UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 10 Desember 2021 13:22
Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Semubuk-Sintang, Gubernur Minta Prioritaskan Jembatan
TINJAU JALAN: Rombongan Gubernur Kalbar, Sutarmidji melintas ruas jalan Sintang - Semubuk yang tengah dikerjakan. Jalan sepanjang tujuh kilometer tersebut dikerjakan dengan DAK 2021. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meninjau langsung progres pembangunan ruas Jalan Semubuk-Sintang di Kabupaten Sintang, Kamis (9/12). Didampingi Bupati Sintang Jarot Winarno dan beberapa kepala perangkat daerah terkait, rombongan gubernur berangkat dari Pendopo sekitar pukul 08.30 WIB.

Di sepanjang perjalanan dari Sintang Kota hingga Pasar Binjai, Kecamatan Binjai Hulu, Gubernur Sutarmidji sempat beberapa kali menghentikan kendaraannya. Seperti di lokasi jembatan yang mengalami penurunan dan tergenang air. Juga di lokasi-lokasi jalan yang sedang dikerjakan.

Setelah menempuh sejauh sekitar 21 kilometer dan mersakan sendiri medan yang dilalui, Sutarmidji meminta Dinas PUPR Kalbar menangani jembatan terlebih dahulu. Karena beberapa kali ia temukan kondisi jembatan yang lebih rendah dibanding jalan. Hal itu yang kemudian cukup menghambat pengguna jalan, karena harus mengurangi kecepatan dan antre.

Terkait pembangunan ruas Jalan Semubuk-Sintang tersebut, Midji sapaan karibnya mengatakan tahun ini sifatnya hanya melanjutkan dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun panjang yang ditangani untuk tahun ini sekitar tujuh kilometer. Didanai oleh pemerintah pusat lewat Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Saya lihat berdasarkan pemantauan yang saya lakukan, saya minta dana murni kami (APBD) untuk menangani jembatan (dulu). Karena sejak awal masuk ruas jalan provinsi yang saya lihat yang bermasalah itu di jembatan. Jembatan itu lebih rendah dari jalan, maka jika lebih rendah dari pada jalan, akan mengurangi ruang air untuk bergerak,” ungkapnya saat diwawancarai di Pasar Binjai.

Ia pun langsung memerintahkan Dinas PUPR menangani jembatan agar posisinya lebih tinggi dari jalan. Selain agar drainase air lebih lancar, juga demi kenyamanan pengendara. Jika jembatan kondisinya sudah baik, otomatis perjalanan untuk pengerjaan selanjutnya juga lebih lancar. “Sekarang kebanyakan ketika melewati jembatan harus berhenti terlebih dahulu. Sehingga hal tersebut akan menghambat lalu-lintas. Maka jalan itu harus selaras dengan jembatan, lalu arus air juga bisa cepat,” katanya.

Lebih lanjut Midji menyebut progres pembangunan jalan provinsi tersebut sudah pada lapisan bawah, kemudian masuk pada tahap selanjutnya hingga diaspal. Sehingga nantinya jika ada lalu lintas kendaraan berat, terutama pengangkut sawit akan lebih aman. Terlebih jika jalan tersebut sudah tidak lagi tergenang banjir. “Di sini juga ada enam perusahaan sawit maka untuk jalan yang masih tanah mereka juga harus merawat jalan. Sambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar menambah ruas jalan yang diaspal,” tambahnya.

Dalam hal ini Midji mengajak perusahaan sawit yang beroperasi di sana untuk bekerja sama. Minimal sama-sama menjaga jalan-jalan yang dilalui agar fungsional terlebih dahulu. Karena menurut dia sudah seharusnya ada kerja sama yang baik antara pemerintah dengan perusahaan perkebunan. “Jadi harus kolaborasi, kalau tidak kami buat jalan, mereka merusak jalan. Pemda tidak mendapatkan apa-apa, maka harus kolaborasi. Kami memahami investasi mereka (perkebunan sawit) dan keberlanjutannya, akan tetapi harus bersama-sama. Kami juga tidak menuntut banyak,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas PUPR Kalbar Sukri menjelaskan, secara keseluruhan ruas jalan provinsi, Sintang-Semubuk panjangnya kurang lebih 58,7 kilometer. Awalnya ruas jalan itu merupakan jalan kabupaten, yang kemudian diserahkan ke provinsi dan masuk dalam Peraturan Gubernur (Pergub) pada tahun 2016. Sejatinya jalan itu terbentang di dua wilayah kabupaten, mulai dari Kabupaten Sanggau dan Sintang.

Kondisinya hingga saat ini dari total 58,7 kilometer, yang sudah dalam kondisi mantap baru sekitar tujuh kilometer. Kemudian tahun ini yang dibangun melalui DAK juga sekitar tujuh kilometer. Menelan anggaran Rp35 miliar. Selain itu, juga sudah ada sekitar 10 kilometer jalan yang dalam kondisi mantap, namun sifatnya berupa spot-spot atau terputus-putus. “Yang sekitar 10 kilometer spot-spot itu sudah bagus, dari awal masuk (kewenangan provinsi), rusak ringan, harus ditingkatkan,” katanya.

Dengan demikian kurang lebih masih ada 30-40 kilometer ruas Jalan Semubuk-Sintang yang harus diperbaiki hingga menjadi kondisi mantap. Untuk sisanya, Sukri mengatakan akan dikerjakan pada tahun berlanjut.

Lalu sesuai arahan gubernur, ke depan pihaknya akan fokus pada perbaikan jembatan terlebih dahulu. Untuk tujuh kilometer ruas jalan yang dikerjakan tahun ini, disebutkan dia hanya sekitar dua jembatan yang harus ditangani. “Jumlah jumbatan dari tujuh kilometer itu sudah kami data, jadi yang harus prioritas bailey ada dua unit yang kami masukkan. Terus ada juga kami sambil rehab-rehab jembatannya tadi, karena akibat banjir kami perbaiki spot-spot dari beberapa jembatan yang ada,” ucapnya.

Sementara progres pembangunan untuk tujuh kilometer yang ditangani tahun ini dipaparkan dia sudah sampai pada lapisan pondasi bawah (LPB). Selanjutnya akan dipercepat pengerjaannya hingga ke lapis pondasi atas (LPA). “Kami percepat, tadikan sudah blending untuk aspal dan lain sebagainya jadi sampai LPA. Yang lama ini kan buat dasarnya, kayak tadi box culvert 13 (ada) unit itu kan (harus) menggali,” paparnya.

Pembangunan tujuh kilometer ruas Jalan Semubuk-Sintang itu diakuinya memang sempat terhambat karena bencana banjir yang melanda Kabupaten Sintang. Ada sekitar empat segmen untuk ke arah tempat pengerjaan sempat dilanda banjir. Itu yang kemudian membuat pembangunan harus memakan waktu lebih lama. “Kami mulai kerja lagi Senin kemarin atau lima hari setelah banjir,” ujarnya.

Karena menggunakan DAK, pihaknya juga sudah menyampaikan usulan relaksasi ke pemerintah pusat. Baik penambahan waktu pengerjaan maupun anggaran. Sampai kemarin hal itu disebutkan dia sudah dibahas di Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR. “Surat-surat (pengajuan relaksasi) sudah lengkap (diserahkan) baik surat dari BPBD, dari bupati dan gubernur terkait bencana sudah,” imbuhnya.

Hal lain yang menurutnya juga penting sesuai arahan gubernur adalah bagaimana bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk menjaga jalan. Karena Pemprov juga sudah memiliki Perda yang mengatur tentang hal tersebut. Sehingga perusahaan harus bertanggung jawab memelihara jalan di wilayahnya, minimal sampai kondisi fungsional. Itu agar jalan-jalan yang sudah dalam kondisi baik, tidak kembali rusak karena dijejali kendaraan operasional perusahaan yang membawa muatan berlebih. “Itu yang harus dikerjasamakan secara optimal, agar jalan berfungsi. Ini kolaborasi Bappeda, PUPR, Perkebunan, lewat Perda jalan untuk kontribusi perusahaan,” pungkasnya.(bar) 

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Mei 2022 11:30

Bumblebee Goby yang Mulai Menghilang dari Parit Pontianak

Apa itu bumblebee goby? Masyarakat Kota Pontianak pasti tidak familiar dengan…

Senin, 23 Mei 2022 11:28

Kejari Singkawang Tahan EP, Tersangka Dugaan Korupsi BPNT Kemensos di Kota Singkawang

Kejaksaan Negeri Singkawang menahan EP, tenaga pelaksana Bantuan Pangan Non…

Kamis, 05 Mei 2022 13:16

3 Ribu Lebih Narapidana di Kalbar Mendapat Potongan Masa Hukuman

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu banyak orang,…

Kamis, 05 Mei 2022 13:14

Gubernur Kalbar, Larangan Ekspor Minyak Sawit Miliki Dampak Positif dan Negatif

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sempat bingung soal kebijakan larangan…

Kamis, 05 Mei 2022 13:07

Kuota Haji Kalbar 1.150 Jemaah

 Kuota Haji Provinsi Kalimantan Barat telah ditentukan. Darohman, Kepala Bidang…

Kamis, 28 April 2022 00:04

Pendangkalan Sungai Kapuas Bukti Nyata Perubahan Iklim di Kalbar

Pendangkalan di aliran Sungai Kapuas menjadi indikasi rusaknya lingkungan di…

Rabu, 27 April 2022 23:58

Ahli Waris Pertanyakan Pembayaran Lahan Jembatan Kembar Landak

Proses pembayaran lahan dampak dari pembangunan Jembatan Duplikasi atau jembatan…

Rabu, 27 April 2022 23:55

Sekda Kalbar: ASN Jangan Mudik Pakai Kendaraan Dinas!

 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melarang pejabat dan Aparatur Sipil…

Minggu, 17 April 2022 21:16

Tambang Emas Makan Korban Lagi, Enam Pekerja di Bengkayang Tewas Tertimbun

 Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kabupaten Bengkayang…

Minggu, 17 April 2022 21:14

Konsumsi Listrik Meningkat, Tanda Perekonomian di Kalbar Semakin Menggeliat

Hingga akhir Maret (TW 1) tahun 2022, PLN Kalbar mencatatkan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers