UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 15 Februari 2021 13:23
Pembakaran Mobil Patroli yang Diduga Dilakukan Pelaku Ilegal Logging
Barang Bukti Sudah Ditangan Polisi, Libatkan Dirjen Gakkum KLHK
Mobil patroli yang dibakar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani memastikan telah berkoordinasi dengan Dirjen Gakkum KLHK guna mengungkap kasus ilegal logging sekaligus terbakarnya mobil petugas KPH. Menurutnya barang bukti sejumlah kubik kayu yang diduga dari aktivitas ilegal logging itu telah diserahkan ke kepolisian. “Senin atau Selasa tim gabungan akan ke lokasi. Kami juga koordinasi dengan teman-teman di kepolisian dan TNI,” tutur dia. 

Seperti diketahui, mobil dinas milik UPT KPH Wilayah Putussibau Utara terbakar di wilayah desa Nanga Awin Kecamatan Putussibau Utara, Sabtu (13/2). Menurut Adi Yani, terbakarnya satu unit mobil tersebut saat petugas melakukan patroli dan mendapati aktivitas yang diduga ilegal logging. Kala itu, petugas melakukan pengecekan di titik ilegal logging yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari jalan tempat di mana mobil terparkir. Namun ketika petugas kembali, mobil yang terparkir di jalan sudah terbakar.

“Saat kembali, mobil sudah terbakar sekitar 50 persen,” tutur dia. Atas kejadian ini, petugas KPH lantas berinisiatif untuk melaporkan kasus ini  ke Polres Kapuas Hulu, dengan dua laporan, yakni ilegal logging dan kasus terbakarnya mobil. Lebih jauh dia mengungkapkan, patroli oleh petugas KPH tersebut dilakukan dalam rangka memantau kebakaran hutan dan aktivitas ilegal, baik itu ilegal logging maupun ilegal minning. Aktivitas ilegal logging di Kapuas Hulu diakuinya tengah marak terjadi, sehingga petugas lebih mengintensifkan patroli.

“Petugas melakukan patroli, dan memang terindikasi beberapa kawasan di Kapuas Hulu mara ilegal logging. Indikasi awalnya, beberapa bulan yang lalu kami bersama TNI dan Polsek setempat berhasil mengungkap kasus ilegal logging, dan pelakunya kini sudah diproses,” kata dia.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah Kapuas Hulu Utara Mardiansyah menyebut ada dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus pembalakan liar di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Nanga Awin, Putussibau Utara, kemarin.

“Informasinya seperti itu,” ujar Mardiansyah saat dihubungi Pontianak Post, Minggu (14/2) siang.

Menurut Mardiansyah, sosok aparat yang diduga terlibat berinisial Wd. Mardiansyah menyatakan, nama Wd sudah tidak asing lagi. Bahkan, sejak 2017, nama Wd kerap disebut-sebut oleh pekerja kayu sebagai orang yang menampung kayu hasil tebangan dari hutan.

“Namanya sering disebut-sebut. Bahkan sudah ada puluhan titik sejak tahun 2017,” lanjutnya.

Dikatakan Mardiansyah, selain dugaan keterlibatan Wd, juga ada pemodal lainnya yang ikut serta memodali sejumlah pekerja kayu yang terindikasi ilegal logging di wilayah Kapuas Hulu.

“Persoalan itu sudah sampai kepada Ibu Menteri LHK dan itu menjadi atensi pimpinan,” ucap dia.

Selain melaporkan ke pimpinan, pihak KPH juga sudah melaporkan secara resmi aktivitas ilegal logging khususnya di antara batas Desa Nanga Awin dan Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Utara ke pihak kepolisian.

Dijelaskan Mardiansyah, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa  ratusan kayu olahan berbagai jenis dan ukuran, gergaji mesin dan sarana aktivitas perambahan hutan.

“Untuk barang bukti termasuk kayu balok hasil olahan sudah diamankan di Polres Kapuas Hulu,” katanya.

Selain kasus dugaan perambahan hutan, pihaknya juga melapoprkan kasus dugaan pembakaran mobil dinas KPH ke Polres Kapuas Hulu.

“Dua-duanya kami laporkan. Untuk persoalan mobil dinas yang terbakar dan aktivitas ilegal logging saat ini sudah ditangani pihak kepolisian serta sudah menjadi sorotan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Mardiansyah.

Sementara itu, Komandan Kodim 1206 Putussibau Letkol Jemi Oktis Oil, pihaknya masih menyelidiki keterlibatan anggota TNI dalam kasus perambahan hutan di Desa Nanga Awin, Putussibau Utara.

“Opini yang muncul seolah-olah TNI membacking aktivitas illegal logging itu. Namun, sejauh ini kami masih menyelidiki apakah memang ada keterlibatan oknum TNI atau tidak,” katanya saat dikonfirmasi Pontianak Post, Minggu (14/2) sore.

Menurut Jemi, jika ada yang terlibat, dirinya akan mendorong pihak kepolisian untuk memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Pada intinya kami mendorong dan tidak akan menutup nutupi,” tegasnya.

Dia menjelaskan, saat kejadian di Desa Nanga Awin Kecamatan Putussibau Utara itu, memang ada anggota Sub Den Pom Putussibau yakni Wd hendak membeli kayu untuk keperluan membangun rumahnya di Kecamatan Kalis.

“Sejauh ini menurut informasi yang kami terima, memang orang ini (Wd) akan membeli kayu untuk membangun rumah. Tapi belum ada transaksi. Dia juga tidak tahu asal usul kayu tersebut,” jelasnya.

Sementara terkait dengan dugaan pembakaran mobil dinas KPH, lanjut Jemi, yang bersangkutan sudah pulang dari lokasi, sebelum mobil itu terbakar. “Kami bersedia menghadirkan yang bersangkutan apabila diperlukan oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Dandim menegaskan, jika nantinya terbukti dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian anggotanya melakukan kesalahan, pihaknya juga akan siap untuk menindak tegas sesuai ketentuan aturan hukum yang berlaku.

“Siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas. Meskipun itu anggota TNI. Karena jelas, TNI tidak boleh terlibat dalam kasus apapun, apalagi illegal logging,” pungkasnya. (pontianakpost)


BACA JUGA

Rabu, 08 Desember 2021 13:15

Harga Kratom Anjlok, Pengusaha Bilang Perlu Perda

Pandemi Covid-19 secara tak langsung berpengaruh terhadap bisnis kratom atau…

Rabu, 08 Desember 2021 13:11

Ekspor Kratom Via Jakarta, Pemerintah Daerah Tak Dapat Pajak Ekspor

Kelangkaan kontainer yang membuat ongkos ekspor melambung membuat pengusaha kratom…

Senin, 06 Desember 2021 10:26

Akhirnya....!! Masuk Kalbar Cukup Gunakan Tes Antigen

Menurunnya kasus Covid-19 baik secara nasional maupun di Kalimantan Barat…

Jumat, 03 Desember 2021 12:32

Gubernur Kalbar Minta Pengerukan Muara Sungai Kapuas

Untuk tanggulangi banjir di Kalbar, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengaku sudah…

Selasa, 30 November 2021 14:57

Cegah Omicron Masuk Kalbar, Masuk dari Jiran Wajib Karantina Tujuh Hari

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Satgas Covid-19 turut…

Kamis, 25 November 2021 12:13

Gubernur Kalbar Maunya Keroyokan Atasi Banjir Jangka Panjang-Pasca Banjir

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengajak keroyokan lakukan upaya jangka panjang atasi…

Kamis, 18 November 2021 14:33

Andika Perkasa Panglima TNI, Fokus Perang Siber

Jenderal TNI Andika Perkasa telah resmi dilantik Presiden Joko Widodo…

Rabu, 17 November 2021 14:12

Karena Pandemi, Ada Anak Kelas 3 SD Belum Fasih Membaca

Kaum perempuan harus andil dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)…

Rabu, 17 November 2021 14:09

Banjir Sintang, 77 Gardu PLN Gangguan, 16 Sudah Oke

Bencana banjir di Sintang menyebabkan 77 gardu PLN mengalami gangguan.…

Rabu, 17 November 2021 14:05

Banjir Sintang Mulai Surut 50 Cm

Banjir yang merendam Kabupaten Sintang sudah menginjak hari ke-28. Ketinggian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers