UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 16 Juni 2016 22:32
Kejar Layangan Putus, Bocah 12 Tahun Kejang-Kejang lalu Tewas
ilustrasi

PONTIANAK - Permainan layangan menggunakan kawat sebagai benang kembali memakan korban jiwa. Kali ini menimpa Fikri As Saiyadah (12), yang meninggal setelah memegang tali layangan yang menyangkut di kabel listrik di Gang Belibis, Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak, Selasa (14/6) sekitar pukul 16.30.

Bocah yang tinggal di Gang Lanjut tersebut awalnya mengejar layangan putus dari gangnya hingga ke Gang Belibis. Benang layangan yang putus tersebut tersangkut ke kabel listrik dan seketika itu pula korban langsung menangkap benang tersebut.

Seketika korban yang tidak mengetahui jika benang tersebut merupakan kawat langsung tak berdaya terjatuh. Meski mendapat pertolongan dan korban langsung dibawa ke rumah sakit, nyawa bocah malang tersebut tak dapat lagi diselamatkan.

Kepala Polsek Pontianak Kota, Kompol Alber Manurung membenarkan seorang bocah, bernama Fikri As Saiyadah meninggal dunia akibat memegang benang layangan yang sangkut di kabel listrik.

“Saat benang layangan ini tersangkut ke kabel listrik, korban langsung memegang tali kawat tersebut sehingga menyebabkan korban kejang-kejang,” kata Alber, Rabu (15/6).

Saat itu, lanjut dia, seorang warga yang melihat kejadian tersebut, lalu berusaha menyelamatkan korban dengan cara memotong tali kawat  dengan tang. “Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, bahwa abang korban yang datang sempat memberi nafas buatan dan melarikan korban ke rumah sakit namun nyawa yang bersangkutan tidak dapat diselamatkan,” ucapnya.

Forum Relawan Kemanusian Pontianak Stepanus Paiman mengaku miris mendengar ada korban meninggal dunia akibat penggunaan kawat sebagai benang. “Sudah terlalu banyak masyarakat menjadi korban, pengguna motor sampai meninggal, listrik padam, tapi pemain layangan hanya senyum-senyum seolah tak merasa berdosa,” kata Stepanus.

Stepanus mengatakan sudah seharusnya pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah harus mengambil tindakan tegas, mulai dengan rutin razia pemain layangan, menangkap dan memberi sanksi bagi pemain. “Jangan hanya razia saat ada korban,” ucapnya.

---------- SPLIT TEXT ----------



Kejadian meninggalnya dua warga Pontianak akibat tali layangan membuat Wali Kota Pontianak, Sutarmidji segera mengeluarkan peraturan terkait larangan permainan layangan di wilayah Pontianak. Nanti hanya layangan hias yang boleh dimainkan.

“Mulai 15 Juli 2016, akan keluarkan peraturan wali kota yang melarang permainan layangan di seluruh wilayah Pontianak terkecuali layangan hias beserta festivalnya. Tidak ada tempat dan ruang di Pontianak untuk bermain layangan karena tidak ada jaminan layangan yang dimainkan itu tidak menggunakan gelasan dan tali kawat,” katanya Rabu kemarin.

Dalam penertiban layangan, Midji mengaku kesulitan. Dalam satu tahun, kemungkinan empat ribu layangan berhasil disita. Bahkan tidak sampai penyitaan, pihaknya juga mengajukan ke pengadilan namun tak membuat pemain layangan jera.

Indikasi permainan layangan jadi ajang taruhan. Yang bahaya, ketika layangan putus, mereka menggulung benang menggunakan gerinda agar cepat. Tak jarang menyebabkan orang lain celaka karena gelasan melukai kulit. Bahaya paling nyata dirasakan para pengguna lalu lintas.

“Bagi siapa pun yang masih bermain layangan setelah perwa tersebut dikeluarkan, Pemkot akan melakukan tindakan berupa tindak pidana ringan dengan mengajukan ke meja hijau,” tegasnya.

Main layangan, kata Midji, tak bermanfaat. Jika festival tak mengapa. Pemerintah tak mengekang,  jika ingin menyalurkan hobi, pihaknya rutin menggelar festival layangan hias dua kali setahun.

“Silakan salurkan hobi dengan berpartisipasi di festival. Sepuas-puasnya main layangan di situ. Mau dari pagi sampai malam pun tak masalah,” ucapnya.

---------- SPLIT TEXT ----------



Jika seperti ini berpolemik. Jangan pikirkan hobi namun mengabaikan nyawa orang lain. Jika ingin menyalurkan hobi harus sesuai aturan dan ketertiban. Larangan akan tetap ada selama masih ditemukan pemain yang menggunakan tali kawat, gelasan, gerinda dan sebagainya yang membahayakan.

Dia meminta instansi terkait memantau pemain layangan, karena akibat layangan dua korban tewas, seperti yang dialami Fikri Asaijdah (12) warga Gang Lanjut Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak akibat kesetrum tali kawat layangan. Sebelumnya, Senin (6/6) seorang pemain layang-layang, Pangga Bowo Laksono (21) tewas setelah tali kawat yang digunakannya tersangkut kabel listrik.(adg/iza)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers