UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 06 November 2016 11:20
Demo di Jakarta, Pertokoan Cina di Pontianak Sepi

PROKAL.CO, PONTIANAK – Demo penistaan agama di Jakarta berimbas ke Pontianak, Kalbar. Biasanya suasana Jalan Gajahmada Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang ramai dengan warung kopi, semarak dengan banyaknya anak-anak muda nongkrong hingga larut malam.

Tapi Jumat (4/11) malam tampak berbeda. Hampir semua pertokoan, warung kopi, hingga mini market yang biasanya buka 24 jam memilih berkemas lebih awal.  Beberapa polisi tampak berjaga-jaga di sejumlah titik. Beredar isu, bahwa kawasan Jalan Gajahmada akan diserang. Dan benar saja, menjelang pukul 24.00, ratusan orang berjalan kaki di sepanjang Jalan Gajahmada, dari arah simpang Jalan Patimura dan Diponegoro.

Mereka melakukan sweeping terhadap tempat-tempat usaha milik masyarakat setempat yang masih buka.

Aksi sweeping ini merupakan buntut dari demo 4 November 2016 di Jakarta yang sempat chaos. Massa, yang sebagian besarnya terdiri dari remaja belasan tahun dan pemuda 20-30an tahun tersebut tersulut emosi karena mendapat kabar beberapa pemuka agama menjadi korban dan terluka dalam Aksi Bela Islam II di Jakarta.

“Gara-gara Ahok (Gubernur DKI nonaktif, Basuki T. Purnama) lah ni Bang,” ujar salah seorang dari mereka yang enggan dikutip namanya dan minta dipanggil dengan nama O saja.

Seperti dilansir JPNN.com, O mengaku, ia dan teman-temannya datang dari daerah Tanjung Raya. Mereka mengaku marah dengan aksi kekerasan yang menimpa sebagian tokoh Islam dalam demonstrasi di Jakarta.

Suasana memang sempat mencekam ketika sebuah traffic corn dibakar di Jalan Sultan Hamid II. Beruntung, beberapa senjata tajam yang dibawa oleh massa cepat diamankan pihak kepolisian.

Sebagian besar mereka hanya berjalan kaki karena kebanyakan pertokoan memang telah lebih dahulu tutup.

Sempat terjadi ketegangan ketika salah satu gerai waralaba minimarket terlambat menutup tempat usahanya. Massa secara paksa meminta gerai waralaba minimarket tersebut untuk segera tutup. Di depanjang jalan, mereka meneriakkan yel-yel “Adili Ahok. Sembari membaca salawat, massa terus berjalan sebelum akhirnya terkonsentrasi di Jalan Veteran menuju Jembatan Kapuas I hanya beberapa meter dari Pasar Flamboyan.

Sebelum akhirnya, Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak dan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, turun untuk menenangkan massa. Wali Kota mendukung Aksi 411.  “Kawan-kawan tahulah saya sering berbeda pendapat dengan Ahok karena bacotnya terlalu. Kalau Bapak-Ibu tak percaya, lihat Twitter saya,” tutur pemilik akun Twitter @BangMidji itu yang disambut takbir dari massa. 

Ia meyakinkan, jika memang unsur pidana penistaan agama terpenuhi, pihak kepolisian pasti akan menindak Basuki T. Purnama.

“Kite jangan melakukan hal-hal yang konyol, salah-salah Ahok tak jadi tersangka, kita’ (kalian) yang jadi tersangka,” ujar Midji. Lanjut dia, mudah-mudahan kalau diperiksa, paling lama Senin (7/11) Ahok jadi tersangka.

 “Saya yang malah ikut demo kalau janji Pak JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla) untuk menyelesaikan ini tidak secepatnya (dilakukan,red),” tegasnya. Memang, mediasi antara Wapres JK dan perwakilan pengunjuk rasa di Jakarta melahirkan kesepakatan bahwa polisi akan mempercepat penyelesaian kasus Ahok.

”Kapolri menjanjikan selesai dalam dua minggu,” kata JK. Meski begitu, proses hukum yang cepat tersebut tetap harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Awalnya pengunjuk rasa hanya mau bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, presiden tidak ada di istana. Jokowi mengunjungi proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akhirnya bertemu dengan JK.

Midji meminta masyarakat menjaga Pontianak agar tetap kondusif. Ia meminta jangan sampai apa yang terjadi di Jakarta malah membuat Kota Pontianak yang mendapatkan kerugian.  “Nanti gare-gare Ahok kote kite rusak kan sayang juga. Mari dukung ulama, kawan-kita yang sedang berjuang di Jakarta dengan cara yang santun. Jangan cederai perjuangan mereka (Aksi 411 di Jakarta),” pinta Midji.

Senada, Kapolda Musyafak menyampakan bahwa ia memahami perasaan ratusan warga Pontianak yang berkumpul di sana. Tapi menurutnya, tidak seperti ini untuk mengekspresikan kemarahan karena dapat mengganggu ketertiban umum.  “Semangat boleh tapi bukan begini caranya,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa mereka yang masih muda ini memiliki masa depan.  “Jangan sampai tindakan kalian ini tercatat sebagai tindakan kriminal, susah kalian nanti,” musyafak mengingatkan.

Ia juga meminta para tokoh untuk mendinginkan suasana. Usai ditemui Kapolda dan Wali Kota, massa akhirnya berangsur-angsur membubarkan diri menuju arah tol Kapuas dengan dikawal aparat keamanan. Sedangkan, simpang Pasar Flamboyan masih dijaga kepolisian dan TNI bersenjata lengkap.

Musyafak mengatakan, massa di Pontianak terprovokasi isu ada ulama yang meninggal di Jakarta.  “Padahal kan tidak ada. Anak-anak ini kan darahnya cair, mudah terprovokasi. Makanya kita harap yang tua yang harus meredam,” ujarnya. Imbuh dia, “Ini banyak informasi viral yang justru menyesatkan”. 

Ia juga membantah adanya insiden pemukulan terhadap warga Tionghoa sebagaimana informasi yang beredar, “Nggak ada, nggak ada,” tegas Musyafak. (jun/sam/jpnn)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 22:38

JOROK..!! Pembuangan Sampah di Pasar Mawar Mengerikan, Kayak TPA..!!

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memandang lokasi tempat pembuangan…

Senin, 20 Januari 2020 12:52

Ratusan Kayu Belian Tanpa Dokumen Resmi Diamankan

PONTIANAK – Polda Kalbar berhasil mengamankan kayu jenis belian tanpa dokumen…

Rabu, 15 Januari 2020 22:02

Permintaan Daging Babi Meningkat, Dinas PPKH Tingkatkan Kewaspadaan Virus ASF

PONTIANAK – Permintaan daging babi diprediksi akan mengalami kenaikan seiring…

Minggu, 12 Januari 2020 10:26

Maut Menjemput di Kolam Renang Ampera

PONTIANAK – Kolam renang Ampera, Jalan Ujung Pandang 2, Kelurahan Sungai…

Minggu, 05 Januari 2020 12:17

Jalan Rusak di Depan Terminal Peti Kemas Dikeluhkan

PONTIANAK – Kondisi ruas jalan di depan Terminal Peti Kemas, Pelabuhan…

Minggu, 05 Januari 2020 12:16

Gedung Parkir Dioperasikan, Macet di Gajah Mada Bisa Diminimalisir

Sejak Januari 2020, pengoperasian gedung parkir milik Pemerintah Kota (Pemkot)…

Selasa, 31 Desember 2019 21:19

Ada yang Pesan Bahan Baku Tembakau Gorila dari Belanda

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda membongkar jaringan narkotika jenis Canabis…

Minggu, 29 Desember 2019 12:15

Depresi atas Penyakitnya, Pak Lau Ambil Langkah Tak Biasa....

PONTIANAK. Depresi dengan penyakit yang dideritanya, Lau San Phin mengakhiri…

Minggu, 29 Desember 2019 12:14

Dipanggil Tak Menjawab, Ternyata Tomi....

PONTIANAK. Tomi Hermansyah ditemukan tewas tergantung di kontrakannya, Gang Mawar,…

Sabtu, 28 Desember 2019 13:11

Tahun Depan, BNN Tes Urine Remaja dan Pelajar

PONTIANAK-Pemerintah Pontianak bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Pontianak melakukan evaluasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers