UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Jumat, 07 Mei 2021 13:18
Larangan Mudik Turunkan Pertumbuhan Ekonomi, Transportasi Mandek, Konsumsi Tertahan
KOSONG: Loket-loket penjualan tiket bus di terminal bus ALBN Sui Ambawang tutup, kemarin. Selain itu tidak ada satupun bus yang datang maupun berangkat di terminal itu. ARISTONO/PONTIANAK POST

PROKAL.CO,

Kebijakan larangan mudik dan penyekatan bagi pemudik di titik-titik strategis telah membuat arus lalu lintas kendaraan umum menjadi sepi. Pantauan Pontianak Post di Terminal Bus ALBN (Antar Lintas Batas Negara) Sungai Ambawang, Kamis (6/5) kemarin misalnya, tidak ada satu pun loket dari perusahaan layanan transportasi yang buka. Bahkan miliki DAMRI sekalipun. Tidak ada orang lalu lalang yang menjadi pemandangan biasa setiap jelang Idulfitri di sana. Begitu juga tidak ada satupun bus terparkir, berangkat maupun datang.

“Hari ini tidak ada satupun bus yang berangkat. Mungkin besok subuh ada atau tidak, kita belum tahu. Loket-loket tiket juga tutup. Tetapi kami tetap beroperasi normal dan membuka layanan,” ujar Agung Dwi Saputro, petugas ALBN Sui Ambawang kepada koran ini. Padahal, kata dia, pada hari sebelumnya, arus bus yang melewati ALBN cukup ramai. “Tadi subuh ada 10 bus yang berangkat. Hari-hari sebelumnya juga normal,” sambung dia.

Posko penyekatan juga didirikan di dekat gerbang masuk ALBN. Posko ini berisi sejumlah petugas gabungan dari Kepolisian Sektor Sungai Ambawang, Koramil Sungai Ambawang, Dinas Perhubungan, Pol PP Kecamatan Sungai Ambawang, Jasa Raharja, dan tenaga medis. Menurut dia, sesuai imbauan larangan mudik lebaran 2021 oleh pemerintah, posko ini akan diberlakukan mulai0 6-17 Mei. “Namun kami secara internal juga membuka posko yang beroperasi sampai 24 Mei. Sesuai arahan dari Kemenhub,” katanya diberitakan pontianakpost.co.id.

Dwi menyebut, pihaknya sangat ketat dalam menyeleksi mereka yang melakukan perjalanan. Aturan pemerintah, mereka yang boleh bepergian adalah aparatur sipil negara atau ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, dan pegawai swasta yang memiliki kepentingan pekerjaan. Penumpang harus punya surat pengantar dari kantornya atau pimpinan. Sedangkan masyarakat umum yang ingin menjenguk keluarga sakit bisa menyertakan surat keterangan lurah atau kepala desa.

“Pemeriksaan ini dimulai dari pihak perusahaan penyedia layanan bus yang mengecek kelengkapan syarat tersebut kepada penumpangnya. Nanti di posko penyekatan akan dicek lagi oleh petugas,” sebut dia.

Ekonom Universitas Tanjungpura, Prof Dr Eddy Suratman mengatakan kebijakan larangan mudik dan penyekatan pasti berdampak pada perekonomian Kalbar. Terlebih Lebaran adalah periode meningkatnya konsumsi masyarakat. Padahal kata dia, turunnya konsumsi adalah salah satu sebab utama turunnya pertumbuhan ekonomi nasional dan Kalbar pada masa pandemi ini.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers