UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 03 Maret 2021 12:09
NAH..!! Selidiki Perusahaan Pembakar Lahan, Polisi Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Karhutla
KARHUTLA: Tiga personel kepolisian berusaha memadam kebakaran lahan, kemarin. sebanyak delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. ISTIMEWA

PROKAL.CO,

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat akhir-akhir ini. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, Selasa (2/3).

Dikatakan Donny, terhitung sejak Januari hingga Februari 2021, Polda Kalbar dan jajaran telah menangani tujuh perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dengan delapan tersangka. “Dari tujuh perkara itu, ada delapan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Donny mengatakan, tujuh perkara yang terungkap itu ditangani oleh beberapa polres, di antaranya Polresta Pontianak, Polres Mempawah, Polres Kayong Utara. “Terbanyak ada di Polres Mempawah yaitu tiga kasus dan Polres lainnya sebanyak satu sampai dua kasus,”ujarnya. 

Dikatakan Donny, akibat ulah mereka, menimbulkan kebakaran lahan seluas hingga 14 hektare. Sedangkan untuk korporasi, lanjut Dinny, saat ini tim Ditkrimsus Polda Kalbar sedang lakukan penyelidikan di lokasi kebakaran, ada beberapa hotspot pantauan satelit berada di wilayah konsesi perusahaan. “Perkembangannya akan kami infokan kemudian. Sampai dengan detik ini tim terus berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Demikian juga dengan kasus kebakaran lahan yang mengakibatkan terbakarnya gedung sekolah SMK Negeri I Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. “Masih berproses. Ditkrimsus Polda Kalbar sedang memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi atau yang mengetahui kejadian,” katanya. 

Donny mengatakan, Polda Kalbar telah mengirim tim ke lapangan. Namun, masih bersifat pengumpulan bahan dan keterangan sejumlah saksi di lapangan. “Sekiranya ada yang potensial memberikan kesaksian, baru kita tuangkan dalam BAP,” ujarnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 April 2021 10:37

Pusat Rencanakan Investasi 150 Perusahaan Tiongkok di Kalbar, Ini Kata Gubernur

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji belum mengetahui secara pasti rencana…

Kamis, 08 April 2021 10:19

HOROR..!! Leher Petugas Damkar Terkena Kabel Melintang

-Teddy (23), anggota Pemadam Kebakaran (damkar) Mitra Bhakti mengalami musibah…

Selasa, 06 April 2021 11:52
Miliki Bukti Rekaman dan Surat Pengakuan Pelaku

Perawat Dilecehkan Atasan, Lapor Yayasan Malah Disanksi

Seorang perawat di salah satu rumah sakit di Kota Pontianak…

Selasa, 06 April 2021 11:50

Kesal karena Nyaris Senggolan, Pria Ini Tembak Mobil Anggota DPRD Sintang

Lantaran kesal hampir tersenggol, SR (24) lantas berlaga seperti koboi…

Minggu, 04 April 2021 11:17

Perkara Satwa Dilindungi; Pelaku Divonis Dua Bulan 20 Hari

Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau menjatuhkan vonis dua…

Minggu, 04 April 2021 11:15

Bank Pemerintah Dibobol Anak Magang Rp2,5 M, Ini Permintaan OJK Kalbar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat mendorong perbankan untuk memperketat…

Minggu, 04 April 2021 11:11

Upaya Tingkatkan Produktivitas Padi Kalbar, Fokus Pakai Bibit Unggul

 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat siap mendukung…

Kamis, 01 April 2021 12:55

MIRIS..!! 18 Bocah Terlibat Prostitusi Online di Pontianak

Sejumlah anak dan tiga orang dewasa diamankan pihak kepolisian dari…

Rabu, 31 Maret 2021 12:54

Pak Cu Terancam Hukuman Mati, Istrinya Juga Terlibat

Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak terancam…

Selasa, 30 Maret 2021 12:58

Gugatan Praperadilan Penjual Burung Ditolak

Pengadilan Negeri Pontianak menolak secara keseluruhan permohonan praperadilan yang diajukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers