UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 25 September 2021 11:42
DPR Dorong Pemerintah Kaji Manfaat Kratom, BNN Bersikukuh Melarang
Warga Kalbar dengan tanaman kratom.

DPR RI mendorong pemerintah pusat melakukan kajian lebih mendalam mengenai kandungan daun kratom yang sudah menjadi mata pencaharian ratusan ribu masyarakat Kalimantan Barat sebelum menetapkan pelarangannya.

“Intinya kaji dulu secara ilmiah. Kemudian dampak kesehatan, sosial kemasyarakatan dan ekonomi masyarakat seperti apa,” kata anggota DPR RI, Haji Syarief Abdullah Alkadrie belum lama ini menanggapi riuh pernyataan pelarangan kratom oleh BNN di Jakarta. Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia memang beberapa hari sebelumnya merilis pernyataan meminta kepada Kementerian terkait untuk melarang penggunaan kratom sebagai barang jual yang bebas. Sebab menurut hasil penelitian, kratom memiliki kandungan zat mitraginin.

Kami juga mendukung kementerian terkait untuk memberikan kebijakan,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Pol Sulistyo Pudjo. Sulistyo juga membenarkan, Kratom (Mitragyna speciosa) merupakan tanaman asli yang tumbuh di Asia Tenggara. Di Indonesia, tanaman ini tersebar di pulau Kalimantan, Sumatera dan ada juga di pulau Jawa.

“Ini kan tanaman asli Indonesia, kita tidak mungkin tebang yang ada di rawa-rawa, yang kami larang, jangan sampai orang memperdagangkan kemudian membuat sediaan minuman, makanan dan lain-lain. Ini kan bahaya, efek sampingnya yang kita sampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Sulistyo khawatir, jika masyarakat memanfaatkan ketidakpahamannya dengan menjualnya ke publik.”Nanti kalau terjadi kematian, pemerintah lagi yang disalahkan karena tidak melakukan sosialisasi,” terang Sulistyo.

Lebih lanjut, Sulistyo mengatakan narkotika golongan I ini sangat berbahaya. Jika terus dipilih dalam jangka panjang, kratom akan menyebabkan gejala adiksi, depresi pernapasan, bahkan kematian.
Syarif Abdullah menimpali bahwa pohon kratom yang banyak tumbuh di beberapa wilayah di Kalimantan Barat sejak beberapa tahun belakangan sudah menjadi sumber pendapatan dan mampu mengangkat kesejahteraan warga Kalbar.

“Daun Kratom yang sudah diolah dan menjadi serbuk bahkan sudah diekspor ke luar negeri, terutama ke Amerika Serikat. Dari sisi ekonomi maupun sosial kemasyarakatan jelas sangat membantu kesejahteraan masyarakat baik yang membudidayakan, mengolah dan yang mengekspornya. Dari sisi pendapatan negara, bila diatur dengan juga dapat memberikan dampak pajak dan bea cukai yang cukup besar,” ungkap politisi Nasdem dari  Dapil Kalimantan Barat 1 ini.

Dia menambahkan daun kratom sebenarnya sudah lama dikenal sebagai obat herbal. Manfaat daun kratom dipercaya dapat meredakan nyeri, rasa kecemasan, dan gangguan tidur. Di Indonesia sendiri, daun kratom sering diolah menjadi jamu atau teh herbal.

“Sepegetahuan saya, kandungan daun kratom memberikan beberapa manfaat seperti menambah stamina tubuh, menjaga tubuh agar tidak mudah lelah ketika beraktivitas. Mengatasi gangguan tidur dan meredakan nyeri serra meredakan gangguan cemas dan depresi,” ucapnya.

Selain itu, sambungnya, batang dan akar dari pohon kratom juga bermanfaat dalam menahan abrasi pantai dan sungai yang kerap melanda daerah di Kalbar. Tanaman kratom sendiri masuk dalam tanaman endemi.

“Namun semua manfaat yang dipercaya ada di daun Kratom tersebut, pemerintah sebaiknya melakukan kajian mendalam termasuk efek samping daun kratom apabila dikonsumsi, juga harua dikaji dari sisi ekonomi sosial kemasyarakatan. Jangan sampai dilarang namun tidak berdasarkan kajian, apalagi tanpa solusi,” ucapnya. (den)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers