UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 23 Juni 2020 13:45
Sedih.....Bayinya Meninggal Berstatus PDP, Pasutri Isolasi Diri di Hutan
ISOLASI: Pasangan suami istri asal Dusun Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah ini tengah menjalani isolasi mandiri di sebuah gubuk di hutan karet di desa mereka. Mereka menjalani isolasi setelah bayi mereka meninggal dengan status PDP di ruang isolasi RSUD Mempawah. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Saat kami datang, HR dan istrinya baru saja selesai berkemas, membersihkan rumput dan menoreh karet di sekitar gubuk mereka. Untuk kebutuhan bahan makanan, HR dan keluarganya dibantu oleh warga masyarakat, dan sejumlah instansi.

Mereka sudah lima hari mendiami gubuk itu. Setelah kepergian anak keduanya karena pneumonia. Bayi perempuan mungil usia 4,5 bulan, meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Mempawah, Rabu (17/6) sekitar 11.00 WIB.

Kesedihan HR dan istrinya pun tidak bisa ditutupi. Apalagi, bayi tersebut berstatus PDP, sehingga harus dimakamkan sesuai dengan prosedur Covid-19. Dari situ pula, orangtua si bayi harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

“Hari ini hari ke lima. Sejak tanggal 17 Juni, setelah anak saya dimakamkan,” kata HR kepada Pontianak Post, kemarin. Sebagai orangtua, HR merasa anaknya tidak terinfeksi Covid-19.

Menurut HR, bayi mungilnya itu menderita kelainan pada sistem pernapasan. Menurutnya, pada usia 1 bulan, anak ke duanya itu pernah dibawa ke Puskesmas karena nafasnya yang terlalu cepat. Namun oleh pihak puskesmas dinyatakan normal. “Waktu usia satu bulan, kami bawa ke Puskesmas Takong dan hasilnya normal,” terangnya.

Setelah itu, dibawa ke Puskesmas Menjalin. Menurut HR, dari hasil pemeriksaan terjadi penyumbatan pada saluran pernafasannya. Selanjutnya, dua minggu sebelum meninggal, bayi malang itu sempat menjalani imunisasi. Namun, paska imuniasasi, kesehatannya mulai menurun. Badannya panas, tidak mau minum ASI dan cenderung pendiam.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 Februari 2021 12:40

Kebakaran Lahan Gambut di Pontianak Meluas

Kebakaran lahan gambut terjadi di sejumlah titik di Kota Pontianak.…

Rabu, 24 Februari 2021 12:35

Kontraktor, Pemilik Perusahaan sampai Pegawai Bank Masuk Penjara

PENYIDIK Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menahan enam orang tersangka dalam…

Rabu, 24 Februari 2021 12:32

Zona Oranye, Sekolah Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

 Zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar kembali mengalami…

Senin, 22 Februari 2021 10:03

Fokus Cari Korban Feri Tenggelam

 Tim gabungan sudah turun ke lokasi tempat tenggelamnya kapal feri…

Minggu, 21 Februari 2021 13:59
Kecelakaan KMP Bili di Dermaga Perigi Piai, Lompat ke Air Sebelum Kapal Terbalik

40 Motor, 2 Mobil dan 11 Truk Ikut Tenggelam Bersama KMP Bili

 Kapal feri penyeberangan KMP. Bili terguling di Dermaga Perigi Piai,…

Kamis, 18 Februari 2021 13:43

GEGER..!! Tiga Terduga Teroris Diamankan di Kalbar

 Tiga terduga teroris diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes…

Senin, 15 Februari 2021 13:23
Pembakaran Mobil Patroli yang Diduga Dilakukan Pelaku Ilegal Logging

Barang Bukti Sudah Ditangan Polisi, Libatkan Dirjen Gakkum KLHK

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani memastikan…

Senin, 15 Februari 2021 13:20

Pembakaran Mobil yang Diduga Dilakukan Pelaku Ilegal Logging, Ini Tanggapan Gubernur Kalbar

Pengusutan kasus terbakarnya mobil UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas…

Senin, 15 Februari 2021 09:16

Sudah Sebulan Berlalu Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Bekas Kepala Imigrasi Entikong Belum Ada Tersangka

 Genap sebulan sudah kasus dugaan perkosaan yang dilakukan eks kepala…

Senin, 15 Februari 2021 09:10
Pemilik Kayu Diduga Oknum Aparat

Makin Ganas..!! Pelaku Ilegal Logging Bakar Mobil Patroli Petugas

 Sebuah mobil dinas milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers