UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 05 Oktober 2020 13:21
Kisah Hudori Beternak Ikan di Kaki Bukit Kelam
Gagal di Program Transmigrasi, Sukses Setelah Pindah Lokasi
TERNAK IKAN: Hudori (65) saat menaburkan pakan di kolam miliknya. ARIS MUNANDAR/PONTIANAK POST

Ia diizinkan punya warung di depan Bukit Kelam. Lalu pertengahan 1990-an ia pindah bersama istri dan anaknya dari simpang Kelam menuju depan wisata Bukit Kelam. Menjual rumah yang ada di simpang Kelam. Untuk dibelikan tanah dan dibangun rumah di depan Bukit Kelam “Dulu di sini rumah masih jarang. Ada satu dua saja,” ujarnya menceritakan bagaimana kondisi Lingkar Kelam dulu.

Dari sanalah kakek yang punya sembilan cucu ini mulai membuka tambak ikan. “Dulu belinya ndak langsung segini. Sedikit-sedikit dulu,” ujarnya menunjuk area tanah berukuran 3 hektar yang baru sepertiga dan kelolanya. Sisanya masih berupa hutan dengan pepohonan yang masih menjulang.

Sekarang ia punya 16 kolam budidaya ikan. Tiga kolam berukuran 20 x 40 meter. yang berukuran 13 x 15 meter ada 6 kolam. Sedangkan yang berukuran 5 x 15 meter ada 7 kolam.

Ia benar-benar memanfaatkan sumber air dari Bukit Kelam. Pipa dipasang dari sumber air di Bukit Kelam sampai ke kolam-kolam ikan miliknya. Jarang sekali ia kekurangan air.

Ikan yang dibudidayakannya pun beragam. Dari hias sampai konsumsi. Yang hias, ada silok biasa, silok Brazil, dan ikan koi. Yang konsumsi ada ikan nila dan gurame.

Hudori mengaku tak pernah menjual ikan-ikan hasil budidayanya langsung ke pasar. “Kalau lempar langsung ke pasar, harganya murah. Jadi orang yang langsung datang ke sini. Kadang beli dalam jumlah besar. Lebih sering beli satu dua ekor,” ucapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers