UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 20 Mei 2021 11:54
Kalbar Swab Ulang Penumpang Pesawat, Ketahuan Palsu Kena Denda Rp 5 Juta
foto ilustrasi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak ingin kecolongan soal penumpang positif Covid-19 yang menggunakan surat keterangan negatif RT-PCR palsu. Satgas Covid-19 Kalbar telah menyiapkan antisipasi termasuk memberikan sanksi maksimal sebesar Rp5 juta.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson menjelaskan, sesuai dengan Pergub Kalbar, penumpang pesawat udara wajib melakukan validasi dokumen kesehatan hasil negatif uji swab berbasis PCR secara digital melalui e-HAC. Sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 3×24 jam, sejak tanggal pemeriksaan sebelum keberangkatan dengan memanfaatkan aplikasi e-HAC secara elektoronik (scan barcode) sebagai persyaratan perjalanan.

“Untuk antisipasi pemalsuan dokumen hasil pemeriksaan RT-PCR yang dibawa penumpang pesawat udara kami akan lakukan tes ulang,” ungkap Harisson kepada awak media, Rabu (19/5) seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

Satgas Covid-19 Kalbar akan memeriksa setiap penumpang pesawat yang masuk ke Kalbar di terminal kedatangan Bandara Supadio. Tes usap (swab) RT-PCR dilakukan terhadap penumpang yang membawa dokumen negatif tetapi tidak ada QR code atau  barcode dan ada QR code atau barcode tapi tidak bisa dipindai.

“Surat yang tidak ada barcode dan ada barcode tapi tidak bisa dipindai akan diambil oleh petugas untuk bukti penjatuhan sanksi bila nantinya hasil swab PCR ulang di bandara Supadio positif (Covid-19),” katanya.

Terhadap penumpang yang hasil tes PCR ulangnya di bandara dinyatakan positif Covid-19 maka akan diberikan beberapa sanksi. Pertama menjalani isolasi di Upelkes Kalbar selama 14 hari dengan biaya makan dan minum selama isolasi ditanggung oleh yang bersangkutan. Kedua penumpang yang positif harus membayar biaya pemeriksaan tes usap RT-PCR sebesar Rp900 ribu. Ketiga penumpang didenda paling banyak sebesar Rp5 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya Harisson mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Kalbar. Setelah diobservasi, salah satu penyebabnya ada indikasi akibat pemalsuan surat negatif RT-PCR yang mengatasnamakan laboratorium di Jakarta.

“Salah satu yang menjadi masalah setelah kami observasi adalah bocornya kasus-kasus konfirmasi (positif) yang dari luar Kalbar masuk ke Kalbar, terutama yang dari bandara,” katanya, Senin (17/5) lalu.

Harisson menyebut ada beberapa kasus positif Covid-19 penumpang pesawat yang ternyata menggunakan surat negatif RT-PCR palsu. Kasus ini diketahui setelah laboratorium klinik Medilab Jakarta mengirimkan surat ke Dinas Kesehatan Kalbar, bahwa ada dugaan pemalsuan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR yang mengatasnamakan lab tersebut.

Sementara itu, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat membentuk Satgas Covid-19 untuk internal di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. Dengan adanya Satgas ini diharapkan bisa menekan penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran dan hal ini bisa ditiru oleh OPD yang ada di kabupaten/kota.

Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari mengungkapkan, pembentukan Satgas Covid-19 tersebut menindaklanjuti arahan Gubernur Kalbar saat rapat bersama seluruh OPD di lingkungan Pemprov Kalbar. “Pada waktu rapat kemarin bahwa seluruh perangkat daerah harus membentuk Satgas Covid-19. Mengapa, untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran,” katanya kepada awak media, Rabu (19/5).

Untuk itu Disporapar Kalbar sudah mengeluarkan SK Nomor 60 Tahun 2021 tentang pembentukan Satgas di lingkungan Disporapar. Dengan adanya SK tersebut secara internal OPD tersebut memiliki tupoksi menjaga seluruh ASN di lingkungannya patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Teknisnya kami setiap hari bergantian akan melaksanakan piket per bidang, untuk mengawasi pelaksanaan prokes di lingkungan Disporapar. Termasuk misalnya ada tamu yang datang tidak pakai masker akan kami tolakdan suruh pakai masker dulu,” jelasnya.

Selain itu ketika menerima tamu dari luar akan diusahakanditerima cukup di lobi. Jika pun harus masuk ruangan waktunya juga bakal dibatasi atau tidak bisa terlalu lama. “Kawan-kawan (ASN) diharapkan juga tidak berkerumun di suatu tempat atau meminimalkan membuka masker. Pada saat makan minum boleh membuka masker sesuai dengan jadwalnya, tetapi tidak beramai-ramaimakan bersama,” tambahnya.

Kemudian secara internal Disporapar juga mempersiapkan, agar seluruh program kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan prokes. Seperti dicontohkannya pelaksanaan kegiatan seleksi calon anggota Paskibra dari 14 kabupaten/kotayang dibuka kemarin dan berlangsung hingga hari ini. Semua dilaksanakan dengan memperhatikan prokes secara ketat. (bar)


BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:33

Seleksi Pejabat Pemprov, Sekda Kalbar Bilang Jangan Coba-Coba Nyogok!

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah memulai seleksi terbuka…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:48

Jokowi Sedih Dengar Warga Berobat ke Luar Negeri

Rumah Sakit (RS) terbesar di Kalimantan Barat (Kalbar) RSUD Soedarso…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:28

Cerita Masyarakat yang Hidup Berdampingan dengan Sungai Kapuas

Pandai berenang dinilai banyak orang menjadi salah satu keharusan bagi…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:24

Nasib Masyarakat di Tengah Himpitan Status Kawasan Hutan

Sejatinya, hutan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di…

Sabtu, 30 Juli 2022 12:13

Malu Ditagih Hutang 200 Ribu, Pemuda 24 Tahun Gantung Diri

Peristiwa Gantung diri Seorang Pemuda di Monterado membuat geger. Kejadian…

Jumat, 29 Juli 2022 12:47

Warga Pilih Berobat ke Malaysia, Gubernur Soroti Kualitas Layanan Rumah Sakit di Kalbar

 Sejak pintu perbatasan Indonesia-Malaysia dibuka kembali 1 Mei lalu, ramai…

Selasa, 26 Juli 2022 10:10

Kalbar Masuk Kelas Tinggi Kerentanan Bencana Banjir

HARI ini, 25 Juli, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan…

Senin, 25 Juli 2022 13:03

Desa Sungkung Tak Lagi Gelap Gulita, Warga Swadaya Bangun Pembangkit Listrik

Bertahun-tahun masyarakat Desa Sungkung hidup terisolasi, tetapi bukan berarti mereka…

Senin, 25 Juli 2022 13:01

Warga Sakit Harus Digotong, Sungkung Butuh Fasilitas Kesehatan

“Menderita kami, Pak. Sedih kami sebenarnya menjadi orang Sungkung,” ungkapan…

Senin, 25 Juli 2022 13:00

Desa Sungkung Kabupaten Bengkayang, Bertahan dalam Keterisoliran

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata Sungkung?…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers