UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 20 September 2020 11:24
Biar Aman dan Terkendali, DPRD Kalbar Siapkan Raperda tentang Kratom
Petani kratom di Kalbar.

PROKAL.CO,

DPRD Kalbar tengah mengodok Raperda Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkotika, dan Perkusor Narkotika. Salah satu manfaatnya yakni melindungi sektor perkebunan kratom di daerah yang sudah menjadi komoditas masyarakat. Gubernur pun didesak mempercepat kerja sama dengan Untan Pontianak, khususnya dalam melakukan penelitian tentang kratom, supaya ada kepastian soal budidaya dan perdagangan ke depan. 

DENY HAMDANI, Pontianak

LEGISLATOR Kalbar Daerah Pemilihan Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, Budi Basardi mengungkapkan bahwa di tataran masyarakat, masih ada keraguan soal pembatasan hingga tahun 2024. “Ini jadi pertanyaaan kepada lembaga negara yang menyatakan,” kata dia.

Menurutnya, kratom alias mitragyna speciosa masuk dalam kategori tanaman obat binaan sesuai Keputusan Menteri Pertanian (Kementan) Nomor 104 Tahun 2020. Nah, apakah dengan SK Kementan tersebut perlindungan kepada petani, pembudidaya, dan stakeholders terlibat diperlukan? Atau komponen terlibat dari penanam, pemetik, pengolah, sampai kepada penampung yang jumlahnya puluhan sampai ratusan ribu secara langsung dan tidak langsung. “Kratom seperti di Kabupaten Kapuas Hulu sudah sangat membantu perekonomian masyarakat di Kapuas Hulu. Sebab kratom mampu menggerakan roda perekonomian mmasyarakat dari hulu sampai ke hilir,” ucap legislator Partai Persatuan Pembangunan tersebut dilansir pontianakpost.co.id.

Pada 16 September lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, A.L Leysandri menyampaikan Nota Penjelasan Gubernur terhadap enam buah Raperda Provinsi Kalbar pada Sidang Paripurna DPRD di Gedung DPRD Provinsi Kalbar. Salah satu dari enam Rapeda yang disampaikan tersebut yakni Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Usai Paripurna, Sekda menjelaskan bahwa enam Raperda tersebut memang merupakan kebutuhan Pemprov Kalbar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di provinsi ini.

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) menanggapi keluarnya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian berupa kratom alias mitragyna speciosa. Namun Humas BNN Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo pada akhir Agustus lalu tetap menyebutkan bahwa kratom termasuk ke dalam narkotika. Tanaman ini, menurut dia, memiliki efek yang 13 kali lebih bahaya dari heroin.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 07 Oktober 2020 10:47

Satgas Pamtas TNI Amankan 5 Kg Sabu, Dua Kg Sempat Dibuang ke Semak-semak oleh Pelaku

SANGGAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI dari Batalyon…

Senin, 05 Oktober 2020 13:37

Pak Noh Tikam Burhan karena Janji Proyek Tak Kunjung Terealisasi

PONTIANAK – Seorang pengendara motor matik dengan nomor polisi KB 4625…

Senin, 05 Oktober 2020 13:27

Gubernur Kalbar Yakin, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Positif

PONTIANAK- Meski pandemi Covid-19 masih terjadi dan berdampak pada pelambatan…

Senin, 05 Oktober 2020 13:24

10 Persen Pasien Covid-19 di Kalbar Merupakan Pejabat

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, para pejabat di lingkungan…

Senin, 05 Oktober 2020 13:19

Syukurlah, Di Masa Pandemi, Harga TBS Cenderung Naik

PONTIANAK – Sektor perkebunan kelapa sawit kian menjadi andalan di tengah…

Kamis, 01 Oktober 2020 11:30

Polisi Geledah Kantor Bina Marga PU Kalbar, Ada Apa?

PONTIANAK – Kantor Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan…

Rabu, 30 September 2020 14:24
Dikirim Via Jalur Tikus di Perbatasan

Penyelundupan 12 Kilogram Sabu Digagalkan

SANGGAU – Penyelundupan sabu-sabu melalui jalur perbatasan kembali terungkap. Tidak main-main,…

Rabu, 30 September 2020 14:22

Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan Umumkan Positif Covid-19

PONTIANAK- Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mengumumkan dirinya…

Minggu, 27 September 2020 11:48

Dilanda Resesi Ekonomi, Apa yang Harus Dilakukan Kalbar...?

PONTIANAK – Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi dunia bergejolak. Hampir seluruh…

Sabtu, 26 September 2020 12:47

Bermasalah di Malaysia, Lagi-Lagi 240 WNI Dideportasi Lewat Entikong

ENTIKONG – Sedikitnya 240 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermasalah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers