UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 05 Oktober 2020 13:21
Kisah Hudori Beternak Ikan di Kaki Bukit Kelam
Gagal di Program Transmigrasi, Sukses Setelah Pindah Lokasi
TERNAK IKAN: Hudori (65) saat menaburkan pakan di kolam miliknya. ARIS MUNANDAR/PONTIANAK POST

a memutuskan untuk pindah dari lokasi transmigrasi tahun 1985. Berjalan kaki menuju Sintang. Tepatnya di simpang menuju Bukit Kelam. Berhari-hari ia habiskan. Beristirahat di emperan toko.

Lama laki-laki asal pemalang itu tinggal di sana. Di rumah di tengah sawah yang berukuran 3 x 5 meter yang disebutnya pondok. Mulai dari berjualan sayur sampai jadi buruh perusahan karet pernah ia lakoni. Pak Dori, panggilan akrabnya, baru merasa mulai menemukan hidup ketika Bukit Kelam dibuka jadi objek wisata dan ia menjadi pedagang kecil yang menjual aneka makanan dan minuman.

“Dulu saya berjualan di atas. Jual minum dan makanan. Mulai dari harga air mineral kemasan harganya masih 200 perak. Itu tahun 1990. Dari sana saya dan istri mulai merasa hidup agak nyaman,” ucapnya sembari pandangannya mengarah ke puncak Bukit Kelam.

Lantas ia dipercayakan untuk menjaga kolam ikan milik seorang pegawai bank yang tinggal di kaki Bukit Kelam. Hudori mengiyakan. Meski hanya diupah 10 kilo beras sebulan.

“Namun dulu sering dicuri. Saya kan jualan di atas. Kolamnya di bawah. Ada saja anak-anak yang mancing di situ kalau saya lagi tidak menjaga kolam,” ujarnya.

Lelaki berkulit gelap ini lalu meminta izin kepada yang punya tanah untuk mendirikan warung di dekat jalan, persis di depan pintu masuk menuju pendakian ke Bukit Kelam. Alasannya, agar tak perlu berjualan ke atas dan dekat mengawasi kolam ikan majikannya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers