UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 03 April 2020 12:45
Presiden Larang Penutupan Jalan
DITUTUP : Ruas Jalan Gajahmada terlihat sepi saat ditutup, Kamis (2/4). Penutupan jalan ini untuk mengurangi aktivitas masyarakat di jalan tersebut. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, JAKARTA– Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengingatkan kepala daerah terkait pemblokiran jalan, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Bahtiar mengungkapkan, bahwa Mendagri bersama jajaran kemendagri telah menghubungi dan meminta Kepala Daerah agar membuka pemblokiran jalan yang menghambat distribusi logistik kebutuhan pokok dan kesehatan masyarakat .

“Karena itu, Mendagri telah mengingatkan bahwa distribusi logistik kebutuhan pokok masyarakat, pemenuhan pangan masyarakat, pemenuhan kebutuhan alat/barang dan bahan untuk menggerakkan perekonomian serta pemenuhan kebutuhan bidang kesehatan khusus percepatan penanganan Covid-19 tidak boleh ada yang terhambat karena logistik adalah hal yang sangat esensial dan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat,” katanya di Jakarta, Kamis (2/4). 

Mendagri, lanjut Bahtiar, kita punya tanggung jawab besar dalam mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 sesuai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, pemblokiran jalan sangat kontra produktif jika menghambat arus keluar masuk distribusi logistik, barang kebutuhan pokok pangan masyarakat atau alat dan bahan bidang kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan tenaga medis.

“Memang kita harus mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, namun Pemda juga berkewajiban memastikan kelancaran distribusi logistik bahan pokok masyarakat, alat/ bahan dan barang yang menggerakkan perekonomian masyarakat dan untuk logistik kesehatan masyarakat. Gugus Tugas di daerah harus aktif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Gugus Pusat Penanganan Covid-19. ujarnya.

Evaluasi Penutupan Gajahmada

Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi mengkritik kebijakan pemkot menutup Jalan Gajahmada untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Dasar kebijakan itu pun dipertanyakan. Pemkot didesak untuk segera melakukan evaluasi.

“Apa yang menjadi pertimbangan pemerintah di awal untuk menutup Jalan Gajahmada, dan kenapa di jalan itu. Apa yang bisa dicegah dan didapatkan dari penutupan jalan itu sehingga prosesnya menjadi efektif,” kata Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi.

Menurutnya, kebijakan itu kontradiktif dengan imbauan yang kerap disampaikan pemerintah agar masyarakat tidak panik menghadapi wabah Covid-19. “Dengan penutupan jalan ini dan mengerahkan aparatur dengan sedemikian, bagaimana masyarakat jadi tidak panik,” tukasnya.

Yandi mengingatkan bahwa yang paling utama dalam mencegah penularan Covid 19 adalah dengan meminimalisir kontak manusia dengan manusia. Pemerintah harus bisa mengedukasi masyarakat untuk tetap di rumah. Bagaimana supaya edukasi itu terimplementasi dengan baik sehingga tidak perlu menutup jalan.

“Jadi sekarang bagaimana mengedukasi masyarakat untuk mematuhi imbauan yang ada. Jika sangat-sangat tidak penting, di rumah saja. Kalau ada keperluan lain sudah ada SOP atau protap bagaimana keluar dengan aman sehingga tidak menimbulkan kecemasan dan dampak ekonomi yang lain,” terang Yandi seperti diberitakan Pontianakpost.co.id.

Ia pun memastikan bahwa pihaknya sangat mendukung kebijakan pemkot dalam penanggulangan wabah Covid-19. Hanya saja, kebijakan yang diambil hendaknya lebih efektif. “Kami dukung, tetapi ada cara-cara yang lebih efektif, lebih humanis dan tidak menimbulkan efek samping lainnya,” ujar Yandi.

Ia mengingatkan, Jalan Gajahmada merupakan pusat ekonomi dan menjadi salah satu simbol Kota Pontianak. Apa pun yang terjadi di jalan ini akan berdampak luas. “Yang jelas adalah harus memberikan solusi terbaik dan tidak memiliki dampak yang besar,” sebutnya.

Yandi mendesak agar pemkot segera mengevaluasi kebijakan ini. “Mungkin bisa dilihat dulu satu hingga dua hari ini. Saran dan masukan dari setiap elemen masyarakat harus didengar oleh Pemerintah Kota Pontianak,” pintanya. (iza)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers