UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 16 Juni 2021 15:15
Edi Kamtono Positif Covid, Berawal dari Demam dan Menggigil
Edi Kamtono

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes usap, Selasa (15/6). Sebelumnya Edi sempat mengalami demam. Kabar itu didapat dari unggahan media sosialnya, kemarin.

“Pada hari Sabtu malam (12/6) saya mengalami demam, dan tadi pagi dilakukan tes usap yang hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Edi dalam pernyataan melalui akun Instagram @edikamtono.

Setelah dinyatakan positif, Edi langsung menjalani isolasi mandiri di rumah. Meski demikian, kondisinya disebut sudah mulai membaik. Sepanjang masa isolasi, tugas pemerintahan akan diwakilkan oleh Wakil Wali Kota, Bahasan.

Edi tidak dapat memastikan dari mana ia tertular karena selama ini mobilitasnya tinggi dan aktivitas yang padat saat menjalankan pemerintahan. Dalam kesempatan ini, Edi juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar Covid-19 yang diidapnya segera sembuh.

“Mohon doanya supaya saya cepat sembuh, dan kita semua diberikan kekuatan dan terhindar dari Covid-19,” ujarnya. Edi pun mengajak semua masyarakat Kota Pontianak agar bersabar dan menahan diri untuk menyukseskan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) secara ketat selama 14 hari mulai 14 Juni 2021. 

“Dengan tetap menerapkan 5 M, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak, menjauhi kerumunan dan selalu menjaga stamina tubuh, karena saat ini tingkat penularan sangat tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pontianak telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 445/19/umum/tahun 2021 tanggal 10 Juni 2021, tentang penerapan PPKM di Kota Pontianak berlaku mulai 14 Juni 2021 hingga 14 hari ke depan.

Dalam surat edaran tersebut, waktu operasional tempat usaha dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dengan batas toleransi pukul 22.00 WIB. Khusus pusat perbelanjaan dan mal-mal, jam operasionalnya dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB. “Tempat usaha kami minta wajib menerapkan protokol kesehatan serta membatasi jumlah pengunjung tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas yang tersedia,” kata Edi Rusdi Kamtono yang juga selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Pontianak.

PPKM secara ketat diberlakukan karena adanya peningkatan kasus Covid-19 terutama yang bergejala, angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian di rumah sakit juga sudah di atas 80 persen. Kemudian jumlah pasien yang meninggal dunia pun mengalami peningkatan.

Warkop Langgar Jam Malam

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pontianak telah melakukan tes usap terhadap 17 pengunjung warung kopi (warkop) karena melanggar jam malam sejak penerapan PPKM.

“Dari hasil razia kami bersama jajaran Polresta Pontianak dan instansi terkait lain pada Senin malam (14/6), ditemukan satu warkop yang masih beroperasi di atas jam malam yang dibatasi hingga pukul 22.00 WIB, sehingga semua pengunjung kami tes usap,” kata Kepala Dinkes Kota Pontianak Sidiq Handanu di Pontianak.

Dia menjelaskan, hasil tes usap tersebut akan keluar dalam tiga hari ke depan. Jika hasilnya ada pengunjung yang terkonfirmasi positif Covid-19 maka warkop tersebut akan ditutup sementara. “Kami akan gencar dan rutin melakukan razia terhadap warkop yang bandel hingga penerapan PPKM berakhir,” ujarnya.

Guna mendukung pengetatan PPKM ini, Kepolisian Resor Kota Pontianak juga mengambil langkah dengan mengalihkan sejumlah arus lalu-lintas misalnya di Jalan Gajah Mada, Hijas, Ketapang dan Jalan Reformasi.

Kasat Lantas Polresta Pontianak Kota, Kompol Rio Sigal Hasibuan mengatakan, pengalihan arus lalu lintas dalam pengetatan PPKM in dimulai Senin malam (14/6) pukul 20.00 WIB. “Ini untuk mendukung penerapan PPKM skala mikro secara ketat di Kota Pontianak dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dia menambahkan pengalihan arus tersebut dilaksanakan selektif prioritas. Untuk petugas kesehatan, pasien rumah sakit atau orang yang akan menuju apotek, ojek online, dan penduduk lokal tetap dipersilakan melalui jalan tersebut. “Kami berharap seluruh warga Kota Pontianak dapat mematuhi kebijakan ini,” katanya. (iza/ant

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers