UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 18 Mei 2020 12:08
Membuat Harapan Tinggi, Kurva Covid-19 di Kalbar Melandai

Angka Kematian Rendah, Jauh di Bawah Rata-rata

KURANG PEDULI: Seorang perempuan membawa serta bayinya saat berbelanja di keramaian Pasar Tengah, Pontianak tanpa menggunakan alat pelindung diri, Minggu (17/5). Kondisi tersebut cukup riskan dalam kondisi penyebaran virus Covid-19. HARYADI/PONTIANAK POST

PROKAL.CO,

PONTIANAK – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Muhammad Asroruddin menilai laju penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat cenderung lambat. Kesimpulan ini diambil bila membandingkan data orang positif dan tingkat kematian pada wabah serupa di negara-negara lain.

Terlebih bila melihat total populasi masyarakat Indonesia yang sangat besar jumlahnya. Hal ini diungkapkannya dalam seminar online tentang Covid-19, kemarin. “Secara gambaran kasar, perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar cenderung lambat, dan sebagian besar adalah OTG, sehingga kurva tampak landai. Tetapi, perlu evaluasi lebih Ianjut karena masa pandemi diperkirakan masih berlangsung lama. Selain itu, pertambahan pasien di rumah sakit juga relatif lambat. Diperkirakan karena rilis hasil terkonfirmasi dan sembuh juga lama,” ujar dokter yang juga mantan pasien Covid-19 itu.

Diberitakan Pontianakpost.co.id, berdasarkan data per Sabtu (16/5), ada 4,6 juta penderita Covid-19 di seluruh dunia dengan angka kematian 300-an juta jiwa. Sedangkan di Indonesia ada 17.025 kasus dengan kematian 1.089 jiwa. Adapun di Kalimantan Barat, selama dua bulan ini temuan kasus mencapai 132 orang. Tiga di antaranya meninggal. Bila melihat tingkat kekritisan dan kematian penderita Covid-19 di dunia, maka angka di Kalbar jauh di bawah rata-rata.

Tingkat fatalitas Covid-19 di berbagai wilayah dunia ini kerap membingungkan para ahli. Lantas apa penyebab tingkat perbedaan tingkat kematian akibat virus ini? Dosen FMIPA Untan, Risa Noviani menyebut, jenis dan tipe virus memainkan peranan penting. Selain itu pendekatan kebijakan negara, iklim, kualitas dan kuantitas rumah sakit dan kepatuhan masyarakat memainkan peranan penting.

“Ada perbedaan strain virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 yang berkembang di sejumlah negara. Selain itu strategi pengujian dan kebijakan Covid-19 lintas negara juga sangat menentukan data yang ada. Tingkat kematian juga ditentukan kualitas dan akses ke perawatan Kesehatan. Sain faktor-faktor demografis seperti prevalensi lansia dalam suatu populasi, serta faktor sosial ekonomi masyarakat,” papar dia.

Guru Besar Kimia Untan, Prof Dr Thamrin Usman menyebut Indonesia, lebih-lebih Kalbar yang dilintasi garis Khatulistiwa tergolong beruntung. Pasalnya sumber penguat imun (immune booster) sangat melimpah di alam. Sebagai contoh matahari yang menyengat sepanjang hari adalah sumber vitamin D yang menjadi modal untuk imunitas. Sinar matahari di Khatulistiwa juga memiliki sinar UV-B yang kuat yang bisa membunuh virus lebih cepat di luar inang, sehingga memperlambat penyebaran.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 12 Juli 2020 11:59

Tahun Ini Kemarau Tapi Ada Hujan, Semoga Karhutla Berkurang

PONTIANAK – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Saptiko…

Minggu, 12 Juli 2020 11:03

Alhamdulillah, Angka Kesembuhan Kalbar di Atas 90 Persen, Tujuh Daerah Bebas Covid-19

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan perkembangan…

Minggu, 12 Juli 2020 10:59

Hujan Terus Turun, Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kalbar

SINTANG – Banjir akibat meluapnya Sungai Melawi melanda beberapa kecamatan di…

Minggu, 12 Juli 2020 10:54

Gara-Gara Ini, Perusahaan Ini Didenda Rp 1 Miliar

PONTIANAK – PT. Putra Sari Lestari (PSL) di Kabupaten Ketapang didenda…

Sabtu, 11 Juli 2020 11:14

BANJIR DI KALBAR..!! Paling Parah di Ketapang, Air Capai 3 Meter, Rumah Tersisa Atap

KETAPANG – Banjir bandang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Kondisi…

Sabtu, 11 Juli 2020 11:06

Kalbar Minta Diberi Kebebasan Kelola Perbatasan

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta Badan Nasional Pengelola Perbatasan…

Selasa, 07 Juli 2020 13:38

Punya Pantai yang Indah-Indah, Temajuk Harus Jadi Destinasi Wisata Andalan Kalbar

SAMBAS – Daerah di ujung negeri yakni Temajuk Kecamatan Paloh, memiliki…

Selasa, 07 Juli 2020 13:36

Infrastruktur Belum Cukup Baik, Gubernur Kalbar Minta Maaf

PONTIANAK – Hampir dua tahun masa kepemimpinan Gubernur Sutarmidji dan Wakilnya…

Selasa, 07 Juli 2020 13:33

ALAMAKKK...!! Nenek-Nenek Sedang Mandi Mau Diperkosa, Pelaku Lari Telanjang Bulat

MEMPAWAH – Warga Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir dihebohkan dengan…

Minggu, 05 Juli 2020 11:28

Bukan Hanya di Kalbar, Katanya Seluruh Kalimantan Krisis Ayam Potong

PONTIANAK – Krisis pasokan daging ayam segar ternyata bukan hanya terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers