UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 19 Juli 2021 11:17
RSUD Soedarso Sediakan 13 Tempat Tidur, Bumil Covid-19 Pakai Ruangan Khusus
Sutarmidji

 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien positif Covid-19, yang sampai saat ini angka keterjangkitannya masih cukup tinggi. Salah satunya dengan menyiapkan ruangan khusus bagi ibu hamil (bumil) yang positif Covid-19 di RSUD Soedarso.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan kebijakan tersebut juga merupakan cara untuk menurunkan angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit (RS). Di mana secara umum RS diminta dia agar menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19 atau mengonversi tempat tidur yang tersedia.

“Kami sudah minta RSUD Soedarso untuk mempersiapkan ruang bagi ibu hamil yang akan melahirkan, tapi dia terpapar Covid-19. Itu perlu tempat khusus penanganan khusus, karena kasihan mereka,” ungkapnya, Minggu (18/7) di Pontianak. 

Bang Midji, sapaan karib mantan Wali Kota Pontianak tersebut sudah meminta pihak RSUD Soedarso agar menyiapkan ruangan khusus tersebut dengan jumlah tempat tidur sekitar 10 unit. Sampai hari ini, ruangan tersebut diperkirakan dia sudah mulai difungsikan.

Sementara untuk BOR RS di Kota Pontianak secara umum diakui dia masih tinggi. Angkanya, menurut dia, harus terus diturunkan, bahkan jika perlu harus di bawah 50 persen. Di mana kondisi saat ini BOR Kota Pontianak, menurut dia, masih di angka 64 persen. “Saya sudah minta seluruh RS di Pontianak ini menambah tempat tidur (pasien Covid-19) supaya BOR RS turun,” katanya.

Dicontohkannya bagaimana Kota Singkawang yang sempat berada di zona merah (tinggi) karena disebabkan angka BOR yang tinggi. Namun setelah ditingkatkan, daerah tersebut, menurut dia, langsung bisa berubah kategori risiko kenaikan kasusnya menjadi zona oranye atau sedang.

“Singkawang awalnya hanya alokasikan 10 persen dari tempat tidur yang tersedia, nah begitu dinaikkan lebih dari 25 persen, maka BOR turun dan keluar dari zona merah. Tapi (Singkawang) tetap harus melaksanakan PPKM mikro,” paparnya.

Terpisah Direktur RSUD Soedarso Yuliastuti Saripawan menambahkan, ruang khusus untuk ibu hamil di RSUD Soedarso rencanannya memiliki kapasitas 13 tempat tidur. Diperkirakan dia dalam minggu ini ruangan tersebut sudah bisa digunakan. “Rencana ada 13 tempat tidur, insyallah dalam minggu ini (operasional),” kata mantan Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak tersebut singkat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, saat ini memang terus diupayakan agar BOR di Kota Pontianak bisa turun. Caranya, menurut dia, adalah dengan mengonversi tempat tidur perawatan non Covid-19 menjadi tempat tidur perawatan Covid-19.

“Sesuai Instruksi Gubernur, bagi RS yang BOR perawatan Covid-19-nya sudah mencapai 60 persen, harus menaikkan jumlah tempat tidur perawatan Covid-19 minimal 30 – 40 persen dengan cara mengonversi itu tadi,” jelasnya.

Upaya menambah jumlah tempat tidur perawatan Covid-19 ini, menurut dia, bertujuan agar masyarakat yang terjangkit Covid-19 dan membutuhkan perawatan tidak susah mendapatkan akses di RS. Pemprov sendiri, menurut dia, telah menjadikan Upelkes yang selama ini sebagai gedung fasilitas isolasi pasien Covid-19 menjadi RS darurat Covid-19. Di fasilitas tersebut, dijelaskan dia, terdapat kapasitas tempat tidur sebanyak 98 unit. Adapun fungsi RS darurat tersebut dijelaskan dia, untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan sampai sedang.

Agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses perawatan Covid, pihaknya juga sudah mengingatkan RS swasta dan RS pemerintah yang lain untuk terus menambah tempat tidur perawatan Covid-19. Yakni, menurut dia, dengan cara mengonversi jumlah tempat tidur layanan Covid-19 minimal 30 – 40 persen dari total jumlah tempat tidur di RS tersebut.

“Bagi RS yang tidak mau menambah jumlah tempat tidur perawatan Covid-19 maka kalau ada apa-apa dengan RS tersebut, kami tidak akan bantu,” tutup mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu tersebut. (bar)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers