UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 19 Juli 2016 20:26
Wuiih Rame! Gara-Gara Ini, Sopir Tangki pada Demo ke Kantor DPRD
ilustrasi

PONTIANAK - Puluhan sopir mobil tangki pembawa BBM Pertamina, dari PT. Elnusa Petrofin mendatangi Kantor DPRD Kota Pontianak, Senin (18/7). Mereka meminta menyelesaikan persoalan sopir dengan pihak Pertamina yang selama ini terkesan janggal, terutama sisi aturan Pertamina yang menyulitkan sopir. Ada tiga tuntutan pihak sopir dilayangkan ke DPRD. Salah satunya, memediasi sopir dalam penyelesaian persoalan ini.     

“Ada tiga tuntutan kawan-kawan (sopir), yang pertama kita minta pemimpin yang ditempatkan adalah orang yang bijaksana. Kedua kami minta tinjau kembali aturan yang dikeluarkan Pertamina, yang kadang bertentangan dengan perusahaan tempat kami bekerja. Terakhir kami minta tinjau kembali hak kami yang belum maksimal,” ucap Alfian, perwakilan Sopir kepada wartawan.

Menurutnya, ada beberapa aturan Pertamina yang memberatkan sopir. Diantaranya sopir tak boleh melalui Jalan Budi Utomo. Selain itu sopir tak boleh berhenti meski hanya beli nasi. “Semua diawasi Pertamina, bagaimana kami mau kerja?” ungkapnya.

Sebelum tindakan ini dilakukan, beredar isu bahwa para sopir akan mogok jalan. Tepatnya sebelum Idul Fitri. Namun nyatanya tak ada mogok kerja dan para sopir tetap bekerja sesuai prosedur. Karena isu tersebut, kini pihak Pertamina menyiapkan aparat TNI sebagai antispasi apabila kejadian mogok sopir benar terjadi.

“Kami tak akan mogok, karena jika mogok pekerjaan kami akan diganti aparat TNI,” ungkapnya.

Kekhawatiran puluhan sopir itu rupanya benar terjadi. Terbukti kedatangan pihaknya ke DPRD, pihak TNI langsung ambil alih tugas sopir dengan memarkirkan mobil tangki ke tempat yang telah ditentukan. “Kedatangan kami ke sini koordinasi dengan DPRD, karena yang dapat menyelesaikan persoalan dan mempertemukan kami dengan Pertamina, ialah DPRD. Kami minta dimediasi. Kami percayakan dewan untuk mediasi pihak kita dan Pertamina,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan wartawan, apakah aksi sopir sampai melakukan mogok kerja, ia menyatakan tak ada mogok kerja. Mobilnya tetap beroperasi, hanya saja yang mengoperasikan pihak TNI.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan PT. Pertamina untuk minta penjelasan terkait keluhan sopir-sopir ini. “Saya akan tanya tiga tuntutan sopir ke Pertamina. Pertamina harus jelaskan itu,” tegasnya.

Ia tak ingin persoalan sopir dengan Pertamina berlarut-larut. Mesti cepat diselesaikan dan harapannya tak sampai ada pemogokan kerja. Jika sopir mogok akibatnya fatal. Siapa yang akan mendistribusikan BBM ke SPBU jika tak ada sopir-sopir ini? Mesti pikir panjang.

“Makanya harus duduk satu meja untuk menyelesaikan persoalan ini. Yang jelas harus direspons secepatnya, kalau bisa sore ini pihak Pertamina bertemu kami, ” ungkapnya.

Apa yang dilakukan sopir ini dirasa Satar merupakan hal wajar. Kekesalan ditumpahkan ke dewan tidak main demo ke Pertamina, merupakan langkah tepat. Untung saja sopir tak bertindak arogan. Mereka ingin minta penyelesaian ini diselesaikan dengan baik-baik.

Menanggapi TNI yang saat ini menggantikan para sopir di Depot Pertamina dalam mengoperasikan mobil tangki, Satarudin mengatakan hal tersebut adalah hal darurat, sehingga digantikan sementara oleh TNI.

"Semoga ada titik temu, sehingga mereka akan segera kembali lagi melaksanakan kewajiban mereka sebagai sopir mobil tangki," katanya.

Sementara itu, Communication and Relation MOR VI Pertamina Kalimantan, Bagja Mahendra saat dihubungi melalui seluler mengatakan, untuk sementara waktu pihaknya bekerjasama dengan TNI dalam membantu menyalurkan BBM kepada SPBU-SPBU dalam mengatasi dampak dari puluhan sopir tangki BBM PT Elnusa Petrofin yang mogok kerja.

Dijelaskan, demo yang dilakukan sopir karena salah satu rekannya ditindak tegas setelah terbukti melakukan penyelewengan BBM. Kejadian itu sudah ditindak pihaknya, dan masyarakat tak perlu khawatir terkait pasokan BBM ke SPBU-SPBU karena pihaknya minta bantuan TNI dalam penyaluran BBM sementara waktu.

"Terkait tuntutan silakan saja berproses, aturan perusahaan sudah jelas, penyelewengan BBM sudah kategori pelanggaran berat," ungkapnya.

Pascamogok awak mobil tangki, Pertamina pastikan penyaluran BBM di wilayah Pontianak dan sekitarnya berjalan lancar. Koordinasi dan kerja sama sudah dilakukan dengan pihak TNI dan Polri, sejak pagi tadi telah dilakukan sekitar 90 persen penyaluran guna mengatasi dampak dari puluhan sopir tangki BBM PT Elnusa Petrofin yang mogok kerja.

"Untuk sementara, kami bekerjasama dengan pihak TNI dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di Pontianak dan sekitarnya agar tidak terganggu dalam mengatasi mogok kerja yang dilakukan oleh puluhan sopir tangki," ujar Bagja Mahendra.

Pertamina secara tegas mengambil tindakan Pemutusan Hubungan Kerja kepada salah satu Awak Mobil Tangki yang secara nyata terbukti melakukan pelanggaran berat yaitu melakukan penyelewengan BBM di jalan pada tanggal 21 Juni 2016 yang lalu.

“Tindakan tegas ini merupakan komitmen Pertamina dalam melakukan pelayanan kepada SPBU, tidak boleh ada losses akibat tindakan-tindakan tidak terpuji seperti ini.” Ungkap Bagja. Aturan sanksi juga dilakukan berjenjang, untuk Pelanggaran berat harus dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja.

Sementara menanggapi tuntungan awak mobil tangki yang berdemo, Pertamina mempersilahkan tuntutan itu untuk berproses, namun secara tegas Pertamina tidak akan mencabut keputusan pemutusan hubungan kerja. “Terbukti secara kuat, berdasarkan laporan dan bukti foto, harus ditindak tegas,” tutupnya. (ars/iza)


BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers