UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 31 Juli 2021 13:18
Rekonstruksi Penganiayaan Menggunakan Pistol, Saling Klaim Sebagai Korban
REKONSTRUKSI : Polresta Pontianak Kota menggelar reka ulang adegan (rekonstruksi) kasus dugaan penganiayaan dengan menggunakan senjata api di Jalan Sultan Muhammad, Jumat (30/7). Rekonstruksi ini terdapat dua versi dari masing-masing pihak yang bertikai. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Penyidik Kepolisian Resort Pontianak Kota menggelar reka ulang adegan (rekonstruksi) kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata api (pistol), Jumat (30/7) siang. Kasus ini melibatkan The Khoen Nam alias Anam (73), seorang pengusaha garam dan Gori Gunardi Gouw alias Ahong (60), pengusaha kedelai di Jalan Sultan Muhammad, Kota Pontianak.

Peristiwa dugaan penganiayaan ini terjadi pada Jumat, 16 Juli 2021, pagi. Kejadian itu dipicu parkir mobil yang berujung perkelahian. Ahong mengalami luka pada bagian telinga kiri akibat gagang pistol milik Anam. Atas peristiwa itu, kedua belak pihak saling lapor polisi.

Dalam pelaksanaan reka ulang ini terdapat dua versi. Versi Ahong sebagai korban penganiayaan menggunakan gagang pistol oleh Anam, dan versi Anam sebagai korban atas kekerasaan yang dilakukan oleh Ahong.

Reka ulang versi Ahong dimulai saat Ahong datang ke kawasan pergudangan di Jalan Sultan Muhammad, Pontianak untuk membuka rukonya. Ia datang mengendarai truk dan memparkir truknya di depan ruko Anam.

Ahong keluar dari mobil dan menuju rukonya. Tidak lama kemudian, Anam hendak keluar menggunakan mobil, namun aksesnya merasa dihalangi oleh truk Ahong, sehingga ia pun menyuruh seorang karyawan bernama Sumitro untuk meminta Ahong memindahkan mobilnya.

Ahong pun keluar dari tokonya dan menuju truk yang terparkir tepat di depan ruko Anam tersebut.

Di situ, kemudian terjadi pertikaian. Menurut Ahong, Anam kemudian mengeluarkan pistol dari pinggang, lalu memukulnya di bagian telinga sebelah kiri. Akibatnya, darah segar pun mengucur deras dari telinga Ahong.

Setelah pemukulan itu, kata Ahong, Anam juga menodongkan pistolnya di kepala Ahong. Pertikaian pun sempat dilerai. Ahong dibantu oleh anaknya Heri Gurnadi kembali ke tokonya sambil menahan rasa sakit akibat pukulan gagang pistol tersebut.

Sementara itu, reka ulang adegan versi Anam tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya.

Anam yang saat itu hendak keluar menggunakan mobil dihampiri oleh Ahong. Menurut Anam, Ahong kemudian memukul kepala Anam hingga dirinya nyaris tersungkur. Ahong juga memukul bagian wajah, dan dada yang mengakibatkan luka memar.

Menurut Anam, saat itu dirinya hampir tersungkur. Namun Ahong terus melakukan penyerangan. Tidak lama setelah itu, Anam mengeluarkan pistolnya dari balik baju dan dengan spontan mengenai telinga bagian kiri Ahong.

Keduanya dilerai oleh Sumitro. Ahong yang saat itu menahan rasa sakit akibat gagang pistol milik Anam, dibawa Sumitro ke toko milik Ahong.

Kanit Harda Satreskrim Polresta Pontianak Ipda Andi Anisa Indarsari mengatakan, dalam pelaksaan reka ulang tersebut terdapat dua versi, yang masing-masing berdasarkan keterangan para pihak.

Versi Ahong setidaknya ada 12 adegan yang diperagakan. Sedangkan versi Anam ada 18 adegan.

Dikatakan Anisa, dari hasil reka ulang ini, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk mengkaji kembali kasus tersebut.

“Kami akan gelar perkara. Kami juga belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah,” katanya. Dikatakan Anisa, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.

“Ada enam saksi yang kami periksa,” katanya.

Terpisah, penasihat hukum Ahong, Tamsil Sjoekoer menyatakan tidak ambil pusing terkait adanya perbedaan versi dalam rekonstruksi tersebut. Pihaknya mempersilakan masing-masing untuk membuktikan di pengadilan.

“Dua versi, silakan. Buktikan saja di pengadilan. Saya sederhana saja,” kata Tamsil kepada wartawan.

Menurut dia, bukti dan fakta sudah jelas, di mana Anam mengeluarkan pistol, yang mengakibatkan luka pada kliennya. Untuk itu, pihaknya menyerahkan pada proses hukum.

Sementara itu, Achmad Peter Viney, penasihat hukum Anam mengatakan, apa yang terjadi pada kliennya merupakan bentuk dari pembelaan diri atas tindakan yang dilakukan oleh Ahong.

Peristiwa itu terjadi saat kliennya hendak keluar menggunakan mobil dari halaman rukonya. Saat itu kliennya berdiri di depan mobil. Namun, tiba-tiba datang sebuah mobil truk yang dikendarai oleh Ahong terparkir tepat di belakang mobil milik kliennya. Kliennya kemudian meminta karyawannya untuk memberitahukan kepada Ahong agar memindahkan mobil truknya. Tidak lama kemudian, Ahong datang sambil mengomel dan kemudian terjadi pertikaian.

“Awalnya Pak Anam tidak tahu. Dikiranya Ahong ini mau langsung naik ke mobil, tiba-tiba langsung mukul,” kata Peter.

Pukulan pertama menggunakan tangan kanan dan mengenai kepala sebelah kiri. Disusul menggunakan tangan kiri dan mengenai kepala bagian kanan. Pukulan ketiga mengenai bibir.

Lalu, pada pukulan keempat, kliennya sempat menangkis dengan tangan dan mengakibatkan lengan kanan kliennya memar.

“Pak Anam sempat mau lari. Menghindar. Karena di lokasi ada banyak kendaraan, sehingga tidak memungkinkan untuk lari. Kemudian dikejar dan ditinju lagi mengenai dada. Pak Anam agak berkunang-kunang. Secara refleks langsung mencabut pistol, dan mengenai telinga,” beber Peter.

Menurutnya, secara aturan, senjata yang memiliki izin harus melekat pada badan pemiliknya.

Dirinya juga membantah adanya tudingan bahwa kliennya menodongkan pistol ke arah Ahong.

“Logikanya begini. Tidak ada perkelahian langsung menodongkan pistol. Kita pegang pistol ada aturannya,” kata dia.  Terkait dengan perbedaan versi ini, menurut Peter, itu hak masing-masing. Namun, pihaknya memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

“Semua ending-nya ada di pengadilan. Masing-masing harus membuktikan,” terangnya.

Disinggung soal rencana mediasi, kata Peter, pihaknya mengatakan bisa saja dilakukan. Menurut dia, kliennya bukan orang yang menutup diri. “Intinya, kita bukan orang yang suka cari masalah. Kalau soal mediasi, kita coba bicarakan untuk mencari titik temu,” bebernya. (arf)

loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers