UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 11 Januari 2021 10:46
14 Warga Pontianak Korban SJ-182, 18 Sampel DNA Dikirim ke Jakarta
KANTONG JENAZAH: Petugas membawa kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut.(SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

PONTIANAK– Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Barat telah mengambil sampel DNA sebanyak 18 orang keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. Pengambilan sampel DNA dilakukan oleh dokpol Polda Kalbar di Posko Krisis Center SJ 182 di Bandara Supadio Pontianak, Minggu (10/1). Sebanyak 18 sampel DNA tersebut diperoleh dari 20 keluarga korban penumpang Sriwijaya 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

“Sampai dengan hari ini kami sudah mengambil sample sebanyak 18 orang dari 20 keluarga korban penumpang SJ 182. Dua puluh orang tersebut mewakili 26 penumpang,” ujar Kepala Biro Operasi Polda Kalbar Kombes Pol Suyanto saat memberikan keterangan pers bersama Basarnas Pontianak di Posko Crisis Center SJ 182 Bandara Supadio Pontianak, Minggu (10/1) petang.

Menurut Suyanto, sampel DNA tersebut rencananya akan dikirim ke Puslab DNA Mabes Polri menggunakan pesawat Sriwijaya pada Senin, (11/1). “Sampel ini akan diterbangkan menggunakan Sriwijaya. Setelah sampai di Cengkareng, DNA akan dibawa ke Puslab DNA Mabes Polri,” bebernya seperti diberitakan pontianakpost.co,id.

Dikatakan Suyanto, dengan pengiriman sampel DNA keluarga korban tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 di Kepulauan Seribu. “Ini demi tercerahnya identitas korban,” katanya.

Kepala Badan SAR Nasional Pontianak Yopi Haryadi mengatakan, pihaknya telah mendapat konfirmasi dari tim Basarnas pusat terkait penemuan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu.

“Kami mendapat konfirmasi, ditemukan tujuh kantong jenazah body pack dari korban dan semua sudah diserahkan kepada tim DVI,” kata Yopi. Ditegaskan Yopi, tujuh kantong body pack tersebut bukan berarti berisi tujuh jenazah atau orang. 

Dikatakan Yopi, hingga saat ini operasi SAR masih berlangsung. Jika memungkinkan, kata dia, operasi penyelamatan dan pencarian penumpang pesawat akan dilakukan 24 penuh. “Sesuai undang-undang, kami saat ini fokus pada pencarian korban,” kata dia.

Sementara, terkait dengan penemuan Black boks,  kata Yopi, lokasinya sudah teridentifikasi. “Mudah-udahan itu benar, dan akan diupayakan untuk pengangkatannya. Namun Basarnas fokus atau konsentrasi secepat mungkin mengevakuasi korban karena berdasarkan undang-undang bahwa basarnas menyelamatkan pada jiwa manusia,” paparnya

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima tujuh kantong jenazah yang diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Tim DIV berencana mulai melakukan identifikasi jenazah pada esok hari.

’’Dapat kami informasikan sampai saat ini tim telah menerima sampel DNA sebanyak 21 sampel, kemudian kantong jenazah tujuh kantong jenazah,’’ kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1)

Kata dia, tim DIV akan mulai bekerja mengidentifikasi potongan tubuh korban besok. Tim akan menyesuaikan jasad korban dengan data-data yang diberikan keluarga korban di posko RS Polri. ’’Mulai besok (Senin, 11/1) tim akan melakukan tugas, melakukan identifikasi terhadap kantong-kantong jenazah maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan kecelakaan pesawat tersebut,’’ beber Rusdi.

Sementara di sisi lain, Distrik Manajer Sriwijaya Air Kalimantan Barat Faisal Rahman menyatakan, pihaknya telah mendata jumlah keluarga korban. Menurutnya, hingga saat ini jumlah keluarga yang melapor ada 39 penumpang.

Pihaknya juga mengatakan, ada tujuh orang keluarga korban yang difasilitasi penginapan. Tiga orang lainnya rencananya akan berangkat ke Jakarta untuk mengidentifikasi korban. “Kepada keluarga korban, kami persilahkan jika ingin mengikuti proses indetifikasi. Silakan kepada kami,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menanggung biaya transportasi, PCR, hotel dan lain-lain. Sedangkan, pihak Jasa Raharja Kalimantan Barat masih mengumpulkan data ahli waris korban. Sejauh ini sudah ada 50 ahli waris. “Sampai dengan hari ini, ada 50 ahli waris yang sudah terdata,” kata Kepala Jasa Raharja Kalbar Regy S Wijaya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, sebanyak 14 warganya menjadi korban korban musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebanyak 14 orang. “Sementara ini jumlah korban yang berasal dari Kota Pontianak terdata sebanyak 14 orang,” ujarnya, Minggu (10/1).

Saat ini, lanjut dia, pihak keluarga korban dari kemarin malam hingga hari ini sudah berdatangan ke Posko Crisis Center yang berada di Gedung Graha Chandra Dista Wiradi Bandara Supadio. Kedatangan mereka, selain untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pencarian para korban, juga diambil sampel darah dari pihak keluarga korban untuk pemeriksaan DNA di Posko Ante Mortem yang juga berada di Posko Crisis Center. “Kita berharap para korban ditemukan secepatnya dan kejadian ini tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Edi menuturkan, pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga korban musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. “Kita sedang mendata by name by address para korban, untuk kemudian kita berikan santunan dari Pemerintah Kota Pontianak,” sebutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak menemui para keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 di Posko Crisis Center pada Minggu (10/1) pagi. Ia sempat berbincang dengan pihak keluarga korban yang menceritakan saat terakhir mereka berkomunikasi dengan korban sebelum musibah itu terjadi. Musibah ini menyisakan kesedihan yang mendalam oleh pihak keluarga dan trauma karena belum bisa melupakan saat terakhir mereka berkomunikasi dengan korban. “Pihak keluarga menantikan kepastian ditemukannya para korban yang saat ini tengah dalam pencarian,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Menurut Lasarus, ada banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada dirinya, terutama terkait usia pesawat yang lebih dari 20 tahun.

Menurut dia, pesawat serupa masih banyak dioperasikan di belahan dunia di negara lain. “Yang kedua, terkait dengan maintenance, apakah dilakukan secara berlaka atau tidak, dan bagaimana pengawasannya?’ kata dia.

“Namun yang penting, apa penyebab kecelakaannya. Karena belum tentu juga disebabkan oleh kerusakan pesawat, tapi bisa karena faktor cuaca,” sambungnya.

Karena, menurut informasi,  pesawat tersebut sempat menunda keberangkatannya selama satu jam karena faktor cuaca. Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJY-182 dengan rute Jakarta-Pontianak sempat hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta kemarin. Kabar hilang kontak pesawat itu pun disusul dengan kepastian jika pesawat itu jatuh di dekat Pulau Laki. Total, pesawat tersebut mengangkut 62 orang di antaranya 12 kru pesawat dan 50 penumpang. 50 penumpang itu terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi. (arf/iza/jp)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers