UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 26 Juni 2021 22:57
Positif Covid-19, Penumpang Pakai Surat Palsu, 2 Maskapai Dikenai Sanksi, Tak Boleh Bawa Penumpang Tujuan Pontianak
ilustrasi

Diberitakan pontianakposst.co.id, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar) menemukan sembilan penumpang pesawat dengan kasus konfirmasi (positif) Covid-19. Ini diketahui dari hasil pemeriksaan tes usap (swab) PCR secara acak terhadap penumpang di dua maskapai pada, Selasa (22/6).

Pesawat pertama rute Surabaya-Pontianak. Dari sepuluh orang yang diperiksa tujuh di antaranya dinyatakan positif. Sementara yang kedua maskapai lainnya, dari tiga sampel yang diperiksa dua orang dinyatakan positif Covid-19. “Penumpang (dua positif) CT-nya (cycle threshold) cukup rendah di angka 14 dan 17,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji kepada Pontianak Post, Jumat (25/6).

Dengan nilai CT yang rendah tersebut, kandungan virus atau viral load masing-masing di angka 4,3 juta dan 704 ribu copies virus. “Itu tinggi sekali dan satu pesawat itu sebenarnya sudah bisa terpapar. Sehingga menyulitkan kami untuk melakukan tracing,” tambahnya.

Kedua penumpang positif yang kandungan virusnya tinggi itu merupakan warga Kabupaten Mempawah. Saat ini keduanya sudah menjalani isolasi di Upelkes Kalbar. “Dapat dipastikan penumpang tersebut menggunakan surat keterangan (Suket) negatif PCR palsu,” katanya.

Pasalnya setelah ditelusuri yang bersangkutan ternyata membawa Suket yang dikeluarkan oleh Klinik Kantor Gubernur. Tidak mungkin, kata Midji, orang yang datang ke Kalbar justru menggunakan Suket yang dikeluarkan dari Kalbar. Karena itu, ke depan dirinya bakal membuat aturan untuk penumpang yang masuk ke Kalbar harus menggunakan Suket dari luar Kalbar.

“Kan tidak mungkin pulang dari Surabaya tapi menggunakan Suket dari kantor gubernur. Ini pasti palsu. Masalahnya harusnya KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) sudah curiga. Tapi KKP tidak (curiga) itu juga,” ujarnya.

Termasuk untuk tujuh penumpang positif yang ditemukan di pesawat pertama, meski rata-rata CT-nya tinggi, Midji meminta pihak maskapai melakukan evaluasi. Pihak maskapai disarankan tidak lagi menerima suket dari klinik atau RS yang terbukti mengeluarkan surat negatif tapi hasil pemeriksaannya positif. “Dia (maskapai) boleh tuntut itu, klinik yang bersangkutan. Kami tidak mau tahu, karena penumpang itu positif ya sudah,” ungkapnya.

Kedua maskapai ini dipastikan mendapat sanksi sementara waktu tidak boleh membawa penumpang dari Surabaya ke Pontianak. Sementara untuk tujuan sebaliknya masih diperbolehkan. “Surabaya itu kan kita takut (tertular) dari Bangkalan dari apa ya,” ucapnya.

Midji berharap kedua maskapai ini harus benar-benar berkoordinasi dengan pihak KKP. Semua suket negatif Covid-19 harus melalui aplikasi electronic Health Alert Card (e-Hac), sehingga dijamin keasliannya.

“Maskapai harus koordinasi betul dengan KKP, jangan lepas tanggung jawab. Tetap harus jaga keselamatan. Kalau begitu enak benar, penerbangan yang penting membawa penumpang, masalah positif negatif bukan urusan dia, mana bisa begitu. Harusnya mereka punya tanggung jawab juga,” tegasnya.

Pihaknya memastikan akan terus melakukan pengetatan-pengetatan. Mengingat kasus di Kalbar masuk tinggi dan angka kematian terjadi peningkatan yang signifikan. Untuk satu bulan ke depan semua orang yang masuk ke Kalbar baik transportasi udara maupun laut wajib negatif PCR.

“Di (RSUD) Soedarso itu dalam sehari bisa enam orang (meninggal). Nah saya minta semua masyarakat di Kalbar ini betul-betul mewaspadai, pemerintah daerah (kabupaten/kota) juga mewaspadai,” pesannya.

Jika masih ditemukan kasus serupa, ia mengatakan tak segan untuk memberikan sanksi yang lebih berat kepada pihak maskapai. Larangan membawa penumpang ke Kalbar bisa diperpanjang hingga dua bulan. Selain itu ia juga akan mengevaluasi penggunaan suket negatif PCR. Jika selama ini berlaku tiga kali 24 jam, akan diperpendak menjadi dua kali 24 jam.

“Tetap akan kami invetigasi yang bersangkutan (yang menggunakan suket palsu). Kami lapor polisi dan saya minta koordinasi. Ini sudah merusak. Ke depan yang menggunakan suket palsu karantina 20 hari, kalau perlu lebih, sebagai hukuman,” pungkasnya.

Salah satu penumpang yang menggunakan suket palsu RN menceritakan bahwa dirinya berangkat ke Jawa Timur pada 15 Juni 2021. Ia bersama rekannya SH berangkat ke sana untuk mengantarkan santri yang akan menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren.

Setelah satu minggu di sana, dari daerah Pasuruan mereka berniat membeli tiket untuk kembali ke Kalbar. “Awalnya kami mau tes di Madura, tapi kebetulan se-pulau Madura itu tidak ada (tempat pemeriksaan PCR),” terangnya saat ditemui awak media di Upelkes Kalbar, Jumat (25/6) sore.

Selanjutnya, ia mendapat informasi dari salah satu travel bahwa ada oknum yang menjual surat keterangan negatif PCR. Surat tersebut berbayar namun si pembuat tak perlu dites sama sekali. “Saya tanya dijamin tidak keamanannya, beliau (oknum penjual suket) jawab, aman Pak karena sebelum-sebelumnya ada (yang menggunakan),” ungkap warga Kabupaten Mempawah itu.

Dengan suket palsu seharga Rp800 ribu itulah ia kemudian pulang ke Kalbar menggunakan pesawat rute Surabaya-Pontianak pada, Selasa (22/6) lalu. Dan setelah dites oleh petugas di bandara Supadio secara acak, hasilnya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengatakan, dari penjelasan kedua penumpang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, memang ada calo atau oknum yang menawarkan suket negatif PCR. Calo-calo ini beroperasi di terminal bus maupun di Bandara Juanda, Surabaya. “Jadi banyak calo yang menawarkan, jadi kebijakan Bapak Gubernur untuk memfilter penumpang yang berasal dari luar Jawa dengan surat PCR negatif ternyata jebol,” katanya.

Untuk itu ia berharap pihak terkait bisa bertindak tegas. Terutama bisa menertibkan dan memproses hukum para calo yang menjual suket negatif PCR palsu di terminal maupun di bandara. (bar)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers