UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 12 Juli 2021 12:17
Pontianak Semi Lockdown, Wali Kota Imbau Masyarakat tak Panik
Edi Rusdi Kamtono

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, resmi memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat secara darurat atau semi lockdown, paskapenetapan zona merah penularan Covid-19 di Kota Pontianak. Semi lockdown tersebut berlaku mulai hari ini (12/7) hingga 20 Juli 2021.

“Jadi kita semi lockdown. Lebih ketat lagi,” kata Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (10/7), saat mengunjungi penyekatan di simpang Pajak, Jalan Ahmad Yani, Pontianak.

Menurut Edi, selama penerapan semi lockdown atau PPKM darurat ini, dilakukan penyekatan di jalan-jalan utama, termasuk jalur keluar masuk Kota Pontianak. “Penyekatan tidak hanya malam hari, tetapi ada juga penyekatan sejak pagi hari. Terutama jalan-jalan keluar masuk kota Pontianak,” kata dia. “Ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan mencegah kerumunan. Satgas Covid-19 Kota Pontianak melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus-menerus,” sambungnya.

Selain itu, Edi juga menerapkan WFH (work from home) 100 persen pada kantor-kantor pemerintah yang tidak secara langsung melakukan pelayanan publik, semua toko, mal, dan semua aktivitas tutup, kecuali yang esensial, seperti rumah sakit, apotek, rumah makan, dan toko-toko sembako yang menyediakan kebutuhan dasar masyarakat. Untuk itu, lanjut Edi, masyarakat tidak perlu panik atas pemberlakuan semi lockdown tersebut. “Jadi, masyarakat tidak perlu panik,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Leo Joko Triwibowo menjelaskan, dengan penerapan PPKM darurat di Kota Pontianak, maka dilakukan penyekatan pada batas wilayah. Masyarakat yang diperbolehkan melintas diseleksi, seperti kendaraan pembawa bahan pokok atau pekerja sektor esensial. Namun apabila tidak masuk dalam kriteria tersebut, maka diminta dia kembali ke tempat asal.

“Pos penyekatan ada dua, yakni di Batu Layang dan perbatasan Kabupaten Kubu Raya, untuk di Batu Layang, kita seleksi prioritas karena banyak kendaraan berat,” terang Leo. 

Leo menambahkan, dalam penyekatan, petugas kepolisian menggunakan seragam lengkap. Penyekatan dilakukan mereka selama 24 jam di perbatasan Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya. Petugas juga diminta dia untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas.

“Tidak boleh sok-sokan karena merasa sudah divaksin Covid-19, lalu mengabaikan protokol kesehatan dan membahayakan diri sendiri,” ucap Leo.

Sebelumnya, Kota Pontianak dan Kota Singkawang, ditetapkan sebagai zona merah penularan Covid-19 dan diinstruksikan untuk menerapkan PPKM darurat. Hal tersebut, berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional melalui video conference terkait Evaluasi Implementasi PPKM berskala mikro. 

Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan, Satgas Penanganan Covid-19 Kalbar bakal membantu setiap daerah, utamanya terkait pasokan oksigen dan ketersedian tempat tidur di rumah-rumah sakit. “Saya akan segera membentuk Satgas Oksigen, kemudian kita sudah siap dengan rumah sakit lapangan serta rumah sakit darurat,” ucap Sutarmidji.

Sutarmidji menerangkan, saat ini, tingkat keterjangkitan Covid-19 di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak dan Kota Singkawang tinggi. Maka dari itu, dia meminta kepala daerah dapat bekerja secara serius. (arf)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers