 23:47

GILA..!! 31 Kg Sabu dari Malaysia Mau Diselundupkan ke Indonesia Lewat Paloh, Polisi Amankan Lima Tersangka

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Barat bersama Polda…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers