UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 03 April 2020 12:42
Negaranya Lockdown, Mahasiswa Malaysia Tetap Pilih Pulang
PULANG: Nurhaziqah Ain bt Mohd Ismail dan Nur Ainna Arisyah bt Busrah, dua mahasiswi asal Malaysia ini tetap pulang ke negaranya meskipun ditetapkan lockdown. ISTIMEWA

PROKAL.CO, PONTIANAK – Nurhaziqah Ain bt Mohd Ismail dan Nur Ainna Arisyah bt Busrah, dua mahasiwi asal Malaysia memilih untuk kembali ke negaranya meskipun telah ditetapkan lockdown.

Ain dan Nur Ainna merupakan mahasiswi yang sedang menjalani studi di Ahmad Ibrahim Kulliyah of Laws (AIKOL) International Islamicenter University Malaysia (IIUM). Sejak Februari 2020, mereka melaksanakan student exchange program atau pertukaran pelajar atau mahasiswa di Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.

Kedua mahasiswi asal Malaysia ini kembali ke negaranya menggunakan jalur darat dari Pontianak menuju Kuching dengan melintasi border PLBN Entikong-Tebedu. Ia bahkan sempat menginap di sebuah hotel di Pontianak sebelum melanjutkan perjalanan. 

“Hari ini saya melanjutkan perjalanan menuju Entikong menunggu akan taksi,” ujar Ain kepada Pontianak Post. Menurut Ain, sesampainya di Tebedu, dia dan temannya akan dijemput oleh staf Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) untuk dilakukan karantina di pusat karantina selama 14 hari. Karena setiap warga negara yang melakukan perjalanan keluar negeri wajib untuk menjalani karantina.

“Nanti kami akan dijemput staf KKM dan akan menjalani karantina selama 14 hari di pusat karantina di Batu Tujuh,” katanya. Ain mengaku khawatir dengan merebaknya wabah Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia dan Malaysia. Namun, ia mengaku selalu berbekal cairan antisiptik dan menjaga kebersihan diri.

“Kekhawatiran saya saat perjalanan. Tapi saya selalu cuci tangan setiap 10 menit. Saya juga bawa bekal hand sanitizer serta wippol,” katanya. Sebaliknya, ratusan warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia terus berdatangan ke tanah air melalui pintu perbatasan PLBN Entikong maupun PLBN Aruk. 

Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak dari Januari hingga Maret 2020, setidaknya ada 1.040 orang yang dideportasi maupun repatriasi.

Kalimantan Barat menduduki angka teratas dengan berjumlah 270 orang untuk bulan Maret, 85 orang untuk bulan Februari dan 157 orang untuk bulan Januari 2020. Para pekerja migran Indonesia ini dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim kesehatan sebelum memasuki wilayah Indonesia. (arf)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers