UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 25 Februari 2021 10:48
Sekolah Tatap Muka, Ada Satgas yang Memantau Ketat
TES USAP GURU: Petugas kesehatan melakukan tes usap terhadap guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Pontianak, Selasa(23/2). HARYADI/PONTIANAKPOST

PROKAL.CO,

Kepala SMAN 3 Pontianak Wartono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan Satgas Covid-19 untuk memantau aktivitas peserta selama di sekolah, saat berlangsung pembelajaran tatap muka di tengah situasi pandemi Covid-19.  “Petugas satgas dari guru dan staf tata usaha. Mereka mengawasi aktivitas peserta didik, dengan cara berkeliling untuk memastikan ketaatan terhadap protokol kesehatan, seperti tidak ada kerumuman,” jelas Wartono di SMAN3 Pontianak, siang kemarin.

Ia menjelaskan pembelajaran tatap muka hanya dikhususkan untuk kelas 12. Ada sembilan rombongan belajar. Sistem pembelajaran dibagi dalam dua shift. Shift pertama berlangsung dari pukul 7.30 WIB – 9.30 WIB. Kemudian shift kedua pukul 09.45 WIB – 11.45 WIB. Kemudian ketika proses pembelajaran usai, ruangan disemprot disinfektan “Shift pertama di lantai dasar dan shift dua lantas atas, sehinggan tempat pelaksanaan pembelajaran juga terpisah,” sebutnya.

Secara keseluruhan ada 330 peserta didik khusus kelas 12 di SMAN 3 Pontianak. Namun tidak semuanya masuk dalam pembelajaran tatap muka karena ada yang tidak diizinkan orangtua. Peserta didik itu belajar dari Senin hingga Kamis.  Kemudian untuk satu sesi pembelajaran diisi dua mata pelajaran. Mata pelajaran yang dipelajari adalah yang masuk dalam ujian sekolah ditambah pelajaran Pendidikan Agama. “Jadi satu hari hanya ada dua mata pelajaran,” kata dia. Sementara untuk pembelajaran daring tetap berlangsung. “Pembelajaran daring sore hari,” sambungnya.

Wartono menambahkan pihaknya tidak memberlakukan jam istirahat bagi peserta didik selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka. Selama dua jam itu berlangsung dua mata pelajaran. Begitu usai, peserta didik langsung diarahkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.  Lantas bagaimana mengukur capaian belajar? Untuk mengukur capaian belajar itu pada penilaian akhir semester melalui ujian akhir. “Penilaiannya tak jauh berbeda dengan situasi sebelum pandemi, hanya cara belajar saja yang berbeda,” kata dia.

Ia mengakui sistem pembelajaran secara daring tak seefektif tatap muka. Saat tatap muka, peserta didik bisa berkonsultasi langsung dengan guru jika ada kendala yang dialami selama pembelajaran berlangsung.  Di lain tempat, Kepala SMA Mujahidin Umar Budiman mengatakan secara keseluruhan peserta didik di sekolahnya sebanyak 178 orang. Pihaknya membagi dua sesi per pekan untuk pembelajaran tatap muka. “Jadwal tetap Senin-Kamis. Untuk siswa kelompok A masuk pekan ini. Siswa di kelompok B masuk pekan depan,” kata dia.

Umar memastikan pihaknya menaati protokol kesehatan secara ketat. Jumlah peserta didik untuk satu kelas tidak lebih dari 16 orang. Begitu juga tempat duduk yang diatur berjarak antara satu dan yang lainnya.  Menurutnya protokol kesehatan sudah disosialisasikan ke peserta didik maupun orangtua ketika memutuskan pembelajaran tatap muka dimulai. Pihaknya juga memastikan aktivitas peserta didik di sekolah diawasi oleh Satgas Covid-19.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers