UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 16 November 2016 10:48
SPBU di Pontianak Meledak, 2 Orang Dirawat
MELEDAK: Korban ledakan SPBU dievakuasi. (pontianak post)

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo membenarkan jika telah terjadi letupan yang menimbulkan gas dan asap tanpa api di SPBU Jalan Merdeka Timur. Menurut dia, dari keterangan saksi, letupan diduga berasal dari tangki penampungan bahan bakar.

Iwan menuturkan, akibat ledakan itu, ada dua orang yang menjadi korban, yakni petugas SPBU mengalami luka di bagian kaki, sementara seorang warga mengalami gangguan pendengaran akibat suara ledakan. “Dugaan penyebab masih kami lakukan penyelidikan,” kata Iwan.

Iwan mengatakan pihaknya belum dapat menyebutkan penyebab ledakan, pasalnya untuk memastikannya harus menungg hasil pemeriksaan yang dilakukan tim laboratorium forensik Mabes Polri. Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul menambahkan, penanganan pertama, pihaknya telah membawa enam petugas SPBU untuk diperiksa. Keterangan mereka penting untuk mengetahui penyebab ledakan.

Selain itu, pihaknya juga akan mengambil server rekaman kamera pengintai. Diharapkan dari rekaman tersebut, dapat memberi gambaran awal ledakan tersebut terjadi. “Kami pun masih mencari saksi dari masyarakat yang benar-benar mengetahui kejadian ini,” kata Andi.

Andi menuturkan, pihaknya akan dibantu tim laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab ledakan. “Tim lab forensik sudah kami hubungi, Insya Allah kalau tidak besok, lusa, tim forensik datang. Tentu kami menunggu hasil dari mereka,” ucapnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Petugas SPBU di mesin 03, Ahmad Yani mengaku saat itu sedang mengisi bensin untuk angkutan umum (opelet). “Sekitar jam dua, saat itu saya sedang melayani pengisian minyak untuk opelet. Saat itu tiba-tiba saja terjadi ledakan,” kata pemuda berusia 25 tahun itu.

Warga sekitar, Angah mengatakan, pukul 14.00 terdengar suara ledakan yang begitu besar. Ledakan tersebut menyebabkan rumahnya yang tak jauh dari SPBU bergetar. “Ledakannya hanya satu kali, tapi suaranya sangat besar. Saya langsung telepon pemadam kebakaran agar datang ke SPBU,” kata Angah.

Angah mengatakan, setelah ledakan berhenti, ia bergegas mendatangi SPBU. Saat itu, kondisi arena pengisian bahan bakar minyak tersebut sudah penuh dengan kepulan asap, dan warga yang ada di dalamnya sudah berhamburan menyelamatkan diri.

Letupan di SPBU 6478119, Jalan HOS Cokroaminoto, Pontianak membuat segera diantisipasi Pertamina. “Pertamina Marketing Operation Region VI telah mengantisipasi pelayanan SPBU yang ditutup akibat kejadian ini. Masyarakat dipersilakan untuk dapat melakukan pembelian BBM di SPBU 6478103 Jl. Teuku Umar, SPBU 6478111 Jl. Imam Bonjol, 6478102 Jl. MT Haryono, SPBU 6478106 Kotabaru,” ujar Dian Hapsari Firasati, Area Manager Communication & Relations Kalimantan.

Dia menjelaskan, seluruh pasokan yang sebelumnya dipasok untuk SPBU 6478119 dialihkan ke SPBU-SPBU tersebut dengan jumlah 16 KL premium, 8 KL pertalite, dan 2 KL biosolar. Pertamina menjamin ketersediaan stok BBM dan tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Pontianak.

Pihak Pertamina sudah menyelidiki letupan tersebut. Menurut Dian, tidak terdapat api dalam kejadian tersebut. Ketika letupan terjadi, tim pengawas SPBU menggunakan APAR yang tersedia sesuai standar keadaan darurat untuk memastikan tidak adanya kebakaran.

Namun pihaknya akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut secara mendalam. “Di dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa dan kerusakan materil dalam proses estimasi. Tim HSSE dari Terminal BBM Pontianak telah tiba di lokasi kejadian dan segera melakukan penyelidikan awal dan sepenuhnya siap berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal proses investigasi ke depan,” pungkasnya.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Pontianak Muhyidin menyatakan akan mengecek petugas SPBU yang menjadi korban dalam insiden meledaknya SPBU di Jalan Jalan HOS Cokroaminoto,  Pontianak, Selasa (15/11).

Pengecekan itu dilakukan karena untuk para pekerja mendapat perlindungan sosial jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.   “Kami akan cek dulu,” kata Muhyidin, Selasa (15/11) di Pontianak.

Dia menyebutkan jika korban menjalani perawatan maka silakan memilih rumah sakit yang sudah menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso, Rumah Sakit Anton Soedjarwo dan Rumah Sakit St Antonius.

Korban pun dipersilakan jika ingin mendapat perawatan di rumah sakit lain yang tidak menjalin kerjasama. Hanya saja pembayaran biaya pengobatan ditanggung pihak korban terlebih dahulu baru diklaim ke BPJS. “Jadi tinggal masuk saja dan akan diberikan perawatan hingga sembuh total. Kalau di luar rumah sakit kerja sama, maka bayar dulu biayanya baru diklaim ke BPJS Ketenagakerjaan. Untuk kecelakaan kerja tidak ada batasan biaya jadi perawatan sampai sembuh,” pungkasnya. (adg/ars/mse)

 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 22:38

JOROK..!! Pembuangan Sampah di Pasar Mawar Mengerikan, Kayak TPA..!!

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memandang lokasi tempat pembuangan…

Senin, 20 Januari 2020 12:52

Ratusan Kayu Belian Tanpa Dokumen Resmi Diamankan

PONTIANAK – Polda Kalbar berhasil mengamankan kayu jenis belian tanpa dokumen…

Rabu, 15 Januari 2020 22:02

Permintaan Daging Babi Meningkat, Dinas PPKH Tingkatkan Kewaspadaan Virus ASF

PONTIANAK – Permintaan daging babi diprediksi akan mengalami kenaikan seiring…

Minggu, 12 Januari 2020 10:26

Maut Menjemput di Kolam Renang Ampera

PONTIANAK – Kolam renang Ampera, Jalan Ujung Pandang 2, Kelurahan Sungai…

Minggu, 05 Januari 2020 12:17

Jalan Rusak di Depan Terminal Peti Kemas Dikeluhkan

PONTIANAK – Kondisi ruas jalan di depan Terminal Peti Kemas, Pelabuhan…

Minggu, 05 Januari 2020 12:16

Gedung Parkir Dioperasikan, Macet di Gajah Mada Bisa Diminimalisir

Sejak Januari 2020, pengoperasian gedung parkir milik Pemerintah Kota (Pemkot)…

Selasa, 31 Desember 2019 21:19

Ada yang Pesan Bahan Baku Tembakau Gorila dari Belanda

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda membongkar jaringan narkotika jenis Canabis…

Minggu, 29 Desember 2019 12:15

Depresi atas Penyakitnya, Pak Lau Ambil Langkah Tak Biasa....

PONTIANAK. Depresi dengan penyakit yang dideritanya, Lau San Phin mengakhiri…

Minggu, 29 Desember 2019 12:14

Dipanggil Tak Menjawab, Ternyata Tomi....

PONTIANAK. Tomi Hermansyah ditemukan tewas tergantung di kontrakannya, Gang Mawar,…

Sabtu, 28 Desember 2019 13:11

Tahun Depan, BNN Tes Urine Remaja dan Pelajar

PONTIANAK-Pemerintah Pontianak bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Pontianak melakukan evaluasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers