UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 28 Januari 2021 12:24
Dokumennya Diduga Palsu, Polisi Tahan Tongkang

Polisi melakukan penyitaan tongkang barlian 3311 dan lima unit tugboat yang dibeli PT Sarana Sijori Pratama. Penyitaan itu dilakukan petugas berakaitan dengan perkara penggunaan dokumen palsu untuk berlayar.

Kasubdit Krimum Polda Kalbar, Kompol Iwan Setyawan, mengatakan, pada Sabtu 23 Januari kemarin, pihaknya menerima laporan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya, atas dugaan penggunaan dokumen berlayar palsu  yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya.

“Dugaannya menggunakan surat bukan peruntukannya yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kubu Raya,” kata Iwan, ketika ditemui di Polda Kalbar, Rabu (27/1). 

Iwan menyatakan, tongkang dan lima unit tugboat tersebut dilakukan upaya hukum penyitaan. Karena pada saat ditarik dari tempat semua ke perairan Wajok, menggunakan surat yang bukan peruntukannya.

“Setelah melakukan penyelidikan. Status kasus sudah ditingkatkan ke penyidikan. Satu orang berinisial AL, telah ditetapkan stausnya sebagai tersangka,” ucap Iwan dilansir pontianakpost.co.id.

Menurut Iwan, berdasarkan laporan yang dibuat Dinas Perhubungan Kubu Raya, bahwa mereka bukanlah instansi yang berwenang mengeluarkan dokumen untuk berlayar. Melainkan KSOP lah yang memiliki kewenangan.

“Untuk barang bukti saat ini kami titipka di salah satu dermaga. Karena Polda Kalbar tidak memiliki tempat penyimpanan,” terangnya.

Iwan menyatakan, dari proses pemeriksaan yang dilakukan, tersangka AL diketahui berperan sebagai orang yang disuruh untuk mengurus dokumen. Proses penyelidikan dan penyidikan akan terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Dinas Perhubungan Kubu Raya merasa dirugikan atas surat itu, karena menurut mereka surat itu bukan kewenangannya untuk mengeluarkan,” ungkapnya. 

Iwan menyatakan, terhadap tersangka akan dikenakan pasal 266 KUHP subsider 263 KUHP dengan ancaman pidana penjara enam tahun. Terhadap tersangka saat ini telah dilakukan penahanan.

“Dinas Perhubungan mengeluarkan, tapi datanya tidak seperti itu atau di luar kewenangannya,” ujar Iwan.

Kuasa hukum PT Sarana Sijori Pratama, Herman menduga kasus yang ditangani Subdit 1 Dirkrimum Polda Kalbar mengenai dugaan dokumen untuk berlayar yang dikatakan palsu merupakan kasus yang dipesan dari seseorang.

Menurut dia, dugaan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya penyitaan tongkang Barlian 3311, lima unit tugboat dan  penetapan tersangka terkesan dipaksakan atau atas dasar permintaan.

“Ini kasus ada yang pesan. AL (tersangka) ditelpon disuruh datang malam-malam jam 10 oleh polisi dan langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.

Herman menuturkan, penetapan tersangka dan penyitaan tongkang berbendera Mongalia itu pada 23 Januari 2021 lalu hanya berselang satu hari, dikeluarkannya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, pada Minggu 24 Januari 2021.

Menurutnya  Herman, proses hukum yang begitu cepat sangat tidak logis, terlebih keluarnya surat SPDP itu tepat pada hari Minggu. Belum lagi, semestinya dalam proses penanganan harus ada pemeriksaan saksi, dan uji lab forensik untuk memastikan dokumen itu palsu atau asli.

“Dalam satu hari setelah penyitaan, Polda Kalbar dalam hal ini Subdit 1, Ditkrimum justru langsung menetapkan AL sebagai tersangka. Kalau saya melihat laporan polisi yang mendadak menetapkan tersangka yang dibuat seketika dan penyitaan sangat rancu,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut dia, apabila penyitaan tongkang dan tangbout tersebut berlandaskan dugaan pembuatan dan penggunaan surat palsu, dia mempertanyakan keterkaitannya. Pasalnya, dokumen itu justru dikeluarkan resmi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya. Semestinya polisi harus memastikan tanda tangan di dokumen benar atau tidak, atau keaslian dokumen.

Herman menyatakan, nyatanya dokumen itu diterbitkan oleh Dinas Perhubungan Kubu Raya. Oleh karena itu harus diperiksa tanda tangannya benar atau tidak. Dokumen asli atau palsu. Maka dalam kasus yang dilaporkan, objeknya adalah dokumennya, bukan tongkangnya.

“Sangat aneh jika tongkang dan tangbout yang dijadikan barang bukti. Apa kaitannya ?. kalau pun itu bermasalah, penanganan kasusnya bukan menjadi kewenangan Subdit 1 tetapi kewenangnya Polair,” ujarnya.

Menyikapi perkara ini, Herman mengatakan pihaknya akan menempuh jalur hukum, dengan melaporkan Kasubdit 1 Ditkrimum Polda Kalbar ke Mabes Polri dalam hal penyalahgunaan dan melampui kewenangan.

“Atas penyalahgunaan kewenangan ini, kami sudah membuat laporkan ke Propam Mabes Polri,” pungkasnya. (adg)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Mei 2022 11:27

Lima Maling Motor yang Beraksi di Pontianak Utara Berhasil Ditangkap

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah Kecamatan Pontianak Utara…

Senin, 23 Mei 2022 11:26

Penularan PMK Meluas, Serang Empat Kecamatan di Pontianak

Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus…

Jumat, 20 Mei 2022 13:25

Kasus Korupsi Pajak Daerah, Jaksa Sita Tiga Bidang Tanah

Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan…

Minggu, 15 Mei 2022 11:40

Mess PABSI Dikosongkan, Atlet dan Pelatih Pasrah, Terancam Dibajak Provinsi Lain

 Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji akhirnya angkat bicara terkait kisruh penertiban…

Minggu, 15 Mei 2022 11:11
Pencegatan Ketua Komisi V DPR RI

Katanya Tak Ada Setingan, Kader PDI Perjuangan Kalbar Tersinggung Cuitan Midji

Ketua PDI Perjuangan Kota Pontianak Satarudin menyatakan, kejadian pencegatan rombongan…

Sabtu, 07 Mei 2022 12:50

Penumpang Feri Naik Tajam, Bikin Macet Jembatan Kapuas I

Jumlah penumpang feri penyeberangan Bardanadi – Siantan mengalami lonjakan cukup…

Kamis, 05 Mei 2022 13:19

Volume Sampah di Pontianak Meningkat, DLH Kerahkan 750 Petugas Pembersih Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Saptiko mengatakan, sejak…

Kamis, 05 Mei 2022 13:03

Tradisi Meriam Karbit Harus Dikembangkan

Permainan meriam karbit harus dikembangkan sebagai salah satu destinasi paling…

Senin, 25 April 2022 14:42

Tak Ada Dukungan Dana, Permainan Meriam Karbit Kian Berkurang

Sejauh ini, kelompok meriam karbit di kota Pontianak masih menemukan…

Rabu, 20 April 2022 16:12

Dewan Protes Proyek Trotoar

Proyek prestisius penanganan trotoar Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak dengan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers