UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 12 Juni 2016 12:32
Kok Bisa Ya..Di Kalbar, Banyak Aset Pemerintah Beralih Status Hak Milik
ilustrasi


PONTIANAK- Pemerintah Kabupaten Sambas ternyata masih memiliki segudang masalah. Salah satunya masalah aset, alih status aset ke kabupaten pemekaran seperti Kabupaten Bengkayang dengan Kota Singkawang.

Di dua daerah tersebut ternyata belum tuntas. Pemerintahan Atbah-Hairiah yang akan dilantik pada 13 Juni 2016 diminta dapat bersikap tegas.

Prabasa Anantatur, anggota DPRD Kalbar asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Sambas mengatakannya kepada wartawan. ”Menjelang pelantikan pemerihatan baru di Kabupaten Sambas pada 13 Juni 2016, masih banyak PR bagi bupati dan wakil bupati baru. Itu juga menjadi pekerjaan kita semua,” ungkapnya baru-baru ini di Pontianak.

Seperti masalah insfrastruktur, kurang lebih 18 tahun menjadi PR bersama. Entah itu program dari APBD Sambas, APBD Kalbar maupun APBN. Yang pasti di Kabupaten Sambas masih banyak membutuhkan sentuhan dana masyarakat untuk membangun daerah. Tak hanya soal jalan, jembatan, tetapi program pengairan, pertanian, dan kependidikan juga wajib diwujudkan.

Masalah aset, lanjutnya, sudah banyak dibicarakan. Ada asetnya sudah dilepas. Ada juga terkendala, terbengakalai dan belum tuntas sama sekali.

Ketika pemekaran Sambas terjadi, aset-aset di wilayah Kabupaten Bengkayang dengan Kota Singkawang langsung diserahkan. Hanya proses penyerahan juga belum sepenuhnya tuntas dan menjadi beban pemerintah.

Dari aset dimaksud, sambung Prabasa, diduga tak sedikit menjadi aset pribadi. Harusnya ada kronologis dan ceritanya. Jangan rugikan daerah. Apakah dimiliki pribadi, pemerintah semua harus dibedakan.

Jangan sampai Sambas tak pernah memperoleh WTP karena persoalan aset yang selalu menjadi temuan. ”Makanya pada pemerintahan Atbah-Hairiah ini, soal aset harus tuntas. Jangan ada lagi permainan di pemerintahan. Saya percaya mereka mampu,” tuturnya.

Politisi Golkar Kalbar ini mengatakan bahwa banyak informasi berseliweran data aset kongkrit. Tak kongkrit karena banyak aset pemerintah dimiliki pribadi. Isu-isu tersebut terus bertebaran dan berseliweran di warung kopi di Sambas.

Salah satunya, katanya, yakni rumah sekda lama tak ditempati. Pun demikian masalah PDAM. Kabarnya Pemkab Sambas sudah melepasnya ke Kota Singkawang.

Tukar gulingnya juga sudah terjadi. Hanya kabarnya belum juga bisa-bisa selesai terkait administrasinya. Untuk memuluskannya 3 wilayah yakni Sambas, Singkawang dan Bengkayang harus duduk satu meja. ”Itu dulu kuncinya, baru bisa didata berapa banyak aset pemerintah berpindah tangan menjadi milik pribadi,” tuturnya.(den)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers