UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 11 Mei 2021 11:42
Pengawasan Pangan di Sanggau, Temukan 46 Picis Produk Kedaluwarsa
JUMPA PERS: Kepala Loka POM Sanggau, Agus Riyanto saat memberikan penjelasan mengenai intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan di Sanggau pada tiga tahap pelaksanaan selama Ramadan maupun menjelang Idulfitri 2021. SUGENG/PONTIANAK POST

PROKAL.CO,

Dari hasil pemeriksaan Loka POM Kabupaten Sanggau pada tahap satu dan tiga, total produk yang mereka periksa sebanyak 46 picis sebagai produk kedaluwarsa. Hal tersebut disampaikan Kepala Loka POM Kabupaten Sanggau, Agus Riyanto, dalam konferensi pers mereka, Senin (10/5).

Agus menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah pengawalan terhadap keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, secara khusus sepanjang Ramadan dan menjelang Idulfitri tahun 2021. “Di Sanggau, Loka POM telah melakukan intensifikasi pengawasan pada pangan olahan tanpa izin edar (TIE), kadaluarsa dan rusak pada sarana distribusi pangan serta melakukan pengawasan dan pengujian pada pangan berbuka puasa atau takjil,” ujarnya dilansir pontianakpost.co.id.

Intensifikasi direncanakan mereka dalam enam tahap, dimulai 5 April hingga 21 Mei 2021. Sejauh ini, mereka telah melakukan intensifikasi hingga tahap tiga di Kabupaten Sanggau maupun Sekadau (wilayah kerja Loka POM Sanggau). Dari data, mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 sarana distribusi pangan di Sanggau dan Sekadau, dengan rincian 100 persen sarana distribusi tidak memenuhi ketentuan (TMK). Pada sarana distribusi yang tidak memenuhi ketentuan tersebut mereka menemukan sejumlah produk kedaluarsa dan rusak. 

“Khusus intensifikasi di Sanggau, yakni pada tahap satu dan tiga. Tahap dua dilakukan di Sekadau, sebagai bagian dari wilayah kerja. Pada tahap satu (Sanggau), kegiatan dilaksanakan pada tiga sarana ritel pangan modern di wilayah Kota Sanggau,” ungkapnya. Dari hasil pemeriksaan mereka ditemukan sebanyak tiga item masing-masing 4 picis sebagai produk rusak dan 2 item (sebanyak 12 picis) produk kedaluwarsa. Kemudian untuk tahap tiga di Sanggau, pengawasan mereka lakukan pada dua sarana ritel modern dan satu sarana ritel tradisional. Dari hasil pemeriksaan tersebut mereka menemukan 4 item atau sebanyak 4 picis produk rusak dan 3 item (sebanyak 34 picis) produk kedaluwarsa.

Dari hasil pemeriksaan mereka, total produk yang sebanyak 7 item (sebanyak 8 picis) produk rusak dan 5 item (sebanyak 46 picis) produk kedaluwarsa. Produk rusak yang ditemukan mereka didominasi oleh produk susu kental manis dalam kemasan kaleng, susu kaleng siap minum, atau pun sarden. Sedangkan produk kedaluwarsa, diakui dia, didominasi oleh makanan ringan, snack (wafer, biskuit), serta bumbu dan mi instan.

“Produk yang rusak maupun kadaluarsa tersebut telah dilakukan pemusnahan ditempat oleh pemilik sarana yang disaksikan oleh petugas sebagai bentuk upaya pembinaan,” tegasnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers