UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 05 Oktober 2020 13:37
Pak Noh Tikam Burhan karena Janji Proyek Tak Kunjung Terealisasi

Padahal Ngakunya Sudah Setor Puluhan Juta

KORBAN PENUSUKAN: Polisi mengevakuasi jenazah korban pembunuhan di Gang Keluarga, Jalan Parit Haji Husein 1, Pontianak . Korban menderita sejumlah luka tusuk senjata tajam. HARYADI ADONG EKO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Seorang pengendara motor matik dengan nomor polisi KB 4625 MR ditemukan tewas bersimbah darah, di Gang Sawit, Jalan Parit Haji Husein 1, Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Minggu pagi (4/10).

Korban diketahui bernama Burhan (62), warga Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Ia tewas setelah terlibat pekelahian dengan EP alias Pak Noh (50), warga Gang Keluarga, Jalan Parit Haji Husein 1. Korban menderita luka tusuk senjata tajam (pisau).

Dari pantauan Pontianak Post, posisi jasad korban dalam keadaan tersungkur. Ceceran darah yang keluar dari badan korban membasahi jalan aspal. Sementara motor miliknya dalam posisi terjatuh dengan jarak kurang lebih sepuluh meter dari jasad.

Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, sekitar pukul 09.30 korban Burhan dan pelaku EP, terlibat perkelahian di tempat kejadian. Ketika korban tersungkur tak berdaya karena menderita luka tusuk, pelaku pun berusaha melarikan diri.

Namun warga yang mengetahui, akhirnya mengejar pelaku dan mengamankannya. Kemudian oleh warga pelaku diserahkan ke Mapolsek Pontianak Selatan.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin, mengatakan, pada Minggu, 4 Oktober sekitar pukul 09.45, warga Gang Sawit membawa satu orang pelaku penganiayaan atau pembunuhan yang terjadi di Gang Sawit, Jalan Parit Haji Husein 1, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Komarudin menjelaskan, setelah menerima penyerahan pelaku, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian. Dimana ditemukan satu orang pria dalam keadaan terbujur dengan kondisi mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya.

Komarudin mengungkapkan, dari tangan pelaku telah disita barang bukti, yakni sebilah pisau yang digunakan untuk menikam korban. Komarudin menerangkan, dari keterangan saksi di tempat kejadian, sebelum korban ditemukan tewas, memang terjadi perkelahian antara korban dan pelaku.

“Setelah korban tidak berdaya, pelaku berusaha melarikan diri. Tetapi berhasil diamankan warga dan diserahkan ke Mapolsek Pontianak Selatan,” ucapnya.

Terhadap korban, lanjut Komarudin, akan dilakukan autopsi, untuk memastikan berapa banyak luka tusuk yang ada di badan korban. Dalam pemeriksaan dan interogasi awal, Komarudin menambahkan, peristiwa nahas tersebut bermula dari kekecewaan pelaku terhadap korban. Sebelumnya, korban berjanji akan memberi pelaku pekerjaan dan untuk itu pelaku harus menyetor sejumlah uang.

Belakangan, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung ada, sementara pelaku telah berulangkali memberi korban uang hingga puluhan juta rupiah. Hingga akhirnya korban dan pelaku bertemu di tempat kejadian. Keduanya sempat cekcok hingga berujung perkelahian, hingga akhirnya pelaku mengeluarkan pisau dan menikam korban. “Pelaku mengakui perbuatannya. Ia merasa kecewa terhadap korban yang menjanjikan proyek,” ungkapnya.

Komarudin menegaskan, atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 dan atau Pasal 338 dan atau pasal 351 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara atau maksimal seumur hidup. “Saat ini masih mendalami, apakah ada unsur berencana dalam kasus ini?” pungkasnya.

Pelaku Dikenal Baik oleh Warga

Muin, warga Gang Keluarga mengaku sangat mengenal pelaku. Pelaku dikenal sebagai warga yang baik, ramah, dan suka membantu tetangga. “Pelaku tinggal satu gang dengan saya. Kami mengenalnya dengan panggilan Pak Noh,” kata Muin.

Muin menuturkan, sesama warga pelaku diketahui tidak pernah membuat masalah atau bersamasalah. Bakan ia kerap membantu warga yang membutuhkan bantuan. “Kalau ada acara, warga biasa minta tolong pelaku untuk mengantarkan undangan,” ungkapnya. Bahkan, kata Muin, di kawasan tempat tinggalnya, pelaku adalah salah satu warga yang diberi kepercayaan untuk menjaga keamanan lingkungan. “Orangnya baik,” ucapnya.

Warga lainnya, Jaini, mengaku tidak percaya jika Pak Noh melakukan pembunuhan. Senada dengan warga lainnya, ia menilai pelaku adalah sosok warga yang baik dan ramah. Menurut Jaini, selama menjadi warga di Gang Keluarga, pelaku tidak pernah ada masalah. Sebaliknya banyak warga yang kerap meminta bantuannya. Seperti meminta tolong mengantar undangan atau menjaga rumah jika ada warga yang pergi keluar kota. “Orangnya ini ramah. Kalau lihat warga langsung negur (menyapa),” kata Jaini.

Selama mengenal pelaku, dia menambahkan, tidak pernah yang bersangkutan cerita ada masalah dengan orang. “Saya tidak menyangka. Apa yang dilakukannya ini mungkin puncak kemarahannya,” pungkasnya. (adg)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers