UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 24 April 2021 12:49
15 Tahun Buron, Cukong Pembalak Liar di Kalbar Ditangkap
Tersangka saat digiring aparat kejaksaan.

etelah 15 tahun dalam pelarian, terpidana kasus tindak pidana pembalakan liar (illegal logging), Prasetyo Gow alias Asong akhirnya ditangkap tim Tinggi Kalimantan Barat bersama Intelijen Kejaksaan Agung di sebuah apartemen The Royal Spring Hill Residence, Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Kemayoran di Jakarta Utara, Rabu (22/4).

Dengan dikawal petugas kejaksaan, terpidana illegal logging tersebut dibawa ke Pontianak dengan menggunakan pesawat Batik Air, pukul 12.00. Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi mengatakatan, dalam pelarian Prasetyo Gow alias Asong telah terpantau lama. Namun baru berhasil ditangkap setelah pihak kejaksaan dapat memastikan identitas yang bersangkutan.

Menurut Masyhudi, selama pelarian, yang bersangkutan menggunakan nama atau identitas palsu. “Tim di lapangan harus berhati-hati, supaya jangan sampai salah tangkap,” kata Masyhudi seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, Prasetyo Gow mengubah identitasnya menjadi Tjhia Tjhun Fen, dengan tempat tanggal lahir 21 desember 1959 di Singkawang. Dalam pelariannya, Asong juga melakukan operasi plastik dengan mengubah bentuk wajah pada hidung dan rahang.

“Para DPO atau buron yang sekarang masih ada, sebaiknya menyerahkan diri saja. Karena bagaimana pun di tempat pelarian itu tidak enak, was-was, tidak tenang. Sebaiknya menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Masyhudi dalam keterangan persnya, Jumat (23/4) sore. “Hanya masalah waktu saja. Mau diubah identitasnya juga, akan ketahuan. Cepat atau lambat akan ketahuan,” sambungnya.

Dikatakan Masyhudi, terkait dengan pergantian identitas palsu tersangka, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenkumham dan Kantor Imigrasi. Menurutnya, yang bersangkutan diketahui beberapa kali melakukan pelarian ke luar negeri. “Agar tak terdeteksi, pelaku ini menggunakan nomor telepon luar negeri (Singapura),” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Pontianak Iwan Irawan mengatakan, pihaknya akan mendalami adanya dugaan penggunaan identitas palsu yang dilakukan Prasetyo Gow. “Apabila memang ditemukan ada pemalsuan identitas saat pembuatan paspor, tentunya akan kami proses seuai dengan peraturan yang ada. Yakni Pasal 126 huruf c, depidana penjara 5 tahun dan denda Rp500 juta,” pungkasnya.

KRONOLOGI KASUS

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, kasus yang menjerat Prasetyo Gow berawal dari tahun 2004, ia sebagai pemilik Tempat Penumpukan Kayu (TPK) Lalang Lestari yang terletak di Sungai Awan Desa Sukaharja, Kabupaten Ketapang. Dia didatangi masyarakat untuk menjual kayu olahan milik masyarakat yang tidak dilengkapi dengan Dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).

Selanjutnya, kayu olahan tersebut diterima dan dibeli oleh Prasetyo Gow, dengan membuat bon pembelian oleh kasir.

Kemudian setelah kayu olahan tersebut terkumpul, selanjutnya Pelayaran PT. Lintas Benua untuk menyewa Kapal KM. Layanan Bermakna. Selanjutnya, kayu-kayu olahan tersebut diangkut menuju Gresik, Jawa Timur.

Ketika kayu-kayu olahan tersebut sedang dimuat ke KM Layanan Bermakna dan KM Javi, datang petugas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Selanjutnya petugas Polda Kalbar meminta dokumen SKSHH atas kayu-kayu olahan dimaksud. Oleh karena kayu-kayu olah tersebut tidak memiliki Dokumen SKSHH.

Polisi lalu mengamankan kayu-kayu olahan beserta kapalnya. Adapun kayu olahan yang diamankan sebanyak 46.253 keping yang terdiri dari kayu olahan berbagai macam jenis dengan volume sekitar 786.9716 m3.

Pada 28 Juli 2006, Asong divonis empat tahun pidana penjara dan denda Rp200 juta, subsidair 5 bulan kurungan Putusan Kasasi Mahkamah Agung nomor : 2370 K/PID/2005. Asong terbukti bersalah karena memiliki hasil hutan tanpa adanya surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH). Sebelum putusan Kasasi MA ditetapkan, Asong melarikan diri pada 2005. (arf)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:33

Seleksi Pejabat Pemprov, Sekda Kalbar Bilang Jangan Coba-Coba Nyogok!

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah memulai seleksi terbuka…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:48

Jokowi Sedih Dengar Warga Berobat ke Luar Negeri

Rumah Sakit (RS) terbesar di Kalimantan Barat (Kalbar) RSUD Soedarso…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:28

Cerita Masyarakat yang Hidup Berdampingan dengan Sungai Kapuas

Pandai berenang dinilai banyak orang menjadi salah satu keharusan bagi…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:24

Nasib Masyarakat di Tengah Himpitan Status Kawasan Hutan

Sejatinya, hutan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di…

Sabtu, 30 Juli 2022 12:13

Malu Ditagih Hutang 200 Ribu, Pemuda 24 Tahun Gantung Diri

Peristiwa Gantung diri Seorang Pemuda di Monterado membuat geger. Kejadian…

Jumat, 29 Juli 2022 12:47

Warga Pilih Berobat ke Malaysia, Gubernur Soroti Kualitas Layanan Rumah Sakit di Kalbar

 Sejak pintu perbatasan Indonesia-Malaysia dibuka kembali 1 Mei lalu, ramai…

Selasa, 26 Juli 2022 10:10

Kalbar Masuk Kelas Tinggi Kerentanan Bencana Banjir

HARI ini, 25 Juli, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan…

Senin, 25 Juli 2022 13:03

Desa Sungkung Tak Lagi Gelap Gulita, Warga Swadaya Bangun Pembangkit Listrik

Bertahun-tahun masyarakat Desa Sungkung hidup terisolasi, tetapi bukan berarti mereka…

Senin, 25 Juli 2022 13:01

Warga Sakit Harus Digotong, Sungkung Butuh Fasilitas Kesehatan

“Menderita kami, Pak. Sedih kami sebenarnya menjadi orang Sungkung,” ungkapan…

Senin, 25 Juli 2022 13:00

Desa Sungkung Kabupaten Bengkayang, Bertahan dalam Keterisoliran

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata Sungkung?…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers