UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 07 Oktober 2020 11:06
Kasus Anak Aniaya Orang Tua Berujung Damai
ilustrasi

SANGGAU – Kasus penganiayaan anak kepada orangtua di Kecamatan Bonti akhirnya dimediasi oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau, Selasa (6/10) siang.

Pihak korban (Ayah) dan pelaku (Anak) akhirnya sepakat mengakhiri perseteruan mereka dengan cara berdamai. Proses mediasi dipimpin langsung Kepala Kejari Sanggau, Tengku Firdaus.

Menurut Tengku, pelaku merupakan anak kandung dari korban. Perseteruan keduanya bahkan telah menjadi berkas perkara penyidik di Polsek Bonti. "Dari awal perkara ini memang menjadi perhatian kami. Dimana pasal yang dikenakan oleh penyidik polri (Polsek Bonti) itu terkait kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh seorang anak kepada orangtuanya,” ungkapnya seperti dilansir pontianakpost.co.id. Tengku melanjutkan, pada saat penelitian berkas perkara, jaksa berpendapat bahwa perkara ini sudah layak di P21 atau dinyatakan lengkap.

Karena unsur delik yang disampaikan oleh penyidik, pasal kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 351 sudah terpenuhi. Dimana ada sejumlah alat bukti yang menguatkan.

“Dari perjalanan berkas perkara, pada 5 Oktober lalu, telah dilakukan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik kepada penuntut umum. Pada saat penelitian tersangka dan barang bukti, tersangka ini didampingi oleh orangtuanya yang meminta perkara ini tidak dilanjutkan,” jelasnya.

“Nah, berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, kami diberikan ruang 14 hari sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan, memberikan mediasi. Hari ini kami lakukan dan alhamdulillah, kasus ini dapat selesai dengan proses mediasi,” terangnya.

“Perbuatan pelaku, yang juga anak dari korban telah dimaafkan saat mediasi dan kami usulkan untuk dihentikan penuntutannya atas keadilan restoratif ini. Perkara ini selesai melalui mediasi dan berdamai tanpa syarat. Nanti, kami tetap meminta persetujuan kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat terkait hasil mediasi tersebut,” katanya melanjutkan.

Penanganan perkara melalui restorasi justice yang dilakukan penuntut umum merupakan implementasi dari Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tersebut.

“Ini implementasi perintah dan petunjuk dari pimpinan, dalam hal ini Jaksa Agung dan Jaksaan Tinggi Kalimantan Barat terkait dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif,” ujarnya menegaskan.

Dirinya berharap dengan itikad baik melalui mediasi pihak–pihak terkait, mudah–mudahan pimpinan nantinya berkenan untuk dapat menghentikan penuntutan perkara sebagaimana dimaksud. (sgg)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:35

Pemotor Tertabrak Saat Hindari Lubang, Korban Tewas ASN Pemkab Landak

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:33

Perlu Perhatian..!! Angka Stunting Sintang Tertinggi Kedua se-Kalbar

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Kalimantan…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:32

Pemotor Tewas Tabrak Truk Tangki

 Kecelakaan maut terjadi di KM 49,7 Jalan Raya Sungai Pinyuh…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:29

Otak Pembunuhan Bendahara KONI KKU Ternyata Oknum TNI, Pelaku Dibayar Rp 2 Juta

 Pelaku pembunuhan mayat dalam karung, yang ditemukan di Kampung Arca,…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:52

Masalah Keluarga, Ibu Rumah Tangga Akhiri Hidupnya

Seorang ibu rumah tangga, TS (40), ditemukan tewas gantung diri…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:50

Di Ketapang, Polisi Amankan Ribuan Liter Solar Subsidi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang menangkap pelaku penimbun bahan…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:50

Menkes : Sudah 50 Jutaan Warga yang Vaksin Booster

 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (9/8) menyempatkan diri menyambagi…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:46

Modal Rp20 Ribu, Pria 56 Tahun Cabuli Bocil 12 Tahun

PRIA MZ (56) harus berurusan dengan hukum. Pasalnya pria warga beralamat…

Senin, 08 Agustus 2022 09:44

BENCANA DI KALBAR..!! 2.984 Rumah Terendam, 13.335 Penduduk Terdampak

Banjir yang terjadi sejak Jumat (5/8) di lima kecamatan di…

Minggu, 07 Agustus 2022 11:23

Banjir Landa Lima Kecamatan di Kapuas Hulu, Jembatan Rusak, Anak Tenggelam

Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (5/8). …

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers