UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 21 Februari 2021 13:54
Jadi Cagar Budaya, RSJD Sungai Bangkong Dipugar Sesuai Bentuk Aslinya
BAKAL DIPUGAR: Bangunan asal Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong tempo dulu yang kini telah berubah. DOK-INT SYAFARUDDIN USMAN-PONTIANAK POST

PROKAL.CO,

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, alasan pemerintah mengusulkan bangunan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong sebagai cagar budaya karena bentuk bangunan yang unik.

Aidil Aqsa Akbary, Pontianak

BANGUNAN tersebut menurutnya kurang lebih sama dengan bangunan SDN 14 Jalan Tamar yang lebih dulu sudah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kota Pontianak. Yakni bangunan panggung dengan tiang-tiang yang terbuat dari kayu belian. "Karena itu bangunan unik dan seperti sekolah Jalan Tamar. Minimal diupayakan bentuk asli tak dirubah,” ungkap gubernur  kepada Pontianak Post, Jumat (19/2).

Sutarmidji mengatakan, bakal ada pemugaran di beberapa bagian bangunan RSJD Sungai Bangkong agar kembali seperti asli. Prosesnya bakal dibiayai oleh pemerintah pusat. “Tahun ini juga sudah ada anggaran dari pusat,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Sugeng Hariadi proses pengusulan bangunan tersebut menjadi cagar budaya memang sedang berjalan. Dalam hal itu akan melibatkan tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur.

"Nanti dari tim penilaian akan datang apakah layak atau tidak. Tim arkeolog yang dari Kaltim, tapi kalau lihat dari story usia di atas 50 tahun dan kegunaannya masih berfungsi sampai sekarang, bisa diakui sebagai cagar budaya,” katanya kepada awak media.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers