UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Jumat, 14 Oktober 2016 20:42
Presiden Bakal Buka Sail Selat Karimata 2016, Tapi Wajah Presiden Tak Ada di Baliho Acara..KOK BISA?
ilustrasi

Pontianak- Boleh jadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengubah sikap, tak menonjolkan diri di sejumlah perayaan maupun event. Biro Pers Kepresidenan mengintruksikan agar panitia Sail Selat Karimata 2016 tidak memasang spanduk atau baliho bergambar Presiden.

Instruksi tersebut disampaikan Biro Humas Provinsi Kalbar, Numsuan H Madsum, di lokasi pelaksanaan Sail Selat Karimata 2016, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (13/10). "Boleh-boleh saja adanya ucapan selamat datang atau lainnya namun Beliau (Presiden) dari awal tidak mau ada fotonya," tuturnya.

Presiden Jokowi dijadwalkan hadir pada event itu. Antusiase sebenarnya menyebar ke berbagai lapisan masyarakat. Banyak baliho dipajang di sekujur Kota Pontianak, Kubu Raya, Ketapang, hingga KKU. Bahkan sampai ke sejumlah daerah lainnya di Kalbar.

Soal ini, kata Numsuan, tak masalah kalau masyarakat ataupun instansi atau lembaga memasang ucapan selamat. Tidak ada larangan. "Kita dapat arahan dari Biro Pers Kepresidenan supaya apabila ada spanduk atau baliho dan sejenisnya  yang ada gambar Presiden Joko Widodo agar dicopot. Karena Presiden tidak mau ada fotonya termasuk iklan-iklan di media," ujarnya.

Sampai kemarin, lanjut dia, dari pantauannya masih ada baliho maupun spanduk ucapan selamat datang seperti di Bandara Internasional Supadio, perempatan Polda Kalbar. Pun di beberapa daerah lainnya. "Sejauh ini masih banyak terpasang spanduk bergambar Presiden RI, termasuk di beberapa wilayah Pontianak, Ketapang, termasuk di KKU. Diharapkan yang memasang agar mencopot. Memang setiap acara Presiden tidak ingin hal tersebut," beber Numsuan.

MENUJU PUNCAK ACARA

Jelang puncak perhelatan Sail Selat Karimata 2016, Pemkab Kayong Utara dan beberapa Kementerian terus berbenah. Gotong royong antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong percepatan pembangunan dan promosi potensi daerah di Provinsi Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Jambi, yang berada di kawasan Selat Karimata. Sesuai jadwal, gelar puncak Sail Karimata akan dibuka oleh Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana. Perhelatan bahari ini dipusatkan di Pantai Pulau Datok, Sabtu 15 Oktober 2016.

Selain Presiden dan Ibu Negara, sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo juga dijadwalkan hadir.

Beragam kegiatan acara puncak antara lain demo Air Medevac (Evakuasi Medis Udara) oleh TNI AL, sailing pass kapal layar ringan (yacht) dari 9 negara, demo terjun bebas (free fall), Heli Bolco yang membawa banner Sail Selat Karimata 2016, serta tari kolosal yang akan dilakukan oleh 1.000 pelajar dari Kabupaten Kayong Utara.

Sebelumnya, kegiatan yang sudah digelar meliputi pameran produk unggulan daerah pesisir, pelayaran Nusantara Jaya, seminar kemaritiman, pelayanan kesehatan, kerja bakti pembersihan lokasi acara puncak oleh sekitar seribu relawan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS).

Penanaman pohon untuk pelestarian plasma nutfah, festival kuliner, kompetisi perahu naga, lomba desain tenun khas Kalimantan dan pembenahan akses jalan di Kabupaten Kayong Utara.

"Nantinya Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan meresmikan Masjid Agung Oesman Al Khair, menanam pohon jeruk Pontianak dan Durian Kalimantan, mengunjungi sentra informasi nelayan di Sukadana, mengunjungi pameran potensi daerah di sekitar pantai Pulau Datok," jelas Bupati Kayong Utara Hildi Hamid dalam konferensi pers di Media Center Pantai Pulau Datok, Kamis (13/10) sore.

Hildi yakin kegiatan ini akan memberikan efek positif pada sektor pariwisata karena ada puluhan yachter dari mancanegara sudah datang ke Kayong Utara dan akan mengikuti rangkaian sail ini.

Kegiatan sedianya diinisiasi oleh Kemenko Kemaritiman, Kemenko PMK, Kementerian Perdagangan, Dewan Kelautan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Desa, Kemenristek Dikti, BKKBN, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian PU, pemerintah daerah dan BUMN.

Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman, Safri Burhanuddin, berharap Sail Selat Karimata 2016 ini mampu mendorong percepatan pembangunan di wilayah kawasan Selat Karimata, terutama Kayong Utara yang merupakan kabupaten pemekaran.

“Kita ingin dengan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah lewat promosi wisata dan produk unggulan empat provinsi yang terlibat di even Sail Selat Karimata bisa lebih berkembang,” ujarnya usai rapat koordinasi Sail Selat Karimata di kantor Sekretariat Presiden (Setpres) kemarin.

Terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arlinda, mengatakan perhelatan akbar Sail Selat Karimata 2016 diharapkan mampu memberikan efek positif bagi daerah penyelenggara. “Kami berharap event ini bisa menarik minat pelaku usaha mancanegara terhadap potensi produk-produk unggulan daerah pesisir Indonesia yang selama ini belum tergali secara maksimal," harapnya.

PENGAMANAN OKE

Untuk mengamankan kegiatan SSK 2016, Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Andika Perkasa, Kapolda Kalbar  Irjen Pol Musyafak serta Danlanud Supadio Marsekal Pertama Tatang, telah memberangkatkan 3.308 pasukan gabungan TNI dan Polri dari Kodam XXI Tanjungpura, Senin (10/10).

Mobilitas pasukan tak hanya truk besar dan kecil, Baracuda, kendaraan tempur, satu unit Jihandak, kendaraan logistik, truk tangki air, motor trail dan kendaraan penerangan. Selain persiapan keamanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerjasama dengan Telkomsel telah menyediakan media center beserta infrastruktur internet untuk media. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan jaringan listrik di lokasi acara puncak, Kemkominfo bekerjasama dengan PLN.

Untuk mendiseminasikan kegiatan secara meluas, Kemkominfo juga bekerjasama dengan TVRI dan RRI yang akan menyiarkan acara puncak Sail Selat Karimata di Kayong secara langsung.

Setelah acara puncak ini, rangkaian Sail Selat Karimata yang merupakan bagian dari program Sail Indonesia, akan ditutup dengan Festival Belitung. Menko Maritim Luhut Pandjaitan dijadwalkan akan membuka acara tersebut pada 22 Oktober. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan pameran potensi daerah pada 21-25 Oktober 2016. (ocs)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers