UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 26 April 2021 10:56
Dugaan Korupsi Dana Desa, Anggota DPRD Ketapang Ditahan
DITAHAN : Anggota DPRD Ketapang, LH, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejari Ketapang terkait kasus penyalahgunaan dana desa, kemarin (23/4) sore. AHMAD SOFI/PONTIANAKPOST

PROKAL.CO,

DIDAMPINGI kuasa hukumnya, tersangka kasus dugaan korupsi dana desa, Mantan Kepala Desa Bantan Sari, Kecamatan Marau berinisial LH, memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Ketapang pada Jumat (23/4) siang. Usai menjalani pemeriksaan, pria yang duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang ini langsung ditahan. Selain LH, jaksa juga menahan PW, selaku Mantan Bendahara Desa Bantan Sari.

Diberitakan pontianakpost.co.id, LH bersama PW dijadwalkan datang ke Kejari Ketapang pukul 09.00 WIB. Namun mereka baru datang sekitar pukul 11.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan usai salat Jumat. Usai diperiksa sekitar pukul 15.00 WIB, LH dan PW langsung ditahan dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Ketapang dengan pengawalan dari aparat kepolisian.

Kepada awak media, LH, mengaku akan mengikuti semua proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. “Saya menjalani proses hukum sesuai peraturan dan undang-undang di negara ini. Saya berterima kasih kepada Kejaksaan Negeri Ketapang yang sudah memberikan petunjuk terbaik untuk saya. Saya kooperatif sebagai warga negara untuk mengikuti proses hukum yang berlaku,” katanya sebelum dibawa ke Lapas Ketapang.

Kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana desa ini sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Ketapang sejak setahun yang lalu. Namun, kasus ini naik ke tingkat penyidikan dan LH ditetapkan sebagai tersangka di tahun ini. Kasus mencuat diduga karena persaingan politik. Ada pihak yang diduga sengaja ingin melengserkan LH dari kursi DPRD Ketapang.

“Terkait ada lawan politik yang ingin menjatuhkan melalui perkara ini. Saya kurang paham juga. Tapi nanti akan mencuat siapa yang menzalimi saya. Kita tidak bisa membicarakan itu siapa, karena kita tidak ada bukti menunjuk seseorang. Tinggal menunggu waktu untuk menjawab,” ungkapnya.

LH mengaku, melalui kuasa hukum dirinya telah mengajukan untuk penagguhan penahanan. “Untuk penangguhan, kami telah mengajukan dan tinggal menunggu dari pihak kejari. Pendampingan dari partai tidak ada, karena saya tidak mengajukan pendampingan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Alamsyah, melalu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ketapang, Agus Supriyanto, mengatakan serah terima tersangka LH dan PW telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) pada pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Bantan Sari Kecamatan Marau tahun anggaran 2016 dan 2017. “Sedangkan fisik kegiatan PLTD sudah dibangun sebelumnya yang mengakibatkan kerugian negara sebesar sekitar Rp229 juta,” ungkap Agus.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers