UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 11 Oktober 2021 15:49
Atasi Kemacetan Kubu Raya, Jam Operasional Roda Enam dari Luar Kota Dibatasi
HINDARI MACET: Anak-anak menggunakan sepeda menaiki jalur pejalan kaki di Jembatan Kapuas II untuk menghindari kemacetan.HARYADI/PONTIANAKPOST

Kemacetan lalu lintas terutama disejumlah ruas jalan utama seperti disekitar Jembatan Kapuas II di Kubu Raya di waktu tertentu kini menjadi salah satu persoalan yang juga disoroti di Kubu Raya. Menanggapi masalah tersebut, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Suharso menilai kemacetan lalu lintas pasti akan terjadi karena pertumbuhan pengguna atau pemilik kendaraan pribadi terutama kendaaran roda dua cukup tinggi sementara akses jalannya tetap atau tidak ada penambahan.

“Jadi wajar saja di Kubu Raya beberapa tahun terakhir mulai terasa kemacetannya terutama saat jam pergi dan pulang kerja. karena tingginya pertumbuhan warga yang memiliki kendaraan tidak diimbangi dengan penambahan akses jalan,” kata Suharso kepada Pontianak Post, Minggu (10/10) di Sungai Raya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan sementara waktu untuk mengatasi persoalan kemacematan tersebut kata Suharso bisa saja pihak terkait yang bertugas mengatur lalu lintas jalan untuk selalu stay disejumlah lokasi atau titik-titik yang rawan macet. “Misalnya saja di simpang lampu merah jalan Adisucipto menuju Jembatan Kapuas II itu rentan macet terutama saat jam kerja. jadi ketika tidak ada yang mau ngalah walaupun sudah ada lampu merah, namun sebaiknya memang tetap diperluka petugas yang memantau dan turut mengatur langsung arus lalu lintas terutama saat jam kerja ini,” ungkapnya.

Suharso juga mengimbau para pengendara untuk tetap terttib dan disiplin dalam mentaati peraturan lalu lintas sehingga diharapkan bisa berkontribusi untuk turut meminimalisir terjadinya kemacetan.

Sementara untuk mengatasi persoalan kemacetan dalam jangka panjang lanjut Suharso, pemerintah daerah setempat juga bisa mulai memikirkan untuk mencari alternatif lain seperti menambahhkan akses jalan termasuk jembatan untuk penyebarangan.

“Jika saat ini Kota Pontianak sudah mulai berencana membangun jembatan Kapuas III untuk mengurai kemacetan di Pontianak. Dan saya pikir ke depan Kubu Raya juga akan memikirkan hal yang sama dengan membangun satu jembatan tol lagi dalam upaya mengatasi masalah kemacetan di Kubu Raya ini,” ungkap Suharso.

Agar jembatan yang dibangun bisa benar-benar mengurai kemacetan, lanjut Suharso sebaiknya perencanaan pembangunan jembatannya jangan terlalu terlalu dekat dengan jembatan Kapuas II. “Jika memang dibutuhkan, kalau nantinya berencana membangun satu jembatan lagi tapi jangan terlalu dekat dengan jembatan Kapuas II, bisa saja letak jembatannya disekitar Kumpai atau di lokasi strategis lainnya. Karena kalau letaknya dekat tidak akan mengurai kemacetan secara maksimal,” jelas Suharso.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kubu Raya Odang Prasetyo mengutarakan dalam upaya mengatasi persoalan kemacetan di Kubu Raya saat ini, secara rutin pihaknya sudah melakukan rapat bersama Satlantas Kubu Raya untuk melakukan evaluasi terkait kemacetan di Kubu Raya.

Sejauh ini dia melihat, kemacetan di Kubu Raya kerap terjadi di dua titik yakni di arah menujua Jembatan Kapuas II dan di simpang lampu merah Desa Kapur. 

“Untuk mengatasi kemacetan terutama di dua titik tersebut saat ini kami melakukan penambahan personel di lapangan yang bertugas mengurai lalu lintas. Hasilnya memang belum signifikan, hanya memperlambat saja karena di jam-jam tertentu cukup banyak kendaraan yang melintasi ruas jalan ini,” terang Odang.

Agar upaya penanganan kemecatan ini bias lebih maksimal, kata Odang baru-baru ini pihaknya kembali melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dalam upaya penerapan Peraturan Bupati Kubu Raya nomor 50 tahun 2019 terkait pengaturan jam operasional. “Saya juga sudah koordinasi dengan Dishub Kalimanatan Barat dan Dishub Kota Pontianak. Untuk pengaturan operasional kendaraan roda enam ke atas yang melewati Jembatan Kapuas II akan kami atur tertutama di luar jam kerja, sekitar pukul 8.00- 16.00 wib,” ungkapnya.

Khusus untuk kendaraan roda enam ke atas yang masuk dari Kota Pontianak ke Kubu Raya lanjut Odang nantinya akan kembali dikoordinasikan antara pihaknya dengan Dinas Perhubunga Kalimantan Barat dan Dinas Perhubungan Kota Pontianak. Saat ini yang bisa dilakukan katanya yakni mencegat setiap kendaraan roda enam ke atas dari arah luar kota yang memasuki wilayah Kubu Raya. “Dalam waktu dekat hal ini akan kami sosialisasikan ke pemilik kendaraan dan sementara waktu direncakan pemberlakukan pembatasan masuknya kendaraan roda enam ke atas ke Kubu Raya. Jadi di dalam Perbub nomor 50 tahun 2019 itu mengatur jika ingin masuk di atas pukul 16.00 wib hingag sebelum pukul 08.00 silahkan, namun setelah itu kami batasi dulu,” paparnya.

Jika kebijakan membatasi kendaraan arah luar kota untuk masuk ke Kubu Raya belum juga bisa mengurai kemacetan kata Odang, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memberlakukan kebijakan tahap kedua yang berlaku bagi semua kendaraan roda enam ke atas dari arah Pontianak ke Kubu Raya untuk dibatasi masuk ke Kubu Raya sesuai dengan Perbup nomor 50 tahun 2019.

Ditanya kapan kebijakan pembatasan kedaraan roda enam ke atas untuk masuk ke Kubu Raya, jawab Odang, saat ini pihaknya akan melakukan sosialisasi kesetiap pemilik kendaraan terlebih dahulu dan diberikan pembinaan. “Jika semuanya sudah ready dan memahami peerturannya maka kebijakannya akan segara diimplementasikan dan harapannya kebijakan ini bisa mengurangi persoalan kemacetan di Kubu Raya,” tegas Odang. (ash)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers